http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=29328
25 Juni 2009 05:00:57 Di Puncak Jaya, Anggota Brimob Tewas Tertembak Kelompok Bersenjata Sempat Menghadang Rombongan Kasat Brimob Polda Papua Saat Menuju ke Pos Polisi Tingginambut JAYAPURA - Kelompok bersenjata yang beroperasi di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya kembali berulah. Mereka melakukan penghadangan dan memberondong tembakan ke arah rombongan Kasat Brimob Polda Papua yang baru, AKBP Prasetyo Wardono saat menuju ke Pos Polisi Tingginambut, pukul 12.30 WIT, Rabu (24/6) kemarin. Akibat serangan tersebut, anggota Brimob Polda Papua bernama Bripda Ahcmad mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuhnya. Korban tewas dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Sebelumnya, rombongan Kasat Brimob Polda Papua, AKBP Prasetyo Wardhono bersama dengan Wakapolres Puncak Jaya, Kompol Marselis dan beberapa anggota Brimob bertolak dari Mulia, Ibu Kota Puncak Jaya menuju ke Pos Polisi Tingginambut. Namun, dalam perjalanan rombongan Kasat Brimob Polda Papua yang menggunakan 5 mobil tersebut, tiba-tiba langsung dihadang dan diserang dengan tembakan dari arah depan oleh kelompok sipil bersenjata. Posisi iringan kendaraan saat itu di Kampung Kanoba, Puncak Senyum, Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, tepatnya sekitar 50 meter dari Pos TNI 754. Rentetan tembakan tersebut melukai korban yang berada pada kendaraan pertama yang ditumpanginya. Mendapat serangan mendadak tersebut, anggota Brimob langsung melakukan pembalasan dengan mengeluarkan tembakan sehingga kontak tembak antara anggota Brimob dengan kelompok bersenjata tersebut tidak terelakan. Namun, akhirnya kelompok bersenjata tersebut langsung melarikan diri ke hutan, apalagi cuaca saat itu berkabut. "Ada 5 kendaraan dalam rombongan itu, sampai di Puncak Senyum, kendaraan pertama yang ditumpangi almarhum dihadang kelompok bersenjata yang belum diketahui berasal dari mana. Karena almarhum berada berada di depan, sehingga terkena tembakan di dada, perut dan punggung kiri dan bahu kiri serta ketiak kiri," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto kepada wartawan di RS Bhayangkara. Kapolda Bagus Ekodanto mengakui setelah terjadi penghadangan disertai dengan penembakan itu, anggota Brimob langsung melakukan penyisiran, namun gerombolan bersenjata tersebut sudah melarikan diri. Kapolda Bagus Ekodanto mengakui belum mengetahui secara persis pelaku penyerangan terhadap rombongan Kasat Brimob Polda Papua tersebut berasal dari kelompok mana. Ditanya dalam penghadangan yang terjadi sekitar 50 meter dari Pos TNI tersebut apakah ada bantuan dari TNI? Kapolda asal Malang Jawa Timur tersebut mengaku TPK memang dekat dengan pos tersebut, namun kemungkinan anggota yang berada di Pos TNI tersebut tidak mengetahui. Menurut Kapolda, pihaknya terus berupaya melakukan tindakan tegas terhadap serangkaian kejadian penembakan di Tingginambut, Puncak Jaya tersebut, bahkan polisi telah masuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut hingga sampai Tinggineri yang diduga kuat merupakan markas kelompok bersenjata tersebut, namun sampai disana, ternyata kelompok ini telah meninggalkan kampung mereka. "Itu gerombolan bersenjata. Di TKP kami temukan beberapa selonsong peluru. Kami belum mengetahui jenis senjatanya," ujar Kapolda. Yang jelas, terhadap serangkaian kasus yang terjadi di Tingginambut Puncak Jaya tersebut, pihaknya sudah berupaya untuk menindak pelaku -pelaku yang dalam beberapa kejadian sebelumnya, termasuk sampai di daerah Tinggineri dan daerah sekitarnya. Ditanya apakah ini merupakan sinyal terhadap gangguan pemilu presiden Juli 2009 mendatang? Kapolda hanya mengatakan bahwa kejadian ini tidak bisa diprediksi. Kapolda hanya menyatakan, perlu meningkatkan kewaspadaan, apalagi adanya kelompok bersenjata ini harus dilakukan penumpasan. Soal penambahan pasukan di Tingginambut, menurut Kapolda, sudah ada 80 personel yang sudah terbagi dalam beberapa pos polisi. "Itu saya rasa cukup. Bahkan, sudah sampai di Tinggineri. Kita mampu melakukan pencegatan, tapi mereka melarikan diri," ujarnya. Sementara itu, korban Bripda Ahcmad langsung dievakuasi ke Jayapura sekitar pukul 14.00 WIT dari Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya dengan menggunakan pesawat Polri, Sky Truck hingga tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura pukul 15.30 WIT. Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto dan Wakapolda Papua Brigjen Pol Achmad Riadi Koni bersama pejabat teras Polda Papua menjemput jenasah anggota Brimob tersebut, hingga mengantarnya sampai di RS Bhayangkara Polda Papua. Beberapa saat sebelum jenasah tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 16.00 WIT, tampak keluarga korban sudah tiba di rumah sakit tersebut menunggu ke datangan jenasah Bripda Ahcmad. Sementara itu, Diana, istri korban bersama dengan kerabat dan tetangganya dengan menggunakan mobil taksi tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 15.45 WIT dari rumahnya di Kali Acai, Abepura. Begitu keluar dari mobil, ia tidak bisa menahan tangisnya. Ketiga anaknya korban, masing-masing Diman (6), Ica (3) dan Anisa (1) juga terlihat dalam gendongan ketiga keluarga korban. Istri korban langsung dipapah menuju ke UGD RS Bhayangkara. Ia terus menyebut nama suaminya tersebut dengan pilu. "Bapak... Jangan pergi.., Bapak tidak sayang kah? Kenapa harus bapak yang pergi," ucap Diana yang terus menangis menyebut nama suaminya. Tampak, rekan-rekan korban dari Brimob Polda Papua juga banyak yang menunggu kedatangan jenasah temannya tersebut. Saat berada jenasah tiba dan disemayamkan di kamar jenasah RS Bhayangkara, istri korban dengan dipapah keluarganya berusaha untuk menengoknya, namun setelah itu istri korban langsung pingsan. (bat)
