Terpilihnya SBY saya kira gak bisa kita salahkan Partai Acheh. Sepertinya PA 
memahami bahwa sipapun diantara SBY dan JK sama saja. Justru itu tidak 
mengarahkan rakyat Acheh untuk memilih salah satu diantara keduanya. Sebaliknya 
rakyat Acheh dibiarkan menentukan pilihannya sendiri dalam hal ini. Realitanya 
mayoritas orang Acheh memilih SBY. Bagi saya sendiri setuju sebagaimana 
pendirian PA, kalau prediksi saya terhadap PA diatas itu benar adanya.  Bagi 
saya bebas berpendapat dimana kedua  pasangan tersebut sama saja 
sepakterjangnya yang masih memiliki prototipe Suharto (baca Suhartoisme) 
sebagaimana diurai jelaskan oleh Bung Umar Said dari Perancis.

Kemungkinan besar kedua pasangan tsb berjanji pada PA bahwa akan menolong 
bangsa Acheh andaikata mereka dipilih. Namun demikian kita tidak boleh terlena 
dengan janji mereka. Sudah terlalu banyak buktinya bahwa mereka tidak akan 
menepati janjinya ketika mereka sudah berhasil. Ini adalah cirikhas mereka 
sebagaimana sering berjanji dengan rakyat mereka sendiri di tiap pesta 
sandiwara tsb (baca pemilu). 

Ketika kita berhadapan dengan banyak pendapat, kemana lagi kita bersatu kalau 
bukan Pendapat Allah sendiri?  Apakah pendapat manusia memiliki keabsahan tampa 
kita sandarkan diri pada petunjuk Allah sendiri yang mutlak kebenarannya?  
Memang penyakit di Pulau Jawa sudah menular ke Acheh dalam kurun waktu yang 
lumaian lama. Itulah sebabnya kepanyakan orang Acheh masuk perangkap skuler 
tanpa mau melibatkan petunjuk Allah (baca agama) ketika berbicara politik 
bernegara.

Saya juga menyadari kalau mayoritas orang Acheh selalu tertipu ketika pemilu 
dihadapkan ke hadapan mereka. Irwandi dan Nazar adalah wajah baru dalam pilkada 
yang lalu, berjanji untuk memakmurkan penduduk Acheh andaikata mereka dipilih 
tapi realitanya siapa sajakah yang mampu mereka makmurkan? Bukankah hanya 
pegawai negeri Hindunesia plus pendudk kota yang ada di Acheh - Sumatra saja 
yang mampu mereka makmurkan termasuk keluarga dan kolega mereka sendiri?

Namun demikian tiga akan buktikan bagaimana sepak terjang pasangan calon 
presiden Hindunesia terhadap bangsa Acheh. Akankah mereka berguru kepada BJ 
Habibi yang sabar ketika dikritik walaupun bermuara kepada didepaknya beliau 
dari kursi kepresisdenan? Betapapun Habibi lebih baik dibandingkan dengan 
penguasa yang lain di Hindunesia. Gak usah yang idealis betul, proto tipe BJ 
Habibie saja sudah lumaian untuk ukuran Hindunesia. 

Mari kita saksikan di saat yang akan datang, masihkah Hindunesia itu menganut 
ide Suharto?
Salam buat orang Acheh yang masih sadar
(alasytar, Acheh - Sumatra)




________________________________
From: FAISAL ZAKARIA <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 9, 2009 11:31:05 AM
Subject: Re: [IACSF] Otto : komitmen org aceh tdk bisa dipegang jika sedang 
senang





Ada-Ada Saja Pak Otto Ne, Mentang-Mentang Calon President Dukungannya Kalah 
Telak Di Aceh, Maka Keluarlah Statemen Demikian. Pak Otto Mencoba Menjelaskan 
Bahwa Seolah-Olah JK Lah Satu-Satunya Calon president Yang Paling Berjasa 
Terhadap Perdamaian Aceh. Meskipun Ada Benarnya, Namun Nampak Sakali Statemen 
Beliau Tersebut Jauh Dari Nilai-Nilai Independensi Sebagai Seorang Sosiolog. 
Lebih Bagus Nya Media Langsung Saja Mengutip Statemen Beliau Atas Kapasitasnya 
Sebagai Salah Satu Team Sukses JK Yang Sangat Kecewa Terhadap Pilihan 
Masyarakat Aceh Kemaren. Hmm..!! Untung Saja Statemen Seperti Ini Gak Keluar 
Dari Tokoh Aceh Yang Memang Asli Orang Aceh. Meuhan Ka Tersinggung Teuh 
Dipeugah Ureung Aceh Hana Meuphom Balas Budi. Memang Droenuh Pak Otto Nah, Hana 
Ubat..!!  . Salam..!!




________________________________
From: MUSTAFA BAMBI <mustafa_bambi@ yahoo.dk>
To: ia...@yahoogroups. com
Sent: Thursday, July 9, 2009 3:36:53 PM
Subject: Re: [IACSF] Otto : komitmen org aceh tdk bisa dipegang jika sedang 
senang


dalam istilah tidak mengenal kata terima kasih berarti orang Aceh mau yg iklas,,
bukan setelah membantu mengungkit-ungkit, ,itu penghinaan.

--- Den tors 9/7/09 skrev fordas <fordas_aceh@ yahoo.com>:


>Fra: fordas <fordas_aceh@ yahoo.com>
>Emne: Re: [IACSF] Otto : komitmen org aceh tdk bisa dipegang jika sedang senang
>Til: ia...@yahoogroups. com
>Dato: torsdag 9. juli 2009 07.04
>
>
>makanya dalam bahasa Aceh tidak dikenal kosa kata TERIMA KASIH...
>
>
>
>
>
>memang lah...
>
>
>MN
>www.mnizar.multiply .com
>Twk Hasyim Banta Muda
>Kuta Alam Banda Aceh
>
>--- On Wed, 7/8/09, Mr Murizal <mrmuri...@yahoo. com.sg> wrote:
>
>
>>From: Mr Murizal <mrmuri...@yahoo. com.sg>
>>Subject: [IACSF] Otto : komitmen org aceh tdk bisa dipegang jika sedang senang
>>To: ia...@yahoogroups. com
>>Date: Wednesday, July 8, 2009, 6:29 PM
>>
>>
>>dear all
>>kayaknya bukan lagi senang, lagi susah pun
>>komitmen  tsb tdk bisa dipegang. 
>>
>>dukung yang benar, bukan yang menang
>>
>>saleum
>>MH
>>
>>  Otto Syamsuddin Ishak: Kemenangan SBY karena Orang Aceh Cenderung kepada 
>> Kemapanan
>>Thursday, 09 July 2009 00:34
>>[Otto Syamsuddin]
>>
>>Otto Syamsuddin
>>Lhokseumawe | Harian Aceh - Sosiolog, Otto Syamsuddin Ishak menegaskan, angka 
>>kemenangan Capres/Cawapres 
>>
>>SBY-Boediono di Aceh yang amat fantastis menunjukkan bahwa orang Aceh tidak 
>>mempertimbangkan jasa orang lain 
>>
>>ketika tujuan politiknya telah tercapai.
>>
>>“Sikap orang Aceh cenderung kepada kemapanan, bukan pada perubahan sehingga 
>>incumbent menjadi prioritas 
>>
>>politiknya. Selain itu, orang Aceh cenderung kembali masuk ke dalam arus 
>>politik yang dominan secara nasional,” 
>>
>>kata Otto Syamsudin Ishak kepada Harian Aceh, Rabu (8/7) malam. 
>>
>>Otto menyebutkan, angka
>> kemenangan SBY di Aceh juga menjelaskan bahwa meskipun Partai Aceh (PA) 
>> memiliki komitmen 
>>
>>dengan JK, tapi tampaknya GAM/PA tidak menjalani komitmen itu 
>>sungguh-sungguh. “Maka dari pandangan orang luar 
>>
>>Aceh, ini menegaskan masih kuatnya eksistensi ‘tipu Aceh’. Artinya, kita bisa 
>>pertanyakan: apakah mesin GAM/PA 
>>
>>semakin melemah?” kata Otto yang juga Ketua Konsorsium Aceh Baru.
>>
>>Menurut Otto, janji orang Aceh hanya bisa dipegang manakala kondisi mereka 
>>tengah susah. Contohnya, kata dia, 
>>
>>dalam Pemilu Presiden 2004 lalu, orang Aceh memilih Capres Amin Rais karena 
>>sikap politik Amin Rais yang dianggap 
>>
>>dapat menyelamatkan mereka dari kesusahan. “Komitmen orang Aceh tak bisa 
>>dipegang manakala mereka dalam kondisi 
>>
>>senang. Contohnya dalam Pemilu sekarang, meskipun ada komitmen untuk JK, 
>>mereka tak memilih JK,” katanya.
>>
>>Ditanya terkait kemungkinan bahwa rakyat Aceh memilih SBY karena masih
>> ada ketakutan terhadap Golkar dan Cawapres 
>>
>>Wiranto terkait pengalaman masa lalu, Otto mengatakan, “Kalau soal itu, SBY 
>>juga bertanggung jawab dalam DM dan 
>>
>>DS, tapi tak pernah mengakuinya atau mencabutnya, atau meminta maaf pada 
>>orang Aceh. Tapi, Wiranto mengakui DOM, 
>>
>>mencabut DOM dan meminta maaf pada orang Aceh.”
>>
>>Terkait keberlanjutan perdamaian Aceh, menurut Otto, hal itu sudah tidak 
>>menjadi isu penting lagi karena Aceh 
>>
>>sudah terintegrasikan 100 persen ke dalam arus utama politik nasional. “Untuk 
>>Aceh tidak perlu ada perlakuan 
>>
>>khusus lagi karena secara politik sudah sama dengan daerah lain,” kata Otto 
>>Syamsuddin Ishak.(nsy)
>>
>>
>>http://www.harian- aceh.com/ pase/lhokseumawe /3120-otto- syamsuddin- 
>>ishak-kemenangan -sby-karena- orang-aceh- cenderung
>>
>>-kepada-kemapanan.
>> html
>> 
>>
________________________________
 Importing contacts has never been easier..
>>Bring your friends over to Yahoo! Mail today!
>> 
> 

________________________________


Trænger du til at se det store billede? Kelkoo giver dig gode tilbud på LCD TV! 

   


      

Kirim email ke