http://www.gatra.com/artikel.php?id=128183


Aparat Densus 88 Tertembak di Freeport

Jayapura, 12 Juli 2009 11:54
Aparat Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Papua, Minggu (12/7) sekitar 
Pkl.10.00 WIT ditembak orang tak dikenal di area operasional PT Freeport 
Indonesia (PTFI), Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Menurut sebuah sumber di Timika, Minggu, melalui telepon selular menyebutkan, 
pada insiden penembakan oleh orang tidak dikenal itu, selain tiga petugas 
keamanan PTFI, aparat keamanan Densus 88 Mabes Polri ikut terkena tembakan.

Petugas security PTFI yang tertembak adalah Markus Rante Allo, Edy Jawaro dan 
Pieter Bunga .

Sedangkan aparat keamanan yang terkena tembakan senjata api adalah Iptu Ada 
Gunawan tertembak di bagian kaki, AKP Anggun Tjahyono mengalami luka di jari 
tangan tetapi belum jelas,apakah terkena tembakan atau kena serpihan amunisi.

Mereka yang terkena tembakan itu kini sedang dirawat intensif di Klinik Kuala 
Kencana,Timika.

"Dari para korban itu, Markus Rante Allo akhirnya menghembuskan nafasnya yang 
terakhir di Klinik itu. Almarhum terkena tembakan di bagian punggung," kata 
sumber tersebut.

Peristiwa penembakan terjadi di Mile-51 Tembagapura ketika aparat keamanan dan 
security PTFI berkenderaan dari Timika menuju Tembagapura membawa bantuan 
logistik bagi aparat keamanan yang melakukan penyisiran di wilayah itu pasca 
penembakan karyawan PTFI yang menewaskan seorang karyawan berkebangsaan 
Australia,Drew Nicholas Grant di Mile-53 pada Sabtu (11/7).

Penembakan terhadap aparat keamanan itu terjadi pada Minggu sekitar Pkl.10.00 
WIT di Mile-51 wilayah operasional tambang PTFI.

Pada Pkl.12.00 WIT, korban Markus Rante Allo menghembuskan nafas terakhir 
setelah tim medis melakukan pertolongan yang maksimal untuk menyelamatkan 
nyawanya. Peluru mengenai punggungnya.

Sedangkan korban Pieter Bunga mengalami luka tembak di bagian kaki sedangkan 
Edy (Dedy) Jawaro tertembak di bagian pipi. [TMA, Ant] 

Kirim email ke