http://www.antaranews.com/view/?i=1247507076&c=NAS&s=NAK

Pengangguran di Banda Aceh Capai 14.000 Orang
Selasa, 14 Juli 2009 00:44 WIB | 

Banda Aceh (ANTARA News) - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota 
Banda Aceh mencatat angka pengangguran di Banda Aceh mencapai 14.000 orang.

"Itu data terbaru yang masuk ke Dinsosnaker Banda Aceh pascarehabiltasi dan 
rekonstruksi Aceh," kata Kepala Dinosnaker Drs. Purnama Karya, MM saat 
dihubungi ANTARA di Banda Aceh, Senin.

Purnama mengatakan, dari jumlah tersebut, angka tertinggi adalah pengangguran 
setelah menyelesaikan pendidikan dan kemudian pengangguran karena kehilangan 
pekerjaan.

"Sangat disayangkan bagi siswa-siswi yang baru menyelesaikan pendidikannya dan 
masih terkatung-katung mencari pekerjaan," katanya.

Purnama mengakui, terbatasnya lapangan pekerjaan termasuk pemicu permasalahan 
semakin bertambahnya jumlah pengangguran tersebut.

"Apalagi pascakepergian LSM lokal dan asing dari Aceh justru sangat berpengaruh 
terhadap hilangnya lahan pekerjaan di Aceh," katanya.

Menurut Purnama, meskipun demikian jumlah pengangguran di Banda Aceh itu 
dinilai masih wajar untuk sebuah kota yang terus berkembang.

"Indikator masih wajar itu terlihat dari jumlah penduduk kota Banda Aceh yang 
mencapai 232 ribu jiwa. Jadi jumlah pengangguran itu berada di posisi tengah 
tidak terlalu tinggi tetapi juga tidak rendah," katanya.

Berkaitan penanggulangan masalah ini, pemerintah melalui Dinsosnaker, berupaya 
menekan angka pertumbuhan pengangguran dengan memperbanyak pelatihan 
peningkatan kapasitas bagi masyarakat terutama bagi yang belum memiliki 
pekerjaan.

"Ini kita lakukan untuk memberdayakan masyarakat mandiri dan bisa menciptakan 
lapangan pekerjaan untuk mereka sendiri," katanya.

Selain itu pemerintah kota juga terus memberdayakan balai latihan tenaga kerja 
(BLK) guna membina siswa-siswa yang putus sekolah untuk meningkatkan kemampuan 
mereka.

"Balai tenaga kerja itu cukup optimal meningkatkan kemampuan anak-anak yang 
putus sekolah dan memberikan mereka pembekalan untuk menciptakan pekerjaannya," 
katanya.

Pemerintah juga mengharapkan para orang tua yang ingin melanjutkan pendidikan 
anaknya dapat mengambil keputusan tepat dalam menentukan masa depan 
putra-putrinya.

"Kita berharap orang tua yang merasa tidak mampu lagi melanjutkan pendidikan 
anaknya ke jenjang lebih tinggi dapat memilih SMK sebagai alternatifnya, karena 
setidaknya selepas itu si anak memiliki kemampuan dan bisa menciptakan lapangan 
pekerjaan," katanya.(*)

Kirim email ke