http://regional.kompas.com/read/xml/2009/07/15/16380076/penembakan.kembali.terjadi.di.papua.dua.brimob.terluka
Penembakan Kembali Terjadi di Papua, Dua Brimob Terluka ditembak orang tak dikenal di sekitar Mile 54, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Seperti dikutip Antara dari Timika, kedua anggota Brimob yang bertugas di Timika tertembak saat mobil yang ditumpanginya melintas di kawasan tersebut. Para penyerang terlebih dahulu menembak roda mobil yang mengangkut anggota Brimob. Kedua anggota itu masing-masing Bripka Jimmy Renhard terkena kaki dan Briptu Abraham Ngamelubun terkena pantat dan paha. Saat ini mereka sedang mendapat perawatan intensif di RS Kuala Kencana, Timika. Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto yang dihubungi melalui telepon selulernya tidak berhasil dikontak karena masih mendampingi kunjungan kerja Sesmenko Polhukam Letjen TNI Romulo R Simbolon bersama rombongan. Sesmenko Polhukam dan rombongan yang tiba di Timika, Rabu pagi, dijadwalkan meninjau langsung pos-pos pengamanan di sepanjang ruas jalan Timika-Tembagapura dengan pengawalan ketat dengan menggunakan enam buah kendaraan, satu di antaranya kendaraan bus yang membawa rombongan tersebut. Akibat situasi keamanan yang tidak menentu, pimpinan PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak Rabu melarang aktivitas, baik ke Timika maupun dari Tembagapura. "Karena masalah keamanan, para karyawan yang berada di Timika tidak diizinkan kembali ke Tembagapura, demikian pula sebaliknya," tegas juru bicara PTFI, Mindo Pangaribuan. Artikel Terkait: a.. Freeport Larang Karyawan di Timika Naik ke Tembagapura b.. Imparsial Curiga Militer Terlibat Kekerasan di Papua c.. Jenazah Markus Rante Allo Tiba di Makassar d.. Ketua DPR: Usut Tuntas Kasus Penembakan di Papua e.. Polisi Kejar Pelaku Penembakan di Papua ++++ http://regional.kompas.com/read/xml/2009/07/15/16571147/polri.akan.gelar.operasi.khusus.di.papua Polri Akan Gelar Operasi Khusus di Papua Rabu, 15 Juli 2009 | 16:57 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menggelar operasi khusus di Papua terkait penembakan dan tewasnya dua karyawan PT Freeport. Operasi khusus akan dilakukan di seluruh wilayah Polda Papua yang terdiri dari 29 Kepolisian Resor. "Dari eskalasi yang meningkat di sana, Polri akan melaksanakan kegiatan di seluruh wilayah Polda Papua yang terdiri dari 29 polres, dengan pola yang akan digelar dalam operasi khusus," ujar Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Ishak, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/7). Namun, lanjutnya, Polri belum dapat menyampaikan secara detail terkait pola, tempat, dan strateginya. "Kami belum dapat sampaikan detail terkait pola, di mana-mananya dan CP-nya seperti apa. Nanti kita masih menunggu," kata dia. Menurut dia, polisi memiliki managemen operasional. Ada operasi atau giat rutin kepolisian, dan ada juga operasi kepolisian. Operasi kepolisian ini, lanjutnya, bisa terpusat, bisa mandiri kewilayahan atau bisa mandiri kewilayahan bersama back up dari pusat. Khusus yang di Papua ini, kata Sulistyo, bisa dianalogikan dengan wilayah lain. Ketika ada situasi yang berubah, dengan eskalasi yang memerlukan perhatian untuk dilakukan operasi kepolisian, polisi akan melaksanakan operasi. "Operasi khusus itu kan targetnya tertentu, waktunya tertentu, personel yang dilibatkan tertentu, dan anggaran juga tertentu," kata dia. Dia menjelaskan, pada Selasa (14/7) memang terjadi kontak senjata kembali. Namun sebenarnya, lanjut dia, kondisi terakhir di Papua sama seperti kemarin. Korban meninggal dunia masih tiga orang dan lainnya luka
