http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=9401

2009-07-24 
Teror di Timika Dilakukan oleh OPM Gadungan



[JAYAPURA] Teror penembakan yang terjadi selama ini adalah personel dari 
Organisasi Papua Merdeka (OPM) gadungan. Ini ada skenario diciptakan untuk 
mencapai target tertentu. Peristiwa di Timika adalah perang terbuka TNI-Polri, 
yang memperebutkan lahan bisnis uang dolar dari perusahaan Freeport.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yoboisembut kepada SP di 
Jayapura, Kamis (23/7). Dia menerima pesan Dr S Eben Kirksey dari Universitas 
California pada tanggal 13 Juli 2009. 

"Tahun 2002 saat pembunuhan WNA Amerika Serikat. Kalau OPM yang dituduh, di 
mana mereka dapat senjata? Lalu bagaimana mereka masuk lokasi pertambangan yang 
dijaga ketat oleh aparat keamanan Indonesia? Saya mendapat pesan ini dari Dr 
Eben," ujarnya.

TPN/OPM ataupun masyarakat adat, tindak bodoh menodai perjuangan murni selama 
ini, di antaranya memperjuangkan ha-hak yang selama ini diabaikan dan ditindas, 
seperti hak ekonomi, hak hutan, dan ulayat. Ini adalah kasus yang direkayasa 
untuk membungkam dan membunuh masyarakat adat Papua, baik secara fisik maupun 
psikologis," ujarnya. Dewan Adat Papua sangat menyesal dengan kejadian yang 
berlangsung di Timika "Freeport tidak boleh lepas tangan kepada mereka yang 
kena musibah dan korban, juga kepada keluarga mereka. Freeport adalah penyebab 
masalah ini," katanya.


Tanpa Bukti

Masyarakat adat menyesalkan tindakan aparat keamanan yang ingin memperbaiki 
namanya di mata dunia internasional dengan menangkap warga tanpa punya bukti 
yang jelas. Masyarakat adat selalu jadi korban, ujarnya. Untuk menyelidiki 
kasus ini harus ada tim independen yang dibiayai PT Freeport untuk menuntaskan 
kasus ini.

Pelaksana harian Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) 
Papua AKBP Nurhabri mengatakan, polisi telah menetapkan tiga tersangka 
penembakan di Mile 51, yaitu UY, VB, dan SB. 

Dia membenarkan pada Rabu (22/7) terjadi kecelakaan lalu lintas di Mile 45 yang 
mengakibatkan seorang anggota Brimob dari Detasemen B Timika bernama Brigadir 
Ismail Tudoho meninggal. Sedangkan, yang luka-luka Brigadir Patrik Tobi dan 
Briptu Petrus Uluhayanan.

Juru bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan membenarkan telah terjadi 
kecelakaan sekitar pukul 11.00 WIT. "Kecelakaan yang menyebabkan satu anggota 
polisi tewas dan beberapa anggota polisi lain dan TNI luka berat," ujarnya.

Menurut aparat kepolisian tidak ada hubungan kecelakaan tersebut dengan 
penembakan yang terjadi pada hari-hari sebelumnya di areal tersebut. Namun, 
menjelang siang hari terjadi penembakan di MP 51 terhadap satu kendaraan yang 
ditumpangi beberapa teknisi dan dua anggota kepolisian yang sebetulnya datang 
untuk membantu kendaraan yang mogok di MP-51, sehingga menyebabkan tiga orang 
luka ringan.

Peristiwa tersebut terjadi di luar areal pertambangan. Tidak ada penembakan 
yang terjadi terhadap iring-iringan bus PT Freeport seperti diberitakan 
sebelumnya. [15

Kirim email ke