Selagi masih ada hubungan dengan Hindon selalu penyakit hindon menular ke Acheh - Sumatra. Dari itu adakah kesadaran penguasa Acheh dimasa yang akan datang agar penyakit-penyakit kemanusiaan itu tidak mengerogoti Bangsa Acheh - Sumatra?
________________________________ From: Teuku Mulya Johansyah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, July 30, 2009 9:33:09 AM Subject: Re: [IACSF] Re: Cafe Maksiat di Bakar Massa he he DALIL SOSIAL DAN MORAL: KEBURUKAN DAN KEMAKSIATAN ITU TERJADI BUKAN HANYA KARNA ADA NIAT SE PELAKU NYA TETAPI JUGA KARNA ADA KESEMPATAN.. ..... MAKA WASPADALAH.. ... WASPADALAH.. ....... 2009/7/29 hanagoga <hanag...@yahoo. com> > > >>dalil pasar: Ada pembeli maka ada penjual! > > >>--- In ia...@yahoogroups. com, Teuku Mulya Johansyah <mulyajohansyah@ ...> >>wrote: >>> >>> YANG PALING ORANG GAK BRANI ADALAH CAFE JUJU' DI NEUSUE DAN MIRAS TEPI KALI, >>> KRNA KEDUANYA DIBEKINGI "BAJU IJO"... HE HE >>> > >> 2009/7/28 Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ ...> > >>> >>> > >>> > >>> > Coba analisa kenapa banyaknya caffe remang-remang di Acheh? Kenapa musti >>> > main bakar? Apabila sudah diberikan peringatan yang memadai tetap saja >>> > tidak >>> > digubris baru dibakar. Ini alternatif terakhir. Dulu ada kedai kopi dimana >>> > sering istirahat pejuang GAM seperti di Bambi, Pidie - Sigli juga dibakar >>> > oleh TNI/POLRI. Apakah untuk menghadapi sipil sekarang juga ditempuh >>> > cara-cara yang dijalankan TNI/POLRI? Tidak bijaksanakah kalau pemiliknya >>> > kita ambil dan kita beriperingatan secukupnya?. Yang terpenting System >>> > kita >>> > bangun terus agar kita dapat menjalankan hukum yang diturunkan Allah. >>> > Pulau Dijawa adalah sarangnya kaffe remang-remang, lalu kenapa penyakit >>> > twersebut mudah sekali menular ke Acheh? Secara keseluruhan mengapa >>> > kedhaliman di Tanah Rencong tidak berbeda dengan di P Jawa? Ini >>> > barangkali dapat diambil sebagai topik untuk didiskusikan agar terungkap >>> > dengan jelas persoalan di Acheh yang katanya "Syariat Islam Gadongan" dan >>> > dipertahankan oleh orang-orang fanatik buta dan terlalu lugu cara berfikir >>> > dalam beragama. Maksud saya agar persoalan itu dapat dituntaskan, agar >>> > tidak >>> > terkesan Acheh main hantamkromo segala. >>> > (Ali al Asytar) >>> > ------------ --------- --------- > >> > *From:* herry iwan <pang_a...@.. .> >>> > *To:* ia...@yahoogroups. com > >>> > *Sent:* Monday, July 27, 2009 8:54:28 PM >>> > *Subject:* Re: [IACSF] Cafe Maksiat di Bakar Massa he he >>> > >>> > >>> > >>> > Banyak cafe remang2 di aceh, adakah yang akan berani seperti di blang >>> > bintang ??? >>> > berikut nya cafe yang mana??? >>> > >>> > >>> > --- On *Mon, 7/27/09, Teuku Mulya Johansyah <mulyajohansyah@ >>> > gmail.com>*wrote: >>> > >>> > >>> > From: Teuku Mulya Johansyah <mulyajohansyah@ gmail.com> >>> > Subject: [IACSF] Cafe Maksiat di Bakar Massa he he >>> > To: "iacsf" <ia...@yahoogroups. com> >>> > Date: Monday, July 27, 2009, 8:46 AM >>> > >>> > >>> > > >> > Cafe Aceh Malaya II Dibakar Massa 27 July 2009, 11:13<http://www.serambin >> > ews.com/news/ cafe-aceh- malaya-ii- dibakar-massa#> >> >> > Utama <http://www.serambin ews.com/columns/ view/utama> >> > Administrator<http://www.serambin ews.com/account/ admin> BANDA ACEH - >> > Cafe Aceh Malaya II, milik Khairul (30), warga Gue, Kecamatan > >>> > Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (26/7) siang, musnah terbakar. Kafe yang >>> > berada pada kawasan puncak bukit di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, >>> > itu >>> > sengaja dibakar ratusan massa dari sepuluh desa. Meski tak ada korban >>> > jiwa, >>> > tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta. >>> > >>> > Kapoltabes Banda Aceh, Kombes Pol Syamsul Bahri, melalui Kapolsek Blang >>> > Bintang, Ipda Saleh Ahmad, mengatakan ada sekitar 300 warga dari beberapa >>> > desa yang membakar kafe yang berada di lintasan pedalaman antara Kecamatan >>> > Blang Bintang dengan Desa Ie Su'um, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar itu. >>> > "Sejauh ini kami belum memperoleh motif dari aksi pembakaran yang >>> > dilakukan >>> > ratusan massa tersebut. Tapi intinya, ada beberapa saksi yang akan >>> > dimintai >>> > keterangan," kata Saleh Ahmad yang dihubungi *Serambi*. >>> > >>> > Menurutnya, ada beberapa truk yang dipenuhi massa yang berkonvoi ke arah >>> > kafe tersebut. Massa tersebut berasal dari beberapa desa yang tinggal >>> > berdekatan dengan Desa Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, >>> > tempat kafe itu beroperasi. Dia jelaskan, sehari sebelumnya, yakni Sabtu >>> > (25/7), Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Blang Bintang (Himaspta), >>> > Agus >>> > Rizal, meminta izin kepada muspika setempat untuk merazia pasangan yang >>> > kerap ditemui boncengan berduaan di jalan yang berjarak 10 kilometer dari >>> > pusat Kecamatan Blang Bintang itu. Namun, apa ada keterlibatan dari >>> > Himaspta >>> > atau tidak dalam insiden itu, menurut Saleh, sejauh ini pihaknya masih >>> > melakukan penyidikan. >>> > >>> > "Begitu massa itu sampai di kafe milik Khairul itu, langsung main bakar, >>> > tanpa basa-basi dan motif yang jelas. Sementara di kafe itu ada pekerja >>> > dan >>> > keluarganya. Tentu mereka ketakutan melihat aksi itu dan langsung lari >>> > menyelamatkan diri," tandas Saleh. Khairul yang menghubungi >>> > *Serambi*menyebutka n bahwa ia sendiri tidak tahu apa motif warga >>> > membakar kafe >>> > miliknya. Padahal, kafe itu, kata Khairul, sudah mengantongi izin dan >>> > jelas >>> > dasar beroperasinya. "Tujuan saya mendirikan kafe di puncak itu, >>> > semata-mata >>> > untuk mengembangkan potensi wisata daerah itu. Tak ada tujuan lain. Saya >>> > menduga ada yang iri dengan kemajuan usaha saya selama ini," ujar Khairul >>> > seraya menyebutkan ia juga sudah melaporkan hal itu ke Poltabes Banda >>> > Aceh. >>> > >>> > Sementara itu, Ketua Himaspta, Agus Rizal, yang dihubungi >>> > *Serambi*mengatakan , pihaknya sama sekali tak menyangka ratusan massa >>> > dari beberapa >>> > desa itu menyerbu serta membakar Cafe Aceh Malaya II, milik Khairul. >>> > Karena >>> > saat kejadian tersebut tandasnya, ia dan mahasiswa lain yang tergabung >>> > dalam >>> > Himaspta, telah pulang. "Kami tidak terlibat dalam pembakaran itu. Selisih >>> > waktu kedatangan kami dengan mereka cukup jauh. Kami sudah pulang sebelum >>> > massa itu datang dan akhirnya membakar kafe," tandas Agus. >>> > >>> > *Rumah terbakar* >>> > Sementara itu dari Meulaboh, ibu kota Aceh Barat, dilaporkan sebuah rumah >>> > milik Zamzami, warga Desa Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur, Minggu (26/7) >>> > ludes dilalap si jago merah. Seluruh bagian rumah yang terbuat dari kayu >>> > itu >>> > beserta seluruh isinya hangus. Adapun sumber api diduga berasal dari >>> > percikan korek gas yang diletakkan di dapur. >>> > >>> > Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi, saat pemilik rumah >>> > sudah pergi kerja sebagai buruh pada sebuah perusahaan perkebunan di >>> > wilayah >>> > itu. Rumah itu tidak berlistrik, karena pemiliknya orang tak mampu. Nasir, >>> > warga setempat mengungkapkan, kobaran api berhasil dipadamkan warga dengan >>> > cara menyiram dengan air, sehingga api tidak meluas ke rumah tetangga >>> > lainnya. "Harapan kami, warga yang musibah itu dibantu sebab dia orang >>> > miskin," ujar Nasir. *(mir/riz)* >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >
