Jawaban anda benar 99 persen bung Otto. penilaian saya ini disebabkan anda 
berpegang pada katagori umum. Anda perlu naik setingkat lagi menurut kacamata 
pemilik dunia ini. Menurut kacamata pemilik dunia ini, betapapun GAM berada 
dipihak yang benar, dimana tampa kehadiran GAM, persepsi perjuangan Tgk Daud 
Beureueh sudah sirna dimana semua orang Acheh berada dalam produk pendidikan 
Hindunesia, hingga mereka mengaku diri sebagai bangsa Hindunesia, terutama 
sekali orang-orang Acheh yang hendak melamar menjadi pegawai Hindunesia. Kalau 
yang sudah menjadi pegawai negri otomatis mereka mengaku bangsa Hindunesia.

Ketika Tgk Hasan Muhammad Ditiro memproklamirkan Acheh Mardeka, semuanya sadar 
dan mengaku diri sebagai bangsa Acheh, kecuali orang-orang yang sedang 
menikmati "angin segar" sebagai pegawai negeri tetap mengakui sebagai bangsa 
Hindunesia. Namun demikian ada juga beberapa orang yang masih sadar walaupun 
dia bekerja sebagai pegawai Hindunesia. Orang Acheh yang saya khususkan ini 
siap keluar dari pegawai Hindunesia. Mereka itu diantaranya yang saya kenal 
Irwandi sendiri, Tgk Hasbi Abdullah, Tarmizi Australia, bang Nurdin Abdur 
Rahman, Tgk Ismail pegawai kantor bupati Pidie, Iqbal Idris Meureudu, Adnan 
Beuransah dan masih banyak yang lainnya.

Kalau kita berpedoman dengan petunjuk Allah dalam Al Qur-an, b etapapun GAM itu 
benar secara intuisinya. Adapun orang - orang yang digebuk GAM, disebabkan 
mereka memihak musuh. Kalau ada orang yang bukan memihak musuh tapi salah 
tafsir sepakterjang orang tersebut, dapat dimaafkan Allah termasuk GAM tidak 
menghukum pihak musuh tapi terpaksa dibunuh. Ini adalah hukum perang, 
disebabkan GAM tidak punya penjara. Penjara mereka adalah "kuburan"
Ketika Rasulullah berjuang dulu juga ada kejadian serupa, kesalahan tafsir 
Khalid bin Walid terhadap tawanan perang hingga membunuhnya. Rasulullah segera 
meminta ampun kepada Allah atas kelancungan Khalid serta membayar diat kepada 
piha keluarga si terbunuh. 

Kesalahan sebahagian GAM hanyalah ketidakpatuhannya kepada pemimpin Top Leader 
(baca Tgk Hasan dan Stafnya)
Disini kita diperintahkan Allah untuk mentaati pemimpin seratus persen ketika 
masih dalam keadaan berjuang (baca musuh belum terkalahkan). Apabila musuh 
sudah terkalahkan barulah kita dibenarkan mengkritik Pemimpin dan inipun kritik 
yang membangun, bukan melawan kebijaksanaannya.

Perpecahan dalam Islam pra Rasulullah juga disebabkan ada pihak yang ambisius 
kepemimpinan hingga berani melawan perintah Rasulullah sendiri. Coba kita 
renungkan bagaimana mungkin ada diantara sahabat yang tidak taat kepada 
Rasulullah, padahal mereka membaca Qur-an dalam bahasa mereka sendiri dimana 
apa saja yang datang dari Rasulullah adalah wahyu yang diwahyukan Allah 
kepadanya. Tambah lagi Pemimpin Top Leader itu Rasulullah tapi dibantah juga 
kenapa?  Konon pula dimasa kita sekarang ini yang Islamnya sudah dekaden.

Bung Otto. Betapaun sekarang realitanya di Acheh sudah menjurus kepada 
persatuan, walaupun masih ada segelintir orang yang tidak sabar. Andaikata GAM 
mampu menolong kaum dhuafa Acheh yang sekarang sudah dimulai di Acheh Pidie, 
tinggallagi peranan Meuntroe Malek untuk keseluruhan ACHEH - Sumatra serta 
pelurusan UUPA sesuai perjanjian Helsinki, kita yang terlalu menyerang GAM 
barangkali akan mendapat malu. 

Tentang proyek betapapun orang GAM lebih berhak dibandingkan para kontraktor 
sebelumnya yang sudah lama memperkaya diri, termasuk Haji Umar pidie, Muhammad 
Abdullah (anak teungku, hingga memusuhi GAM)dan lain-lainnya, disebabkan 
kedekatannya dengan Golongan karya dulu. Kontraktor yang terakhir ini penyembah 
statusquo, bung Otto.  Jadi sekali lagi, tinggallagi kontraktor dari GAM 
sekarang harus meyakini ada hak kaum dhuafa dalam hartanya yang didapat atas 
nama GAM. Apabila Kontraktor GAM yang sudah kaya sekarang dapat diambil 
sebahagiann kekayaaannya untuk saudaranya seperjuangan dan kaum dhuafa lainnya 
oleh staf kepemimpinaan GAM, pihak lain tidak ada alasan lagi untuk 
mendiskreditkan GAM/KPA.

Jadi kesalahan oknum GAM hanya pada ketidak patuhannya terhaadap Top Leader dan 
Stafnya dimasa yang lalu.
Semoga dimasa sekarang mereka ingat pesan Allah: "Ta'atlah Allah dan ta'atlah 
Rasul serta ulil amri dari kamu sendiri"
Ulul Amri disini adalah Imam Ali, sesuai asbabun nuzul. Tgk Hasan Ditiro dalam 
kontek disini mewakili Imam Ali dalam memimpin perjuangan.

(Alasytar, Acheh - Sumatra)





________________________________
From: aroen jeram <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, August 5, 2009 2:33:12 PM
Subject: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.

  
berdasarkan pengalaman di masa perang:
1. kalo ada orang ditimpuk serdadu...dia merasa Aceh.....karena banyak orang 
aceh ditimpuk oleh serdadu
2. kalo ada orang ditimpuk gam.... dia merasa bukan aceh....karena gam menjadi 
representasi aceh

berdasarkan pengalaman sekarang:
1. kalo lagi rebutan proyek....tak ada yang teriak saya orang aceh maka saya 
berhak dapat
2. kalo udah nggak dapat...dia bisa merasa jadi orang aceh

kalo diliat dalam bincang-bincang dimilist ini:
1. aceh sering diperbandingkan dengan jawa
2. kalo sudah mendefinisikan aceh....terus perspektif yang digunakan cenderung 
ras, etnis, suku.....padahal kalo dia pulang bercermin... .secara fisik mirip 
rohingya
jadi ucapannya bernuansa bangsa, tapi perspektifnya kesukuan






________________________________
From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com; lan...@yahoogroups. com; politikmahasiswa@ 
yahoogroups. com; p...@yahoogroups. com; achehn...@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, August 5, 2009 7:20:09 PM
Subject: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.

  
Kuncinya menurut tgk di Bambi adalah persatuan bukan perpecahan. Realitanya 
hanya ketika berjuang dulu bersatu. Bukan saja pra MoU Helsinki terjadi 
perpecahan namun jauh sebelumnya. Setelah perjanjian Helsinki bertambah rujam 
lagi disebabkan adanya orang-orang yang ambisiun menjadi pemimpin dalam ketiak 
Hindunesia. 

Nah berbicara persatuan bukanlah hal yang asing. Dimana-mana komunitas di 
seluruh dunia senantiasa mengajak untuk bersatu tapi tidak jarang juga yang 
mencetuskan perpecahan baik dikalangan Islam maupun non Islam. Kalau kita tarik 
presentasenya justru lebih banyak terjadi perpecahan dalam komunitas Islam 
sendiri dibandingkan non Islam, kenapa?

(saya tak hendak meneruskan dulu, biar orang lain dulu yang mengemukakan 
sebabnya serta jalan keluarnya untuk bersatu),  Salam dari alasytar, Acheh - 
Sumatra.





________________________________
From: MUSTAFA BAMBI <mustafa_bambi@ yahoo.dk>
To: ia...@yahoogroups. com
Sent: Wednesday, August 5, 2009 2:07:40 PM
Subject: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.

  
kalau orang Aceh secara keseluruhan dari singkil,gayo, gayo lues,jamei,barus,
tamieng,dan Aceh pesisir,,mempunyai kesepakatan bersama saat ini atau 
kedepan untuk mendeklarasikan diri sebagai bangsa ,,,saya rasa tidak ada yg 
bisa menolak bahwa kita satu bangsa yg sudah terbangun dari dulu,,,,
 
tapi kalau diantara kita masih terpecah2 ,,masih menganggap antara satu sama
lain sebagai pendatang atau bukan asli aceh,,maka untuk membangun kembali 
kebangsaan sangat susah terwujud,,,

--- Den ons 5/8/09 skrev aroen jeram <aroen_jeram@ yahoo.com>:


>Fra: aroen jeram <aroen_jeram@ yahoo.com>
>Emne: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.
>Til: ia...@yahoogroups. com
>Dato: onsdag 5. august 2009 13.49
>
>
>  
>saya kebetulan baru baca tulisan ed aspinall dalam buku reid "verandah... ..."
>kebetulan agak sekait dengan ini.
>rupanya...ini kesimpulan saya dari baca sekilas..... orang aceh menyebut 
>dirinya sebagai bangsa dan suku itu, ada musimnya.
>pada situasi politik tertentu digunakan sebutan bangsa
>pada situasi politik lain digunakan sebutan suku
>
>
>
>
>
>
>
________________________________
 From: vande charba <vande.charba@ gmail.com>
>To: ia...@yahoogroups. com
>Sent: Wednesday, August 5, 2009 6:34:02 PM
>Subject: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.
>
>  
>Definisi bangsa sudah beberapa kali dibahas di milis ini sejak 2 tahun lalu.. 
>aku akan coba cari ulang, ntar ku posting untuk anda..
>
>
>Pada 5 Agustus 2009 19:28, Jhon Kirana <jhon_kirana@ yahoo.com> menulis:
>
>  
>>Sebelum mengatakan Aceh sebuah "bangsa", apakah defenisi bangsa itu sendiri.
>>Selama ini dalam buku-buku pelajaran di sekolah. Aceh selalu di katakan 
>>sebuah "suku".
>>Apa beda "suku" dengan "bangsa".
>>Mohon penjelasan.. . ......... Amin. 
>>
>>
>>
>>--- On Wed, 8/5/09, vande charba <vande.charba@ gmail.com> wrote:
>>
>>
>>>From: vande charba <vande.charba@ gmail.com>
>>>Subject: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.
>>>To: ia...@yahoogroups. com
>>>Date: Wednesday, August 5, 2009, 4:00 AM 
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>  
>>>Untuk mendefinisikan masa kini Aceh, pertama-tama kita harus melihat Aceh 
>>>sebagai satu bangsa, tidak banyak akademisi Aceh yang setuju dengan poin ini 
>>>meski para pejuang mengulang-ulang kalimat itu beribu kali. Jika aceh 
>>>sebagai satu bangsa disetujui secara akademik, maka kita kan meliat hal2 yg 
>>>melekat pada kebangsaan aceh, apa yang hilang dan apa yang berkembang.. 
>>>setuju ?
>>>setelah itu baru kita liat posisi aceh dalam hubungan-hubungan antarabangsa 
>>>(international) saat ini, korban kah atau pemain ?
>>>ada tambahan ?
>>>
>>>
>>>Pada 5 Agustus 2009 18:26, Saifuddin NH <saifuddin_nh@ yahoo.com> menulis:
>>>
>>>  
>>>>Terima kasih atas responnya,
>>>>Vande,
>>>> 
>>>>Saya sih gak gitu paham dan mengerti bagaimana melihat
>>>>secara "detail" masa kini aceh, akan tetapi, kalo kita melihat 
>>>>dan rasakan sekarang gak beda lagi aceh denga daerah luar sana,
>>>>baik jawa, sumatera dll. maksudnya "maju dan ada pembangunan" 
>>>>tapi kita tidak merasa lagi hawa/nuansa bahwa ini "Aceh Tengku", 
>>>>baik dari sisi kultur, budaya dan pergaulan sehari-hari. Jati diri Aceh
>>>>masa kini, menurut saya melihat secara polos, jauh berubah dari nilai2
>>>>peradaban, Keacehan, Kulture, hampir semuan lini dipengaruhi "Budaya:
>>>>luar, (Bukan hanya luar negeri). 
>>>>Agak susah melihat yang aslinya masa kini aceh, karena beda "Kacamata"
>>>>namun sekilas seperti saya tulis diatas, (Jati diri bangsa hilang)., namun 
>>>>secara ilmiah 
>>>>saya kurang paham itu, butuh pengetahuan lanjutan, sumbang pikiran dari 
>>>>rekan lainnya, saya sepakat untuk itu, melihat aceh kini, sehingga kita 
>>>>bisa mencapai
>>>>aceh masa depan.
>>>> 
>>>>salam
>>>> 
>>>>Udin NH 
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
________________________________
 >>>>
>>>>From: vande charba <vande.charba@ gmail..com>
>>>>To: ia...@yahoogroups. com
>>>>Sent: Wednesday, August 5, 2009 2:18:31 PM 
>>>>
>>>>
>>>>Subject: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.
>>>> 
>>>>
>>>>  
>>>>Teungkue Razali Paya alias Om Puteh,
>>>> 
>>>>aku dan kawan2 di sini hanya meluruskan informasi setelah tuduhan ridwan 
>>>>dan mutia membabi buta thd pengikut (syiah) keluarga nabi.  dalam posisi 
>>>>mengklarifikasi pengetahuan, maka kami telah menyumbangkan sesuatu yang 
>>>>patut diketahui. Kami tidak dalam posisi berdakwah atau menyerang atau 
>>>>terhakimi.  itulah sebabnya permintaan yg anda ulang2 beberapa kali itu 
>>>>sangat tidak relevan dengan konteks diskusi di milist ini. 
>>>> 
>>>>jika anda ingin mengetahui hal tertentu dari syiah, maka tanyalah apa yg 
>>>>ingin anda tau. Anda boleh tanya teungkue2 aceh yg sunni, tapi jangan lupa 
>>>>tanyakan juga ke teungkue2 aceh yg syii. supaya informasi yang anda 
>>>>dapatkan berimbang.
>>>> 
>>>>salam untuk anda,
>>>>
>>>> 
>>>>Pada 4 Agustus 2009 21:21, omar puteh <om_pu...@yahoo. com> menulis:
>>>>
>>>>  
>>>>>Omar Putéh menulis:
>>>>> 
>>>>>Steady mack, masa kini telah diberi "label" masa transisi, masa pancaroba.
>>>>> 
>>>>>Nah, sebaik saja selesai anda-anda: Vande Charba, (No) Vendra Cahaya 
>>>>>Bening, Rima Gulam Pawoun dan Ali Al Alystar serta  "ahlul bait"-nya: 
>>>>>Muhammad Al Qobra mengrevealkan diri: 
>>>>> 
>>>>>Mengapa Aku Menjadi Syi'ah, maka kita akan lompat masuk mendiskusikan 
>>>>>Tentang Masa Depa Achèh, yang kini, sedang melewati masa transisi, masa 
>>>>>pancaroba!
>>>>> 
>>>>>Omar Putéh
>>>>>Meunasah Reudeuep,
>>>>>Achèh Rajeuk 
>>>>>
>>>>>--- On Mon, 8/3/09, vande charba <vande.charba@ gmail.com> wrote:
>>>>>
>>>>>
>>>>>>From: vande charba <vande.charba@ gmail.com>
>>>>>>Subject: Re: [IACSF] Tentang Masa Depan Aceh..!!!!!.
>>>>>>To: ia...@yahoogroups. com
>>>>>>Date: Monday, August 3, 2009, 11:05 AM
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>  
>>>>>>Masa depan Aceh tidak bisa dibangun jika masa kini aceh tidak dapat 
>>>>>>didefinisikan. Siapkan alat pengetahuan untuk mendefinisikan masa kini 
>>>>>>Aceh, sila coba mulai..
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>Pada 3 Agustus 2009 16:26, Saifuddin NH <saifuddin_nh@ yahoo.com> menulis:
>>>>>>
>>>>>>  
>>>>>>>Rekan2 Milist Yang bahagia
>>>>>>> 
>>>>>>>saya baru gabung di Milist ini, saya menarik dan sangat 
>>>>>>>bahagia, biala ada rekan2 Sobat, dan Sobit, sekalian, dapat
>>>>>>>memberikan pokok2 pikiran, tentang "Masa Depan Aceh", 
>>>>>>>beberapa mingu yang lalu, ADEKSI, atau Assosiasi DPRD/DPRK, mengadakan 
>>>>>>>Lokakarya
>>>>>>>tentang Perencanaan Aceh yang berkelanjutan, saya tidak tahu apa 
>>>>>>>Kesimpulan dari kegiatan itu,
>>>>>>>karena tidak dikirim hasil akhir dari panitia.
>>>>>>>Terlepas dari itu, saya pingin menambah wawasan tentang Pembangunan/ 
>>>>>>>Peradaban Aceh
>>>>>>>atau terlepas apa namanya, kira2 rekan2 dalam milist ini, dapat membantu 
>>>>>>>saya memberikan 
>>>>>>>informasi/pengetahu an bagaimana sebernarnya Filosofi/falsafah dalam 
>>>>>>>pembangunan sebuah bangsa,
>>>>>>>yang dapat membuat/menuju negaranya makmur, aman,damai sentosa, seperti 
>>>>>>>mungkin salah contoh ini,
>>>>>>>negara, IRAN, IRAK, Mesir, Turkey, Malaysia, Inggris, Austria, 
>>>>>>>Venezuela, Libya, Meksiko, Dan negara Fidel Castroe
>>>>>>>serta lainnya, pertanyanaannya, apakah negara itu menganut paham 
>>>>>>>(Sosialis, kapitalis, Humanis, Komunis, Liberalis, Islamis, dan istilah 
>>>>>>>lain 
>>>>>>>yang sesuai), Namun bila itu semua ada di mereka, kira2 untuk membangun 
>>>>>>>aceh kedepan kita harus paham yang mana yang terbaik,???
>>>>>>>karena Aceh lagi menuju masa depan yang ingin dicapai, atau menuju 
>>>>>>>kembali kemasa lalu yang perna gemilang,??? ?
>>>>>>>Dengan kondisi sekarang ini Rakyat Aceh yang "Carot Marot" Satu ketimur, 
>>>>>>>satu ke barat, satu ke utara dan satu selatan, apa mungkin dapa mencapai
>>>>>>>tujuan yang ingin diraihnya.?? ????
>>>>>>>Karena menurut saya kalao tidak salah, suatu bangsa ingin maju dan 
>>>>>>>berkembang yang harus dialkukan pertama adalah: "menciptakan dan 
>>>>>>>menguatkan jati diri anak bangsa, dengan adanya kekuatan jati diri 
>>>>>>>bangsa kita, akan kuatlah pondasi yang lain yang akan kita tuju, dan 
>>>>>>>makin cepatlah tercapai
>>>>>>>tujuan suatu bangsa yang di inginkan/ditetapkan .
>>>>>>>Ini semua saya perlu untuk menjadikan refrensi saya sendiri dalam 
>>>>>>>menganalisa, apa masa depan Aceh, dan mungkihkah itu terwujud?
>>>>>>> 
>>>>>>>atas pendapat dan masukan dari kawan2 milist saya ucapkan terimakasih. 
>>>>>>>dan silakan juga saling kita berdiskusi.
>>>>>>> 
>>>>>>>salam
>>>>>>> 
>>>>>>> 
>>>>>>>Udin NH
>>>>>>> 
>>>>>>> 
>>>>>>> 
>>>>>>> 
>>>>>>>
>>>>>> 
>>>>>
>>>>
>>>>
>>> 
>>
>
> 

________________________________


Skal du købe ny bil? Sammenlign priser på brugte biler med Kelkoo og find et 
godt tilbud! 


   


      

Kirim email ke