Islam kok ada syi'i dan sunni ??? Islam ya Islam cuma 1...... ga pake sunni 
atau syi'i....duh bodohnya umat Rasulullah ini...berdebat seolah olah 
menyaksikan semua peristiwa.....berdebat se akan akan pernah berjabat tangan 
dengan Rasulullah dan para sahabat..... berdebat karena cerita cerita 
katanya...katanya.....katanya..... 'afala ta`qiluun.... Abu Bakar sebagai 
buyutnya imam Syi'i (Jafar Ash Shiddiq) dari pihak Ibu juga banyak di hujat 
kaum Syi'i, ahlulbayt (yang mengaku turunan Rasulullah SAW) juga banyak di 
disko2..... Abu Jahal juga ahlul bayt kan ???? "Dan jika ada perbedaan di 
antara kalian , maka kembalikan kepada Allah dan Rasulnya"....... 'Afala 
ta'qiluun....'Afala ya tafakkaruun..... stop permusuhan dan hilangkan syi'i 
sunnah dan jadikan ISLAM yang satu....tidak mungkin ??? Memang tidak mungkin 
karena Allah juga tidak  akan merubah nasib suatu kaum jika mereka sendiri 
tidak mau merubahnya....tapi jika umat Islam mau bersatu.... insya Allah
 Allah akan mudahkan jalan untuk itu....wa billahi taufiq wal 
hidayah....wassalamualaikum wa rahmah wa barqah wa salamatan fid dunya wal 
akhirah.

--- On Sun, 8/9/09, Ali Al Asytar <[email protected]> wrote:

From: Ali Al Asytar <[email protected]>
Subject: «PPDi» Re: [IACSF] Innalillahi, Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!
To: [email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Date: Sunday, August 9, 2009, 2:24 AM












 
 




    
                  Ada beberapa hal yang perlu kita klarifikasi terhadap tuduhan 
Bang Him Morning tersebut:
Pertama, BHM  menuduh bahwa Iran yang berbasis Syiah
ini—salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpang—sudah sejak lama
mempersempit ruang gerak para jamaah ahli Sunnah (kaum Sunni).  
Kalau Syiah "dianggap" menyimpang, masyarakat biasa saja bisa paham bahwa itu 
adalah "anggapan" yang tidak terbukti. Demikian juga ketika BHM menuduh bahwa 
sudah lama (Syiah) mempersempit ruang gerak para jamaah ahli Sunnah.   
Realitanya di RII justru memberi perlindungan terhadap Sunni sama seperti 
perlindungan terhadap Syiah, bahkan terhadap orang non Muslim juga diberikan 
perlindungan. Ini adalah esensi Islam dimana manusia itu bersaudara 
kemanusiaan. Yang takdapat dilindungi hanyalah pihak yang mencoba-coba merusak 
tatanan System RII.  Tidakkah BHM berpikir sebelum melambungkan fitnah 
tersebut, apakah dapat diterima oleh orang-orang yang memiliki alat fikir yang 
lumaian, bagaimana mungkin Syiah hendak menyempitkan ruang gerak
 saudaranya dari Sunni, sementara realitanya mereka justru berdaya upaya untuk 
mempersatukan Syiah dan Sunnah di kawasan Arab (baca timurtengah) dan Afrika 
(baca Mesir, Sudan Aljazair, libia dan sebagainya) agar tidak mudah dihasut AS 
dan sekutunya. Sekarang hasil daya upaya RII tersebut sudah mulai nampak 
hasilnya. Beberapa bulan yang lalu Yusuf Kardawi, tokoh Sunni Mesir datang ke 
Indonesia secara khusus untuk mengingatkan Sunnah dan Syiah agar bersatu serta 
melarang orang Sunni menganggap Syiah sesat.             

Kedua, BHM menghina Pengikut Ahlulbayt Rasulullah itu sebagai Rafidhi, 
sementara kebanyakan dari mereka adalah pengikut Imam Syafi'i. Dikala Syafi'i 
masih hidup sangat terkenal ucapannya ketika pihak lain menuduhnya sebaagai 
Rafidhi: "Andaikata disebabkan saya
 mencintai ahlulbayt Rasulullah saya dituduh Rafidhi, saksikanlah bahwa saya 
ini adalah Rafidhi".  Ke 4 mazhab Imam Sunni tersebut sangat hormat kepada 
ahlulbayt Rasulullah. Hal ini dapat dimaklumi bahwa ke 4 mereka berguru ke pada 
Imam Syiah (baca Jakfar ash Shaadiq), Imam ke 6 Syiah Imamiah 12.  Imam Hanafi 
(nukman)  dan Imam Maliki berguru kepada Imam Jakfar ash Shadiq. Terkenal 
pengakuan Imam Hanafi: "Celakalah Nukman kalau tidak 2 tahun bersama Imam 
Jakfar Ash Shadiq". Terkenal pula pengakuan Imam Malik: " Tidak kutemui orang 
yang demikian a'lim, wara' dan zuhud selain Imam Jakfar ash Shadiq". Kepada 
Imam Malik bergurunya Imam Syafi'i dan kepada Imam Syafi'i bergurunya Imam 
Hanbali.

Dizaman Raasulullah dan paska kewafatannya tidak seorangpun yang digelar Imam 
kecuali Imam Ali bin Abi thalib. Sesuai pengangkatan dari Allah dan Rasulnya di 
Ghadirkhum hanya
 12 orang saja sebagai Imam yang diutus sebagai penerus kepemimpinan Rasulullah 
(Imamah) paska kewafatannya dan sebagai hujjah Allah  di kolong Langit. Tapi 
mengapa Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali digelar juga sebutan Imam? Afala 
ta'qilun? Gelar Imam terhadap mereka ini disebabkan mereka ada persamaaannya 
dengan Imam 12 sebagaimana gelar Imam kepada Imam Khomainia dan Imam Ali 
Khamenei sekarang ini. Antara Imam 4 tersebut dan Imam Syiah juga tidak 
bermusuhan (masak murid memusuhi guru?). Ironisnya kenapa diantara pengikut 
Imam 4 itu saling kafir mengkafirkan? Ironisnya lagi kenapa orang yang mengaku 
mengikuti Imam yang 4 tersebut mengkafirkan pengikut guru dari Imam 4. Lebih 
ironisnya lagi justru menuduh Syiah yang mengkafirkan Sunnah.

 Sesungguhnya Imam 4, Imam Khomaini dan Imam Ali Khamenei sekarang ini.  itu 
bukan Imam yang diutus (sebagaina
 imam yang 12), tapi sebagai gelar kehormatan. Wakil Imam dari Imam Muhammad al 
Mahdi yang sekarang dalam ghaib kubra saja hanya 4 orang disaat beliau masih 
dalam kondisi ghaib Syughra. Jadi Imam Khomaini dan Ali Khamenei bukan wakil 
Imam al Mahdi tapi "wakil" Imam al Mahdi.

Ketiga, BHM salah tafsir ketika Presiden RII, Mahmud Ahmadinejad mengatakan 
bahwa Talhah bin Ubaidillah dan Zubeir bin Awwam mengikuti Muawiyah. Benar 
kedua orang tersebut meninggal sebelum Muawiyah menguasai kaum muslimin secara 
bathil. Talhah dan Zubeir mati dalam perang Jamal, tapi justru Muawiyah yang 
bermain dibelakang layar perang Jamal, dimana Muawiyah berjanji kepada kedua 
Talhah dan Zubeir akan mengangkat mereka sebagai Khalifah paska kekalahan Imam 
Ali secara berurutan. Itulah pengertian Talhah dan Zubeir
 mengikuti Muawiyah paska kewafatan Rasulullah.

Sedikit halnya tentang Talhah. Dia itu pernah beberapa kali menyakiti hati 
Rasulullah. Kita tau persis bahwa siapa saja yang menyakiti Imam Ali sama 
dengan menyakiti Rasulullah, siapa yang menyakiti Rasulullah sama dengan 
menyakiti Allah (hadist ghadirkhum). Diantara kelancungan lidah Talhah adalah 
ketika dia bercanda dengan Siti Aisyah. Rasulullah melarangnya, bukan karena 
cemburu tapi memang ketentuan dari Allah (baca ketentuan Islam). Ketika 
Rasulullah menegurnya tidak membuat Talhah sadar tapi malah mengucapkan kata 
yang lebih menyakitkan lagi: "Apa artinya dia melarang kita? Kalau dia 
meninggal nanti akan kukawini Aisyah. Lalu Allah lansung menegurnya dengan 
larangan mengawini bekas isteri Rasulullah. Allah menyatakan nahwa setiap 
isteri rasulullah adalah ummul muslimah wal
 muslimin.  (Masihkah ada orang yang lugu berpegang pada hadist palsu made in 
Abu Hurairah atas perintah Muawiyah bahwa para sahabat Rasul umpama 
bintang-bintang terhadap ummahnya?)

Adapun Zubeir bin Awwam semoga Allah mengampuni kesalahannya melawan Imam Ali 
dan mendengar janji kosong Muawiyah. Ketika Imam Ali berhadapan dengaan Zubeir 
dalam perang Jamal, Imam tidak membunuhnya tapi mengatakan: Oh sahabatku 
Zubeir. Masih ingatkah kamu ketika Raasulullah menopang tangannya pada bahuku 
lalu mengatakan kepadamu bahwa engkau akan memerangiku kelak secara zalim?. 
Zubeir langsung meneteskan airmataa seraya mengatakan mengapa baru sekarang 
engkau mengingatkanku yang sudah lupa?  Zubeir langsung menjauh dari 
pertempuran menemui sebuah balai lalu meminta ampun kepada Allah, lalu shalat 2 
rakaat. Ketika pengikut salah seorang dari pengikut
 Imam Ali melihat Zubeir lagi Shalat, menebas leher Zubeir lalu membawanya 
kepada Imam Ali. Imam memarahi orang tersebut, kenapa kamu membunuh orang yang 
sudah taubat? lalu Imam menghukum orang tersebut untuk dibunuh juga (hukum 
qisas). Justru itulah saya berdoa kepada Allah, semoga Allah memaafkan 
kesalahan Zubeir bin Awwam..

Billahi fi sabililhaq
Ali al Asytar
Acheh - Sumatra


 

From: vande charba <vande.charba@ gmail.com>
To: ia...@yahoogroups. com
Sent: Sunday, August 9, 2009 6:06:28 AM
Subject: Re: [IACSF] Innalillahi, Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!








 

    
                  Kalo ada yang ingin tau argumentasi lebih utuh mengapa 
pengikut keluarga nabi berani mengkritik sebagian sahabat, sila baca buku 
"keadilan para sahabat". buku terjemahan itu sudah beredar banyak di toko-toko 
buku di aceh. jika ada kesulitan anda mecarinya, sila hubungi ku nanti untuk 
sembarang bantuan... :-) 


skali-kali ada baiknya mengetahui dalil-dalil cara pandang orang yang berbeda 
dengan kita. Sehingga tidak mencukupkan diri pada gaya logika retorik kayak 
gini.

keberanian mempelajari pandangan orang lain tidak akan merugikan anda... :-) 


Pada 8 Agustus 2009 16:04, Bang Him Morning, S.Sos <sarjanamorning@ gmail.com> 
menulis:













 




    
                  Innalillahi, Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!
 
 
 
Di tengah eforia kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja digelar, 
Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang terang-terangan menghina 
dua orang sahabat Rasulullah Muhammad saw. 
 
Kecaman dan hinaan Ahmadinejad itu—lebih gila lagi—disampaikan dalam sebuah 
acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya 
beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.


 
Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis Syiah ini—salah satu aliran Islam 
yang dianggap menyimpang—sudah sejak lama mempersempit ruang gerak para jamaah 
ahli Sunnah (kaum Sunni). Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, bahkan para jamaah 
Sunni mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi 
Khomeini.


 
Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair 
adalah dua orang pengkhianat. “Talhah dan Zubair adalah dua orang sahabat 
Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran 
sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!”


 
Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul itu, tak 
pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal lama sebelum 
peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana Muawiyah menjadi 
rajanya.


 
Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat sebuah 
perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat ini di 
Iran—berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad sudah sangat 
sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran. Bahkan, pendahulu 
Ahmadinejad, Rafidi menghina dan menganggap remeh alias menyepelekan 90% Muslim 
seluruh dunia.


 
Namun demikian, masih banyak juga pihak atau pengagum Rafidi dan pengingkar 
sahabat Rasul lainnya seperti Ahmadinejad ini. Mereka adalah orang yang tidak 
menyadari gerakan Syiah atau mereka yang tak mau memahami rejim 12 Imam ini 
yang merupakan musuh terbuka terhadap para sahabat Rasul. (sa/alqimmah/ 
sunni-news/ ayandenews)



 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




 

      


        
        


      
 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

Kirim email ke