Refleksi : Apakah dikwatirkan akan kelihatan tangan-tangan berlumuran darah di kalangan kaum berkuasa dan oleh karena itu SBY sebagai presiden dan panglima tertinggi NKRI mengatakan bahwa pengukapan kasus Balibo akan menggangu hubungan antara NKRI dan Australia?
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=10471 2009-09-15 Jangan Ungkit Lagi Kasus Balibo Secara tak terduga, Kepolisian Federal Australia (AFP) akan memulai penyelidikan atas terbunuhnya lima wartawan asing di Balibo, Timor Timur, pada 1975. Kelima jurnalis itu terkenal dengan sebutan "Balibo Five". Mereka, Greg Shackleton dan Tony Stewart (Australia), Brian Peters dan Malcolm Rennie (Inggris), serta Gary Cunningham (Selandia Baru) tewas saat meliput masuknya militer Indonesia ke Timor Timur. Keputusan ini diambil hampir dua tahun setelah penyelidikan koroner mengungkap bahwa Balibo Five dibunuh setelah mereka menyatakan diri menyerah pada militer Indonesia, dan munculnya seruan agar para jenderal Indonesia dikenai dakwaan sebagai penjahat perang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pengungkapan kembali kasus Balibo Five oleh Kepolisian Australia bertentangan dengan semangat menatap masa depan. Saat ini, sudah terbangun semangat antara Indonesia dan Timor Leste untuk mengakhiri segala yang mengganggu hubungan dengan membentuk Comission of Truth and Friendship. Departemen Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan kasus pembunuhan lima wartawan asing di Balibo, Timor Leste, pada 1975, sudah selesai dengan kesimpulan bahwa kematian mereka karena kecelakaan. Juru bicara Deplu Teuku Faizasyah mengatakan, Indonesia tidak melihat adanya suatu kepentingan untuk membuka kasus ini lagi. Sudah disimpukan bahwa kematian kelima wartawan asing tersebut, karena kecelakaan bukan disengaja. Pemerintah Australia jangan lagi mengungkit-ungkit persoalan yang sudah jelas diputuskan bahwa kasus Balibo Five sudah selesai. Jangan mencari persoalan yang dapat memanaskan hubungan kedua negara. Bangsa Indonesia sudah sakit hati dengan lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akan menjadi sakit hati jika terus-menerus diungkit persoalan lama yang belum terbukti kebenarannya. Yonas G - Jalan Gandaria Tengah, Jakarta
