Bismillaahirrahmaanirrahiim
“قل لا اسألكم عليه اجراً الاّ المودّة في القربى "
NABI MUHAMMAD SAWW TIDAK MEMINTA DARI KITA SESUATUAPAPUN ATAS DAKWAHNYA KECUALI
KECINTAAN KEPADA AHLULBAYTNYA AS
Ali al Asytar
Acheh - Sumatra
Cinta
kita kepada Keluarga Nabi saww (Ahlulbayt as) adalah cinta kita kepada
Nabi saww itu sendiri, tanpa kecintaan kita kepada Ahlulbayt as maka
kecintaan kita kepada Nabi saww tidak terhitung sebagai cinta, jika
kecintaan kita kepada Nabi saww tidak ada maka mustahil kita bisa
mencintai Allah swt, karena Nabi saww adalah orang yang paling Allah
swt cintai dan kecintaan kepadanya adalah kewajiban bagi kita dari
sisiNya. Karena Ahlulbayt adalah dari Nabi saww dan Nabi saww dari
Ahlulbayt as maka kecintaan kepada Ahlulbayt adalah kewajiban dari
kita. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah keindahan. Cinta kepada
Ahlulbayt as adalah kesuksesan. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah
kemenangan. Cinta kepada Ahlulbayt as adalah "rizki" yang melimpah.
Cinta kepada Ahlulbayt as adalah kedahsyatan energi. Cinta kepada
Ahlulabyt as adalah kebaikan. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah keselamatan.
Cinta kepada Ahlulbayt as adalah kebahagiaan. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah
keabadian. Cinta kepada Ahlulabyt as adalah keridhaan Allah swt.
Nabi
saww adalah orang yang paling Allah swt cintai, dan Allah swt wajibkan
bagi para makhluknya untuk mencintainya, dan Allah swt tekankan bahwa
kecintaan kepadanya tidak ada gunanya tanpa kecintaan kepada
keluarganya (Ahlulbaytnya as).(قل لا اسألكم عليه اجراً الاّ المودّة في
القربى ومن يقترفْ حسنةً نزد له فيها حسناً) {الشورى:23} Nabi saw
bersabda: “sesungguhnya Allah swt telah menciptakan para Nabi as dari
pohon-pohon yang berbeda-beda dan menciptakanku dari pohon yang satu
dan aku adalah aslinya/akarnya/pankalnya, Ali adalah batangnya, Fatimah
adalah bunganya, Hasan dan Husain adalah buahnya, maka siapa yang
bergantung di salah satu ranting dari ranting-rantingnya maka akan
selamat dan siapa yang menyimpang darinya maka akan jatuh dan celaka,
walaupun telah beribadah antara shofa dan marwa selama seribu tahun
kemudian seribu tahun lagi kemudian seribu tahun lagi kemudian tidak
memahami perkataan kami maka Allah swt akan memasukkannya kedalam
neraka” kemudian Nabi saww membaca ayat: “قل لا اسألكم عليه اجراً الاّ
المودّة في القربى” hadis ini terdapat di kitab-kitab sunni (ahlu
sunnah) seperti di Tarikh Demasyq 12/143 , di kitab syawahid al-Tanzil
(2/203 hadis837) dan di kitab Kifayah al-Thalib:178 (h318 bab87). Nabi
saww tidak meminta dari kita sesuatu apapun atas dakwahnya kecuali
kecintaan kepada Ahlulbaytnya as, permintaan ini adalah kemuliaan bagi
kita. Karena kecintaan kepada Ahlulbayt as adalah perintah Allah swt
dan keridhaanNya.
Setiap
musibah menimpa Mukmin betul, akan mendapat ampunan dari Allah swt.
Masalahnya yang mana yang dikatakan mukmin menurut kacamata Allah
itulah persoalannya. Kaum nabi Nuh juga mengaku diri sebagai orang yang
benar, namun mereka tidak patuh kepada Allah dan Nabi Nuh sendiri
kecuali sedikit. Yang sedikit itu selamat dari musibah bersama nabi
Nuh. Apakah yang menimpa musibah itu mendapat ampunan Allah, tidak, kan
?
Ketika
musibah diturunkan kepada orang-orang dhalim terimbas juga kepada
orang-orang yang beriman, namun orang-orang yang beriman itu akan
mendapat ampunan Allah, ampunan itu tidak diberikan kepada orang-orang
yang dhalim. Perlu kita ketahui bahwa Allah memberikan nikmatnya dan
kedamaian didunia ini kepada siapa saja yang Dia kehendaki, baik kepada
orang benar ataupun orang jahat. Hal ini dapat membuat orang yang tidak
memahami agama secara maksimal, keliru dalam melihat realita atau
wujutnya.
Kita
memang mudah mengatakan bahwa orang-orang yang beriman itu akan
mendapat ampunan Allah, tapi yang menjadi persoalan ketika hal itu kita
hadapkan pada realitanya. Dalam musibah di Acheh dan Yokyakarta, tidak
diketahui mana orang-orang yang beriman dan yang dhalim, kecuali oleh
orang-orang yang benar-benar beriman itu sendiri. Apakah anda termasuk
orang beriman?
Kita
tidak boleh mengatakan orang lain tidak beriman tanpa pengetahuan yang
benar dari Allah. Tinggal lagi disini saya hendak mengingatkan pembaca
bahwa ada beberapa tanda orang yang beriman, diantaranya pantang
bekerja dalam system Thaghut, kecuali taqiyyah. Taqiyyah hanya
dibenarkan Allah bagi orang-orang yang benar-benar terpaksa atau memang
tidak ada daya sama sekali untuk hidjrah dari negara yang dhalim
seperti Hindunesia itu. Adapaun orang-orang Acheh yang tinggal di
negara Thaghut Eropa yang tidak dhalim walau terhadap binatang
sekalipun, adalah terpaksa untuk menghindar diri dari perlakuan dhalim
Thaghut Hindonesia. Sesungguhnya Allahlah yang menggerakkan
pemimpin-pemimpin di negara thaghut itu untuk melindungi orang-orang
Acheh itu. Dulu sahabat Rasulullah juga ada yang diperintahkan hijrah
ke Thaif yang bukan negara/daerah Islam. Namun mereka terpaksa keluar
dari thaif disebabkan penduduknya mendhalimi mareka.
Kelebihan
orang Acheh disebabkan mereka memiliki pemimpin yang dapat menyadari
mereka untuk tidak bersatupadu dalam system thaghut yang Dhalim tambah
munafiq lagi, sementara bangsa-bangsa lain dikepulauan Melanesia itu
tetap bersatupadu dalam system Hindunesia munafik dan dhalim itu,
kecuali West Papua dan RMS, bahkan posisi mereka sekarang lebih baik
dari Acheh - Sumatra yang sudah terlanjur tidak mematuhi pemimpin yang
diwakilinya hingga masuk perangkap "Demokrasi" gadongan..
Semua
orang-orang yang bersatupadu dalam system Hindunesia itu tidak termasuk
orang-orang yang beriman kendatipun mereka itu guru Pesantren,
Khatib-khatib, Ulama-ulama gadongan, para Dosen Agama dan lain-lain.
Kecuali kalau mereka-mereka yang saya sebutkan itu sedang berencana
untuk mendirikan System Allah. Perlu kita pertanyakan disini apakah
Hizbut Tahrir, Hidayatullah, JIL, Muhammaddiah, Sunni dan Syi'ah dan
lain-lain sedang mengarahkan diri untuk mendirikan system Allah atau
bersatupadu dalam kelanggengan systen thaghut itu sendiri. Apabila
mereka mengaku diri orang-orang beriman tapi tetap bersatupadu dalam
system Thaghut yang Dhalim dan Hipokrit lagi, sesungguhnya mereka itu
adalah pembohong yang nyata. Semua kejahatan yang dilakukan penguasa
dhalim itu, kelak Allah akan meminta pertanggungjawaban juga kepada
orang-orang alim palsu itu. Mereka akan menerima tempelakan yang sama
dengan penguasa dhalim itu dengan surah Yasin ayat 60 s/d 65.
Andaikata
kami tanya pada pembela system Hindunesia dhalim, apa fungsinya Al
Qur'an untuk manusia ? Mereka akan menjawab: "sebagai Pedoman Hidup".
Jawaban mereka benar 100% (QS,2:2). Namun realitanya mereka tidak
berpedoman pada Al Qur'an, tapi mereka menempatkan Al Qur'an dibawah
Pancasila, Fiqh Shalafiah, Manhaj dan entah apa lagi yang mengkaburkan
persoalan utama yaitu tentang ketentuan Allah perihal kedudukan
orang-orang yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah
(Q.S, Al Maidah ayat 44, 45 dan 47)
Tidak
ada Hadist, Sirah Rasul, Fiqh, Jamaah tertentu (baca Ahlu Sunnah wa
al-Jamaah), Salafiah, Manhaj dan Pancasila yang dapat membatalkan
ayat-ayat Allah (Al Qur'an). Membantah ayat-ayat Allah = membantah
Allah. Allah berfirman: ". . . . . .Waman lam yahkum bima anzalallah
faulaika humul kafirun (Q.S, 5 : 44).
Ayat
ini adalah ayat muhkamat atau ayat kath’i, namun bagi orang-orang yang
terlanjur bersatupadu dalam system Hindunesia dhalim dan Hipokrit
dipelintirkan dengan dalih bahwa itu adalah ayat-ayat mutasyabihat.
Ayat-ayat Mutasyabihat tidak dapat dipahami kecuali oleh ahlulbayt
Rasulullah, para Imam dan orang-orang yang mengikuti mereka.
Sesungguhnya mereka itu adalah Al Qur-an yang berjalan. Al Qur-an tanpa
Rasul atau Ahlulbaytnya atau para Imam yang telah dinyatakannya tidak
ada artinya sama sekali. Mereka itulah yang memahami Al Qur-an
keseluruhanbnya. Orang - orang beriman hanya memahami ayat muhkamat,
sementara ayat mutasyabihat dapat memahaminya melalui petunjuk
Rasulullah dan Imam-imam yang di utus. Justru itulah Rasulullah
berkata: “ Kutinggalkan kepada kalian dua perkara yaitu Al Qur-an dan
Ahlulbaytku. Barang siapa berpegang teguh kepada keduanya tidak akan
sesat selamalamanya sampai menemuiku di pancutan Kautsar”.
Ketika
Negara dikuasai oleh Muawiyah bin Abu Sofyan, Al Qur-an itu dikaburkan
dengan hadist-hadist palsu dari Abu Hurairah cs, untuk ini beliau
mendapat finansialk hidup dari Muawiyah sebagaimana orang-orang alim
lugu yang berjingkrak-jingkrak dalam ketiak penguasa dhalim Hindunesia
hipokrit sekarang ini. Andaikata kita hanya berpedoman pada hadist yang
berasal dari Ahlulbayt Rasulullah saja sebagai syarat untuk mengukur
benar tidaknya terhadap suatu persoalan sudah barang pasti Islam itu
tidak akan pecah kepada 23 firqah sebagaimana di nyatakan oleh
Rasulullah. Untuk menguatkan suatu thesis, mereka tidak hanya
menggunakan Hadist non Ahlulbayt, tapi juga menggunakan pepatah, kata
orang bijak, sya’ir dan Hadist maja. Namun kalau tidak dapat kita
buktikan dengan Al Qur-an atau Hadist dari Ahlulbayt, sesungguhnya
thesis tersebut perlu dipertanyakan keabsahan dan kebenarannya.
Seorang
teman saya pergi ke Malaysia dan melihat tuan rumah juga mengumpulkan
shalat Dhuhurnya dengan shalat ‘Asar. Teman itu heran kenapa orang yang
keliru itu diangkat menjadi ketua pergerakan Acheh Sumatra kawasan itu
yang menurut dugaannya tidak berilmu disebabkan menggabungkan
shalatnya, sementara dia sendiri menggabungkan shalatnya disebabkan
musafir, dimana menurut Sunni sebagai syaratnya untuk bergabung. Ketika
teman itu menyampaikan persoalan itu kepada saya saya katakan justru
dia yang keliru. Lalu untuk beliau saya kirimkan hadist yang ada di
Bukhari dan juga di Muslim tentang kebiasaan Rasulullah sendiri
menggabungkan shalat Dhuhur dengan ‘Asar dan Maghrib dengan ‘Isya tanpa
halangan apapun (lihat kitab sahih Muslim dan Muwatta Malik, bab
‘Jama’a bainas-shalatain. Lihat juga di Sahih Bukhari yang dengan
sengaja memuat hadist tersebut pada bab lain, bukan pada bab penyatuan
dua Shalat tapi pada bab Taakhiruz-zuhr lil –’Asr min kitabi
mawaqitus-shalat dan bab dhikrul-’isha wal-atma’ serta bab
Waqtul-maghrib). Perkara tersebut terdapat di banyak kitab shahiuh
lainnya seperti Nisa’I, Ahmad bin Hanbal, Zarqani, dan lain-lain.
Kendatipun
persoalan ini saya sampaikan selayang pandang, namun cukup bermanfaat
bagi orang-orang yang mau berfikir kenapa Orang Sunni demikian yakin
bahwa shalat itu tidak boleh digabungkan sebagaimana keyakinan orang
Syi’ah Imamiah 12. Padahal hadist mengenai persoalan tersebut jelas
tercantum dalam kitab pegangan Sunni, yaitu Bukhari dan Muslim. Hal
yang demikian perlu kita pertanyakan apakah ulama-ulama Sunni tidak
membaca seluruh kitab shahih Bukhari dan Muslem itu, sementara mereka
berani berhujjah bahwa tidak sah digabungkan shalat dhuhur dengan ‘asar
dan magrib dengan ‘isya. Hal seperti itu juga dapat kita saksikan semua
Hadist penting seperti hadist Tsaqalain di Ghadirkhum, hadist Safina,
hadist Manzila, hadist Bahtera, hadist Saqifa dan lain-lainnya semua
terdapat dalam kitab ulama Sunni.
Sebagai
penutup perlu saya kemukakan bahwa Thesis dan Antithesis perlu
berhadapan dengan lapang dada secara jujur untuk mencari kebenaran
bukan untuk mencari menang sebagai ego sejati. Adapun diskusi antara
Acheh-Sumatra dengan Hindunesia hipokrit pasti tidak dapat berjalan
dengan mulus disebabkan itu adalah antara orang-orang terdhalimi dengan
orang-orang pencetus kedhaliman, jelasnya antara orang yang terjajah
dengan pihak penjajah. Antara musuh yang terjadi adalah perang fisik
atau perang urat saraf, termasuk perang internet.
Billahi fi sabililhaq.
Ali Al Asytar,
Acheh - Sumatra
http://achehkarbala.blogspot.com
________________________________
From: muhammad dahlan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, October 5, 2009 4:22:31 AM
Subject: Re: [IACSF] HSNDWSP TIDAK KE ACHEH - SUMATRA DAN TIDAK JUGA KE RII,
TIDAK KE TIMUR DAN KEBARAT TAPI KEPADA ALLAH SWT
Syi'ah di Acheh bisa diditeksi bagi orang yang dalam hatinya ada penyakit.
wassalam.
--- On Sun, 4/10/09, omar puteh <om_pu...@yahoo. com> wrote:
>From: omar puteh <om_pu...@yahoo. com>
>Subject: Re: [IACSF] HSNDWSP TIDAK KE ACHEH - SUMATRA DAN TIDAK JUGA KE RII,
>TIDAK KE TIMUR DAN KEBARAT TAPI KEPADA ALLAH SWT
>To: ia...@yahoogroups. com
>Received: Sunday, 4 October, 2009, 1:38 PM
>
>
>
>Kapan bangsa Parsia tahu bagaimana membuat perahu?
>
>Kapan bangsa Parsia mulai ramai masuk Islam?
>
>Bangsa Parsi yang masuk Islam keluar dari agama zoroaster atau bahai ataupun
>dari agama yang sembah hantu nenek moyang?
>
>Yang mana yang pertama sekali terbanyak memeluk Islam diantara agama-agama
>itu, setelah Salman al Parasi?
>
>Baca yang lebih dulu sejarah Parsia baru tulis sejarah mereka!
>--- On Fri, 10/2/09, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:
>
>
>>From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
>>Subject: [IACSF] HSNDWSP TIDAK KE ACHEH - SUMATRA DAN TIDAK JUGA KE RII,
>>TIDAK KE TIMUR DAN KEBARAT TAPI KEPADA ALLAH SWT
>>To: lan...@yahoogroups. com, achehn...@yahoogrou ps.com, gamrms...@yahoogrou
>>ps.com, kota_jakarta@ yahoogroups. com, am...@yahoogroups. com,
>>Komunitas_Papua@ yahoogroups. com, p...@yahoogroups. com, politikmahasiswa@
>>yahoogroups. com, kuasa_rakyatmiskin@ yahoogroups. com, oposisi-list@
>>yahoogroups. com, am...@yahoogroups. com, ia...@yahoogroups. com
>>Cc: tgkcoetticem@ yahoo.com
>>Date: Friday, October 2, 2009, 1:04 PM
>>
>>
>>
>>Bismillaahirrahmaani rrahiim
>>
>>
>>HADIST RASULULLAH MENGGAMBARKAN KEUTAMAAN BANGSA PARSI DIATAS BANGSA MANAPUN
>>DI DUNIA INI TERMASUK BANGSA ARAB SEKALIPUN
>>Ali al Asytaar
>>Acheh - Sumatra
>>
>>
>>SALMAN AL FARAISI ADALAH PENGIKUT SETIA IMAM ALI AS. BELIAU SAMPAI KEDERAJAT
>>IMAN TERTINGGI SETELAH AHLULBAYT RASULULLAH DAN PARA IMAM YANG DIUTUS ALLAH
>>PASKA ERA KENABIAN
>>MEREKA ADALAH HUJJAH ALLAH
>>BUAT MANUSIA
>>DI KOLONG LANGIT
>>
>>
>>
>>Sebelum Islam datang ke Acheh, Hindu dan Budha adalah tuan Rumah di Nusantara
>>ini termasuk Acheh didalamnya. Ratusan tahun kemudian barulah Islam datang
>>dari Gujarat dan Persia. Dari Gujarat saya tidak begitu fokus disebabkan
>>masih kurang buktinya, sementara dari Persia bukan saja mendapat dukungan Al
>>Qur-an tapi juga historis dimana hal tersebut dapat kita pelajari Al Qur-an
>>Surah Jum’at ayat 3, sementara secara historis, Islam berkembang di Parsi
>>paska Syahidnya Imam Hussein di Karbala Irak. Syiah di Acheh juga dapat di
>> deteksi melalui “tanda-tanda” bagi orang yang jujur dan ikhlas serta
>> bertanggung jawab.Read more
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
________________________________
Get more done like never before with Yahoo!7 Mail. Learn more.