http://www.gatra.com/artikel.php?id=131010


Puteri Indonesia 2009
Qory Tak Ingin Kontroversi Jilbab


Jakarta, 10 Oktober 2009 16:12
Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva meminta agar masalah dirinya yang tak 
berjilbab tidak dibuat kontroversi oleh media massa.

"Saya tidak ingin adanya kontroversi," ujar wanita yang mewakili Provinsi 
Nanggroe Aceh Darussalam tersebut, Sabtu (10/10) dini hari, di Teater Tanah 
Airku, Taman Mini Indonesia, Jakarta.

"Saya hanya ingin masyarakat Indonesia mendukung saya untuk bisa ke 
internasional," tambahnya.

Di atas panggung saat sesi tanya jawab dengan para dewan juri Pemilihan Puteri 
Indonesia 2009, Qory, yang menyisihkan 37 finalis lainnya yang berasal dari 33 
provinsi untuk meraih gelar Puteri Indonesia 2009 tersebut, menyatakan bahwa 
dirinya telah mendapat lampu hijau untuk tidak mengenakan jilbab, dari 
pemerintah pemerintah yang berwenang di provinsi asalnya.

Tanpa mengenakan jilbab pada malam tersebut, merupakan tradisi yang diputus 
Qory, setelah pada tahun-tahun sebelumnya, para finalis asal provinsi paling 
ujung pulau Sumatera ini selalu mengenakan busana wanita muslim tersebut. "Saya 
bukan berarti membuka jilbab. Tapi ini adalah keinginan saya sendiri," ujar 
Qory, usai digelari mahkota Puteri Indonesia 2009.

"Pada aslinya, saya tidak memakai jilbab. Tapi saya mewakili Nanggroe Aceh 
Darussalam dengan segala izinnya," tambahnya.

Pada babak tiga besar, Qory berhasil menyisihkan Zukhriatul Hafizah (Sumatera 
Barat) dan Isti Ayu Pratiwi (Maluku Utara)

Dengan keberhasilannya tersebut, Qory, yang menyatakan akan mengikuti sejumlah 
program Puteri Indonesia yang terkait dengan masalah lingkungan, perempuan, dan 
anak, akan mewakili Indonesia pada ajang Miss Universe 2010. [EL] 

<<6.jpg>>

Kirim email ke