Rima apa yang anda keluhkan itu lebih baik dari omong kosong yang di forward dibawahnya. Bagaimana mungkin mereka menempatkan Danmark didepan Norwegia di urutan yang jauh dari Danmark. Kemudian Indonesia di tempatkan diatas China, Jepang dan Korea Selatan. Yang sangat menyolok adalah Indonesia ditulis dengan huruf besar. Ini terindikasi bahwa kebohongan besar dengan mudah muncul didepan matakita bung Rima.
Indonesia terkenal negara koruptor nomor wahid di Dunia. Disana yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Sedangkan Islam adalah rahmatan lilalamin. Ini terindikasi dengan jelas bahwa Indonesia itu bukan Islam taapi kaum munafiqin yang berkuasa sejak dulu sampai hari ini. Siapapun yang bersatupadu dalam system tersebut secara pelan tapi pasti sedang menuju neraka (nauzubillahi min zalik) . Bagaimana mungkin Hindunesia lebih bahagia dengan China, Jepang dan Korea Selatan?. Apa tujuan mereka itu melambungkan kebohongan yang sangat ngaur ini? Kita ini Islam arau non Islam. Bukankah Qur-an dan Hadist murni tolok ukurnya tentang kebahagiaan bagi kita orang Islam? Ini gak bisa diukur dengan yang lain dan juga gak bisa dengan Demokrasi alias menurut orang ramai. Bung Rima! Persetanlah yang lainnya kalau kebahagiaan bangsa kita direnggut bukan saja oleh musuh kita Hindunesia yang korup, hipokrit dan taghuti tapi juga oleh kawan yang berobah menjadi lawan. Lambaian tangan berobah menjadi kepalan tinju, menohok kawan seiring. Mereka pada mulanya termasuk katagori kaum dhuafa tapi ketika dihamparkan harta didepannya melindas kawan/karib,hingga bung Rima berteriak: "persetan dengan sejarah dan endatu" . Namun ada satuhal bung Rima yang perlun hati bahwa ketimpangan orang-orang yang berpegang pada kitab kuning, bukan Qur-an dan Hadist Nabi suci, jangan sampai kita sepertinya gak percaya lagi tentang kenikmatan Syurga. Nikmat di Dunia ini hanya sebentar saja sedangkan nikmat Syurga kekal selamalamanya. Orang yang baru kawin seolah-olah segala-galanya dan sepertinya gak akan berpisah selamalamanya. Namun begitu anak muncul, kasih sayang berpindah ke si anak hingga kalau sempat tangan si ibu ketika menidurkan diayunan dan jatuh, dengan serta merta si ayah memarahi secara repleksi tapi walaupun si ayah sempat minta maaf, kesedihan tertanam sama si ibu yang berkemungkinan untuk berpisah. Kalau hal ini diingat serta senantiasa mentaati Allah dan Rasulnya, malapetaka pasti terhindar. "Kesenangan Dunia jangan sampai memperdayakan kamu hingga lupa Akhiratnya". alasytar, Acheh - Sumatra ________________________________ From: | r i m a | <[email protected]> To: [email protected]; [email protected] Sent: Tue, December 29, 2009 8:47:25 AM Subject: RE: [acehkita] Re: [Aliflamha] Bangsa apa yg paling bahagia di dunia? . menikmati hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama . Lebih realistis, ketimbang janji muluk Surga yang kerap dilantunkan tukang hapal kitab kuning di mimbar-mimbar Mesjid setiap Jum'at-nya . Saya yakin, Muhammad Rasul-pun setuju dengan kezuhudan para Danish yang selalu happy ini . Saya juga yakin kalo Muhammad Rasul-pun sangat mencintai kehidupan, karena ia mengajarkan keadilan social, ukhuwah, penyelamatan lingkungan serta menunjukkan kecintaannya dan welas-kasih kepada para istri, anak, cucu dan karib-kerabat . Sementara bangsa Aceh semakin gila harta, kalap n seperti takut ga' kebagian . Makin ga' peduli ama sesama, lindas kawan/karib, persetan dengan sejarah dan eundatu . Huuuuaaaaaaa . (pengen menjerit rasanya) --- On Sat, 12/26/09, Muchsin <mux...@yahoo. com <mailto:muxien% 40yahoo.com> > wrote: From: Muchsin <mux...@yahoo. com <mailto:muxien% 40yahoo.com> > Subject: [Aliflamha] Bangsa apa yg paling bahagia di dunia? To: warga-a...@yahoogro ups.com <mailto:warga- arun%40yahoogrou ps.com> , "Aliflamha yahoogroups" <alifla...@yahoogrou ps.com <mailto:aliflamha% 40yahoogroups. com> > Cc: "Supeno" <sanggar_adv@ yahoo.co. id <mailto:sanggar_ adv%40yahoo. co.id> >, "Bang Popon" <jemel_t...@yahoo. com <mailto:jemel_ trom%40yahoo. com> >, "Fudin" <n4poleo...@gmail. com <mailto:n4poleon77% 40gmail.com> >, "Tajullana Herman" <txher...@rasgas. com.qa <mailto:txherman% 40rasgas. com.qa> >, "Jalaluddin Ibrahim" <jxibra...@rasgas. com.qa <mailto:jxibrahim% 40rasgas. com.qa> >, "Lukman Amin" <mxluk...@yahoo. com <mailto:mxlukman% 40yahoo.com> >, "Syahrial ZA" <kxke...@yahoo. com <mailto:kxkenzy% 40yahoo.com> >, "Zulkifli Said" <zul...@yahoo. com <mailto:zulags% 40yahoo.com> >, "Evi Juni" <evij...@gmail. com <mailto:evijuni% 40gmail.com> >, "Said Mukhtar" <said.muchtar@ yahoo.com <mailto:said. muchtar%40yahoo. com> >, "Said Malawi" <smal...@qatargas. com.qa <mailto:SMalawi% 40qatargas. com.qa> > Date: Saturday, December 26, 2009, 5:44 PM Terusan dari Abang Jakir... From: Muzakkir Budiman <jak...@gmail. com> Subject: [unima_graduate] Bangsa apa yg paling bahagia di dunia? Date: Wednesday, December 23, 2009, 7:32 PM ========== Bangsa apa yang paling BerBahagia.. .? Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah "Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia"? Apakah bangsa yang paling makmur? Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia adalah DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa, dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia. Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) : 1. DENMARK 2. Swiss 3.. Austria 4. Islandia 5. Bahama 6. Finlandia 7. Swedia 8. Bhutan 9. Brunei 10. Canada 11. Irlandia 12. Luxemburg 13. Kosta Rika 14. Malta 15. Belanda 16.. Antigua 17. Malaysia 18. Selandia Baru 19. Norwegia 20.. Seycheles Dan yang lainnya : 23. Amerika 26. Australia 35.. Jerman 41. Inggris 53. Singapura 64. INDONESIA 76. Thailand 82. China 90.. Jepang 102. Korea Selatan 125. India Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah : 176. Kongo 177. Zimbabwe 178. Burundi. INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya dan makmur dibanding kita. Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia. Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia. DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA? Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan. . Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak merasa perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan yang baik. Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah. Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja. Dan bangsa-bangsa lain yang "tidak bahagia", termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak.. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik. "Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you," Nathaniel Hawthorne Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia, Denmark. Satu bangsa dengan masyarakat yang: 1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur 2. Punya impian dan keinginan yang realistik 3. Tidak membanding-bandingk an dengan orang lain 4. Jaminan dari pemerintah yang cukup ========= [Non-text portions of this message have been removed]
