Salam, Supaya lebih mantap, maka simak lagi penjelasan saya yang saya selipkan di setiap kalimat anda, Ok? Berikut komentar balik saya...hehee. Kayak udah mau perang aja...hahaha.
--- In [EMAIL PROTECTED], mukhlis zamzami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Baiklah Bung Izam sayang, saya akan jelaskan kepada > Bung pendekatan-pendekatan yang lebih spekulatif, > walau saya harus sedikit membedah pemikiran saya > tentang wacana ini. IZAM: Terima kasih untuk anda, karena anda bersedia untuk merinci pendekatan-pendekatan yang anda anggap lebih spekulatif itu. > > Saya masih teringat saat kita- sahlan, irwan, ijal, > bung izam dan saya- di kediaman ppi periode anda , > kita mengadakan diskusi yang sangat mendetail sekali > dan sampai mengeraskan urat-urat leher. Malam itu Bung > membuka diskusi non formal di antara kita yang > membahas tentang kemunduran ppi peridoe bung yang > konon menjadi perhatian khusus bagi anggota ppi dan > memprihatinkan. IZAM: Oh ya, saya tak mengira bahwa diskusi tersebut ternyata juga membekas di hati anda. > Saya katakan perhatian khusus karena sebagian > kawan-kawan ppi yang tinggal di secretariat merasa > �maaf- tidak `nyaman' dengan keadaan rumah baru itu > sehingga hal ini sangat memprihatinkan. Mereka > akhirnya membuat beberapa perbandingan dari periode2 > sebelumnya. IZAM: Saya memaklumi bahwa anda tidak akan merasa nyaman tinggal di Sekretariat PPI yang kecil diakhir masa periode saat itu. Tapi langkah itu sengaja kami ambil karena mengingat kas PPI yang sangat terbatas. Ingat, PPI telah mengeluarkan dana sekretariat belasan ribu per bulan, tapi pemasukan dan pengeluaran PPI tersebut tidak berimbang, apalagi pengeluaran lebih besar dari pemasukan, maka itu artinya rugi. Kita terlalu dimanja oleh PPI perode-periode sebelumnya. Anda boleh- boleh saja membandingkan dg PPI sebelumnya. Tapi perlu dicamkan juga bahwa bila hanya mengharapkan dr "orang-orang Khos" yang anda maksudkan itu, itu artinya tidak ada kemajuan. Ingat ya, "orang-orang Khos" tidak selalu sama. Berbeda-bedanya "orang-orang Khos" itu akan menyebabkan kebijakan yang berbeda pula. Masa sdr. Mujab saya yakin pasti berbeda dg masa Rahmat. Begitu pula masa Qisai pasti akan berbeda dg masa Nazaruddin Khan, perbedaan itu ada yang sifatnya membawa kemajuan dan ada yang membawa kemunduran. Yang penting masing-masing periode tersebut say akan pasti ada perbedaannya. > Dari diskusi itu saya menangkap satu pemikiran sahlan > syuhada, irwansyah dan musrijal yang mengeluarkan > sebuah statement tentang kemajuan periode terdahulu > (periode Ust. Mujab Mashudi, Rahmad Rangkuty dan > Nazaruddin Khan) yaitu adanya pendekatan-pendekatan > kepada orang-orang Khos di lingkungan KBRI (Dubes > beserta Kabid-kabid KBRI dan Kabag T.U). IZAM: Sekali lagi saya ulangi bahwa antara PERSON yang satu dengan PERSON yang lainnya pasti berbeda kawan. Jadi anda tak usah menyamaratakan semua org. Perlu anda ketahui, saya adalah orang yang paling tidak setuju bila pendekatan-pendekatan tersebut hanya mengharapkan sesuatu dibalik pendekatan itu. Sebab begini, bila anda telah mengadakan pendekatan dg seseorg, lantas dibelakang pendekatan itu ada tujuan lain. Nah, yg saya khawatirkan bila maksud anda kepada yang bersangkutan tidak tercapai, lantas akhirnya pendekatan tersebutkan akan menjadi renggang kembali. Apa artinya sebuah pendekatan kalau seperti ini akibatnya, hehehe :-) > Para ketua terdahulu juga mengalami hal yang sama > dengan Bung sebagai orang nomor satu di PPI india. > Namun, spekulasi mereka dengan beragam strategi untuk > membuat pendekatan-pendekatan terhadap orang-orang > Khos tersebut berbunga bahkan berbuah manis sehingga > keuangan kas ppi melonjak buanyaaaaak. Kucuran > dana-dana ataupun sumbangan tak terkira masuknya. IZAM: Setelah saya mengetahui bahwa PERSON yang anda bayangkan itu tidak lagi seperti yang dulunya, maka saya mencoba untuk mencari jalan lain dg mencoba membangkitkan kreatifitas rekan-rekan PPI itu sendiri. Pernah juga kita merencanakan untuk membuat kalender yang foto-foto di kalender itu adalah merupakan foto-foto kegiatan yang diadakan oleh PPI. Tapi begitu berkonsultasi kepada rekan-rekan yang saya anggap mampu dan ahli dlm masalah ini, eee, malahan bukan mendukung rencana ini, tapi malah mengatakan bahwa pembuatan kalenderini juga sudah pernah diadakan, tapi hasilnya gagal total. Antusias saya besar, tapi begitu semangat ini dipatahkan ditengah jalan, maka sayapun akhirnya mememdamnya. Padahal yg saya harapkan adanya masukan dan dukungan. > Berangkat dari fenomena ini saya mengambil kesimpulan, > kemajuan periode terdahulu mampu `banting tulang dan > peras keringat' untuk membuat pendekatan-pendekatan > kepada Bapak-Bapak Khos tsb. Apakah ini bukan sebuah > spekulasi Bung???? IZAM: Ide yang semacam inilah yang menyebabkan kita itu mandek dan berpikiran sempit, saat berdiskusi kala itu, saya kan juga sempat membeberkan siapa-siapa saja "mereka" yang bermain untuk "mencegat" PPI tersebut. Tapi saat itu rekan-rekan peserta diskusi non formal saat itu masih meminta saya untuk pendekatan-pendekatan. Perlu saya sampaikan, bahwa jika pendekatan itu adalah stategi anda, maka anda sendiri juga harus maju untuk mengadakan pedekatan tersebut. Sebab bila semuanya diserahkan kepada Ketua, maka wajarlah kedudukan sebagai ketua itu menjadi dihindari, bukan malah dicari. Karena itu, saya menginginkan adanya ide-ide cemerlang dan lebih kreatif lagi. Sekarang permasalahan di lapangan telah anda ketahui. Nah, bagaimana solusinya lagi??? > Saya kira itu tidak perlu > diperjelaskan atau diperinci lebih dalam lagi, saya > yakin bung memahaminya. Dan posisi saya waktu itu > sebagai seorang pendengar. Hanya saja hal itu masih > terngiang di telinga saya, bertepatan pula topik > milist internal kita akhir-akhir ini mengarah kesana. IZAM: Itulah yang saya sayangkan, kita terlalu banyak jadi pendengar, penonton, tapi tak pernah bersuara dan mengeluarkan ide, serta menjadi pemain. Tapi bila pemain tersebut dianggap gagal, anda malah mencecarnya, tanpa pernah menawarkan solusi yang lebih indah. Itulah sebabnya pada email saya terdahulu, kita ini kadang terlalu besar mulut (baca: banyak cakap, bhs melayunya) :)) > Tentunya pendekatan-pendekatan `Aam yang saya maksud > adalah pendekatan kepada kami anggota ppi yang sering > ngumpul bersama bung, bercanda, berdiskusi dan > lainnya. IZAM: Eiiip, apakah anda telah menganggap saya sebagai orang yang "menjaga jarak" dengan anggota? Tolong berfikir panjang sebelum menulis hal yang semacam ini sekali lagi ya.... hahahaha. > Bung sendiri terkadang kurang mendengarkan > aspirasi kami sbg anggota dan ide-ide kami yang > sedikit bisa memecahkan permasalahan ppi dan membantu > program-program ppi ke depan. IZAM: Posisi ketua itu adalah menampung ide, menyaring ide. Bila dianggap menguntungkan menjalankan ide tersebut, maka Insya Allah akan kita coba untuk menjalankannya. Tapi sekali lagi, anda jgn hanya membiarkan ketua sendirian menjalankan program-programnya. Sebab bila ketua saja yang bergerak, sedangkan yang lain hanya bisa diam melempam, mencerca, mengkritisi tanpa pernah menawarkan solusi, itu artinya sama dengan membunuh ketua dalam lipatan sarung bantal. Hahahahahaha. > Saya berharap semoga bung paham dengan apa yang saya > maksudkan di atas dalam menjawab pertanyaan2 bung dan > merinci tentang kata-kata saya di email yg lalu. IZAM: Iya, saya sekarang mengerti sampai dimana anda bisa memahami PPI ini. Pernah anda berfikir ttg apa yang ada dibenak sang ketua jika melihat kondisi kasnya yang semakin hari semakin menipis. Kalau memang anda ingin merasakan indahnya kenangan menjadi sang ketua, inilaha kesempatan yang besar buat anda untuk menduduki posisi tersebut. Tapi ingat Jusman Masga dan Iskandar Abdullah ada didepan anda. Bekkekekeke. > Mohon maaf saya, karena saya menuliskan email ini > bukan atas dasar sentimen atau apalah namanya. Hal ini > saya apresiasikan dalam wacana milist internal karena > saya mendengar argument-argument rekans ppi ketika > ngumpul-ngumpul dan menjelang tidur malam di depan > teve ppi. IZAM: Saya juga mohon maaf bila cabaran saya ini terasa menohok jantung, tapi saya juga tak bermaksud lain, kecuali menginginkan adanya KEMAJUAN CARA BERFIKIR diantara kita semua. Karena itu, saya sangat bangga dengan curhat-curhat mantan anggota-anggota saya ini. Karena selama ini, banyak yang hanya bisa bersuara di belakang saja. Sehingga kdg2 sering terjadi kesalahpahaman diantara kita. > Afwan ya Akhi� IZAM: Iya, saya juga mohon maaf, mohon anda tak memperlihatkan muka masamnya itu di depan orang ramai, malu kita nanti. Udah gede koq. > Wassalam > Muchlis Zamzami Can > > Anggota ppi termiskin di India yang gak di dengar > aspirasi nya. hiiiikssssssss IZAM: Hei, anda jgn pernah merasa paling miskin, sebab itu hanya akan membuat anda akan terus bersedih dan berkecil hati. Anda harus bangga, walau apapun ceritanya, anda masih bisa kuliah di Luar Negeri. Banyak rekan2 kita di tanah air yang tak kuat untuk membiayai kuliahnya. Ada yang mampu secara finacial, tapi keinginan untuk kuliah itu pula yang tak ada. Ada yang mau kuliah, tapi secara finacial terbatas pula. Udahlah, tancapkan kaki anda dalam-dalam menghujam bumi ini, kemudian tataplah langit yang luas, nicacaya kau akan melihat banyak nimmat Tuhan YME bertaburan di sana. Ambillah nikmat-nikmat itu, asal anda mau berusaha dan berikhtiar saja. Bersedih, berpangku tangan adalah bukan cara untuk menyelesaikan masalah. Maaf, saya sedikit menggurui...hehehe. Terakhir, eh da, jgn gara-gara di milis ini, uda jd marah benaran pula ya, ntar saya balik kan warnet Haris ini...., Hahahahahaha. Wassalam, IzaM, Midnite Safdarjung dan yg nggak bisa tidur karena ingat ama seseorg. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan di www.arsip.zor.org ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru 3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
