Buat semua anggota milis PPI-India di mana pun berada, Salam Merdeka !.
Proses demokratisasi Indonesia sangat cepat dan substansial. Dalam waktu yang sangat singkat sistem demokrasi Indonesia melampaui beberapa negara maju, termasuk Amerika Serikat atau India. Contohnya kita sudah melaksanakan pemilihan presiden secara langsung, mereka belum, India juga belum. Pemilihan tidak langsung ini memang membawa dampak kita memillih "kucing dalam karung" masih rawan terjadi. Pemilu India barus ini menghasilkan Congress dan sekutunya sebagai pemenang dan mendapat mandat membentuk pemerintah. Proses politik atau mandat rakyat sebetulnya tertuju kepada Sonia Gandhi sebagai presiden partai pemenang pemilu, tetapi proses politik selanjutnya membuat hasil akhir menjadi menyimpang atau mengalami deviasi yang memunculkan Dr. Manmohan Singh sebagai PM. Hampir saja terjadi kekisruhan politik di negeri demokrasi tebesar di dunia ini.
Pemilu AS terakhir dimenangkan oleh George Walker Bush sehingga dia menjadi presiden menggantikan Bill Clinton yang tidak bisa lagi mencalonkan diri karena telah memegang jabatan dua kali. Kalau dihitung jumlah suara (vote) pada saat itu maka sebenarnya Bush kalah dari lawannya. Ini disebabkan oleh sistem pemilihan berdasarkan jumlah suara per negara bagian.
Pemilu Presidensial Indonesia dengan sistem langsung, tiap orang punya satu suara dan tiap suara bernilai sama. Artinya suara seorang Abang beca akan sama nilainya dengan suara seorang jenderal atau konglomelarat. Calon presidensial yang menerima 50 persen tambah satu suara dari keseluruhan suara yang masuk dinyatakan sebagai pemenang (langsung) pada putaran pertama. Dalam keadaan demikian putaran kedua pemilihan presiden tidak diperlukan lagi, kita langusng memiliki calon presiden terpilih yang tinggal menunggu pelantikan. Tetapi kalau tidakada calon presiden dari yang kelima calon pasangan yang memenangkan 50 % + 1 suara, maka putaran kedua akan dilangsungkan antara peraih suara terbanyak pertama dan peraih suara terbanyak kedua saja. Putaran kedua akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2004. Para aspiran yang lain harus menunggu kesempatan berikut 5 tahun lagi.
Jadi dengan demikian terlihat jelas bahwa setiap suara mempunyai nilai yang sama dengan suar lain. Tidak pandang bulu atau status, juga tidak pandang tempat. Kalau dulu di pemilu parlemen suara luar negeri dialokasikan hanya untuk daerah pemilihan dua DKI Jakarta. Pada pemilu presidensial satu suara di New Delhi sama alokasinya dengan satu suara di Sumenep sana atau di Pangkalan Bun.
Karena itu jangan lupa untuk memilih pada tanggal 5 Juli 2004 mulai jam 08.00 di KBRI New Delhi. Pilihlah calon presiden yang sesuai hati nurani sodara-sodara (pakai o). Love u all.
Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*.
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan di www.arsip.zor.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
