Pada hari Sabtu, 29 Agustus 2004 PPI untuk kedua kalinya mengadakan malam acara pemberian penghargaan pada dua mahasiswa yg mencapai nilai tertinggi. Tahun ini, dua topper terbaik diraih oleh Sdr. Hermansyah 'Azamgarh' Yahya dan Sdr. Asnadi Hasan. Keduanya adalah mahasissa jurusan teologi Aligarh University. Masing-masing mencapai persentase nilai 82% dan 75%.
Setelah acara selesai, di tengah-tengah kesibukannya menerima ucapan 'Selamat'dari teman-teman yg hadir, Azamgarh (AZ) masih menyempatkan diri memenuhi permintaan saya (MG) untuk suatu wawancara eksklusif. Berikut petikannya: MG: Selamat ya Azamgarh atas keberhasilannya meraih nilai tertinggi. AZ: Terima kasih. Sebenarnya saya tidak nyangka bakal dapat nilai tertinggi. Ya, ini saya anggap hikmah dari kegagalan tahun lalu. MG: Kegagalan? Jadi Anda dulu gagal tidak naik tingkat? AZ: Bukan gagal ujian, tapi kegagalan cinta. (sambil menunduk sedih) MG: Oh, maaf pertanyaan saya ngingetin kenangan masa lalu Anda. AZ: Tak apa. Sekarang justru mental saya semakin kuat. Satu kegagalan telah memotivasi saya menuju keberhasilan di bidang lain, yg justru lebih penting. MG: Ngomong-ngomong, berapa hadiah yg Anda terima? AZ: Hm banyak sekali. cukuplah untuk bayar sewa kamar di Aligarh selama setahun. MG: Wah, berarti sekitar RS. 12.000 ya? Banyak sekali tuh bagi ukuran mahasiswa kere seperti Anda? AZ: hahaha.. jangan ngeledek ya. Masa kayak gini kere sih (sambil mamerin HP sony-ericson yg baru dibeli di Saudi, titip sama anggota temus). MG: Anda tidak kere kok. Maksud saya, saya yg kere. Oh ya bung Azamgarh, PPI berarti cukup banyak duitnya donk bisa ngasih beasiswa senilai RS 20.000 pada dua orang terbaiknya? AZ: (terdiam lama..) Hm.. sebenarnya saya tidak ingin mengungkap hal ini tapi gimana ya, terus terang saya tau persis PPI tidak punya duit dan tidak mungkin mampu ngadain acara kayak gini... MG: Maksud Anda? Bisa lebih spesifik? AZ: Iya, acara ini dari info yg saya dapat dari pengurus PPI memerlukan biaya sekitar RS.25.000. Anda bayangkan untuk membayar sewa rumah bulanan aja PPI kerepotan. Apalagi ngadain acara macam gini yg tidak terlalu mendesak banget. MG: Jadi? bisa lebih spesifik lagi bung Azamgarh? AZ: Maksudnya, semua acara ini bisa terlaksana berkat bantuan seorang masyarakat Indonesia di India yg sangat peduli pada pendidikan dan masa depan generasi muda. MG: Boleh tahu siapa dia? AZ: Maaf, saya tidak bisa ngasih tahu. Tahu sendirilah saudara kondisi di sini. Kadang, suatu kebaikan kalau diekspose bukan malah bikin orang lain pingin meneladani, tapi malah membangkitkan rasa iri dan dengki. MG: Lho? Mana bisa gitu? AZ: Ya begitulah adanya. Dulu, ketika Pak Uton sangat baik dan dekat ama kita-kita, ada pejabat tinggi yg negur dia supaya tidak dekat-dekat ama mahasiswa. Nasib serupa juga terjadi pada Dubes Afghanistan yg dulu berkantor di Delhi. MG: Apakah sekarang masih seperti itu? AZ: Sekarang saya lihat sudah banyak berubah. Orang baik sudah banyak di KBRI. Mereka tampaknya sudah lebih terbuka dan tidak lagi suka iri-dengki pada orang lain yg berbuat baik melebihi mereka. MG: Apa harapan bung Azamgarh pada mereka? AZ: Saya berharap events pemberian beasiswa pada mahasiswa ini menjadi kebiasaan tahunan PPI. Dan saya harap lagi, agar donaturnya tidak hanya satu orang, tapi lebih banyak lagi. Agar lebih banyak lagi mahasiswa yg bisa menikmati beasiswa tahunan ini dan lebih dekat lagi hubungan antar Masyarakat-Mahasiswa India. MG: Semoga harapan Bung Azamgarh terwujud dan didengar oleh mereka. Ngomong2, apa Anda sekarang masih sakit hati dg kegagalan cinta masa lalu? AZ: Ahh... let's bygone be bygone yaarrr. Yg lalu biarlah berlalu. Ssst, saya lagi ngincar "buruan" baru nih. Doakan kali ini sukses ya.. hheiehie MG: pasti saya doakan. Terus apa pesan Azamgarh pada mahasiswa? AZ: Wah ini susah, karena teman2 kebanyakan lebih tua dari saya. Tapi kalo boleh sih saya ingin pesan: belajar yg rajin dan jangan banyak buang2 waktu. Abang2 saya tuh saya lihat suka sekali bersantai-santai.hahaha maaf ya abaanggg..... MG: Apa ada pesan khusus lagi? AZ: Ada. saya infokan pada adik saya Irwansyah, bahwa mulai sekarang kalau mau merokok tidak usah malu-malu. Merokoklah di depan saya, saya tidak keberatan kok. Ngapain pake sembunyi2 segala, bikin saya jadi terpaksa main kucing-kucingan juga kalau dia abis makan. MG: Ok bung Azamgarh, semoga pesan2 Anda dibaca oleh yg bersangkutan. *** Wawancara ditutup ketika saya lihat Azamgarh tampak susah sangat capek dan ngantuk. Ketika tertidur, tampak senyuman manis menghiasi bibirnya. Tak tahan membayangkan betapa beruntungnya dia dapat beasiswa ... ===== Mario Gagho Political Science, Agra University, India __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru dan www.ppi.4t.com ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru 3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
