catatan: di bawah adalah komentar konjen mumbai bpk rahardjo mustadjab di milis nasional [EMAIL PROTECTED] soal maraknya "studi banding" yg dilakukan pejabat tinggi negara ke malaysia. kritik serupa juga pernah dilakukan sdr. jusman masga yg sekarang jadi ketua ppi-india dan dimuat di harian Serambi Indonesia, aceh, tahun lalu. Isinya kurang lebih sama dg nuansa berbeda tentunya.
saya kira, manusia pragmatis dan opportunist akan selalu ada di mana- mana dan bahkan relatif lebih banyak, dibanding yg berjenis idealis. akan tetapi, di tengah dua jenis ektrim itu (idealis dan opportunis) terletak jenis manusia yg tengah2 (floating). yg selalu mengikuti arah angin. jenis tengah2 ini menurut saya jumlahnya sangat dominan. jenis 'tengah' ini akan ke kiri (idealis) apabila berada dalam kondisi yg mengharuskannya ke arah itu, dan akan ke kanan (opportunist) apabila dirasa aman. 32 tahun era suharto telah menciptakan ratusan ribu kalangan 'tengah' ini ke kanan dan menciptakan kkn dalam skala raksasa. rekan2 mahasiswa dan masyarakat yg masih peduli dg masa depan bangsa ini tentunya tahu bahwa sekaranglah momen yg paling tepat untuk menciptakan/memaksa kelompok tengah ini ke arah ideal. caranya: dg secara terbuka mengkritisi perilaku penyelewengan, ineffeciency yg mereka lakukan. beri mereka rasa tidak aman. bina hubungan dg seluruh kalangan media di tanah air. laporkan berbagai fakta yg ada. it's a matter of 'now or never'. bapak2 di KBRI tentu bisa membantu kami dg memberikan informasi2 akurat ttg bentuk2 penyelewengan yg terjadi atau akan terjadi, itu kalau memang Anda2 sekalian masih peduli pada kepentingan yg lebih besar; kepentingan bangsa ini in the short term and in the long run. love for all, mario gagho sumber: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/message/16461 From: rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon Oct 4, 2004 3:40 am Subject: Re: [ppiindia] STUDI BANDING MARAK LAGI Ooops. 60 kali sebulan, berarti rata-rata KBRI Kuala Lumpur harus melayani 2 "studi banding" tiap harinya. Tiap "delegasi" hampir selalu disertai isteri/suami bahkan tidak jarang anak. Berapa banyak uang negara keluar untuk mengongkosi wisatawan itu? Sayang yang berani jadi whistle blower, adalah diplomat non-career seperti Dubes Rusdihardjo ini. Sebab diplomat karier takut nanti dihadang DPR waktu test fit-and-proper waktu diajukan jadi Dubes. Para mahasiswa, harap jangan meniru ulah pejabat, DPR, DPRD dan Pemda, lho. Salam, RM --- Tangkisan Letug <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > KBRI Malaysia Kerepotan Terima Tim Studi Banding > Indonesia > Senin, 04 Oktober 2004 | 11:27 WIB > > TEMPO Interaktif, Jakarta:Duta Besar Indonesia untuk > Malaysia, Rusdiharjo mengungkapkan jumlah kunjungan > tim studi banding Indonesia ke Malaysia mencapai 60 > kali perbulannya. Menurutnya, mereka adalah para > pejabat dan anggota DPR dari tingkat pusat hingga > daerah, yang diongkosi negara. > > Karena banyaknya kunjungan, KBRI di Kuala Lumpur > kerap > kerepotan menjamu dan menemani mereka 'berdinas'. > "Mereka sering minta dijemput, kadang-kadang mereka > baru menelepon setelah sampai di bandara," kata > Rusdiharjo ketika mengikuti Diskusi Kebijakan > Agribisnis Kelapa Sawit di Jakarta, Senin (4/10). > > Rusdiharjo mengatakan walaupun mereka bertugas > melakukan studi banding, mereka lebih banyak minta > diantar ke tempat-tempat wisata. Ia menyatakan, tim > studi banding itu merupakan bagian dari sekitar > 600.000 wisatawan Indonesia ke Malaysia. Total > wisatawan asing yang berkunjung ke Malaysia, > sepanjang > 2003 lalu, mencapai 10 juta orang. > > Mawar Kusuma - Tempo > > http://www.tempointeraktif.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru 3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
