Best Regards,

Benny Rachmadin
Learning and Development Centre
Country Human Resources
ABN AMRO, Mumbai
India.
-----------------------------------------------------------------------------------------

Phone : +91 22 5664 7664
Email : [EMAIL PROTECTED]
----------------------------------------------------------------------------------------.

"Survive is not an option, but keep constant improvement is an option"
 =Turn Passion to Action=
----- Forwarded by Benny Rachmadin/IN/ABNAMRO/NL on 10/08/2004 04:49 PM
-----
                                                                                       
                    
                      "Guardy Eridani"                                                 
                    
                      <guardy.eridani@         To:      "FE Ubaya" <[EMAIL PROTECTED]> 
       
                      cp.co.id>                cc:                                     
                    
                                               Subject: [ alumni-feubaya ] Berhenti 
Menjadi Pengemis       
                      10/08/2004 04:34                                                 
                    
                      PM                                                               
                    
                      Please respond                                                   
                    
                      to                                                               
                    
                      alumni-feubaya                                                   
                    
                                                                                       
                    
                                                                                       
                    



                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
  Berhenti Menjadi Pengemis                                                 
                                                                            
  Selama ini, saya selalu menyediakan beberapa uang receh untuk             
  berjaga-jaga kalau melewati pengemis atau ada pengemis yang               
  menghampiri. Satu lewat, ku beri, kemudian lewat satu pengemis lagi,      
  kuberi. Hingga persediaan receh di kantong habis baru lah aku berhenti    
  dan menggantinya dengan kata "maaf" kepada pengemis yang ke sekian.       
                                                                            
  Tidak setiap hari saya melakukan itu, karena memang pertemuan dengan      
  pengemis juga tidak setiap hari. Jumlahnya pun tidak besar, hanya         
  seribu rupiah atau bahkan lima ratus rupiah, tergantung persediaan.       
                                                                            
  Sahabat saya, Diding, punya cara lain. Awalnya saya merasa bahwa dia      
  pelit karena saya tidak pernah melihatnya memberikan receh kepada         
  pengemis. Padahal kalau kutaksir, gajinya lebih besar dari gajiku.        
  Bahkan mungkin gajiku itu besarnya hanya setengah dari gajinya. Tapi      
  setelah apa yang saya lihat sewaktu kami sama-sama berteduh kehujanan     
  di Pasar Minggu, anggapan saya itu ternyata salah.                        
                                                                            
  Seorang ibu setengah baya sambil menggendong anaknya menghampiri kami     
  seraya menengadahkan tangan. Tangan saya yang sudah berancang-ancang      
  mengeluarkan receh ditahannya. Kemudian Diding mengeluarkan dua lembar    
  uang dari sakunya, satu lembar seribu rupiah, satu lembar lagi seratus    
  ribu rupiah. Sementara si ibu tadi ternganga entah apa yang ada di        
  pikirannya sambil memperhatikan dua lembar uang itu.                      
                                                                            
  "Ibu kalau saya kasih pilihan mau pilih yang mana, yang seribu rupiah     
  atau yang seratus ribu?" tanya Diding                                     
                                                                            
  Sudah barang tentu, siapa pun orangnya pasti akan memilih yang lebih      
  besar. Termasuk ibu tadi yang serta merta menunjuk uang seratus ribu.     
                                                                            
  "Kalau ibu pilih yang seribu rupiah, tidak harus dikembalikan. Tapi       
  kalau ibu pilih yang seratus ribu, saya tidak memberikannya secara        
  cuma-cuma. Ibu harus mengembalikannya dalam waktu yang kita tentukan,     
  bagaimana?" terang Diding.                                                
                                                                            
  Agak lama waktu yang dibutuhkan ibu itu untuk menjawabnya. Terlihat ia    
  masih nampak bingung dengan maksud sahabat saya itu. Dan,                 
  "Maksudnya... yang seratus ribu itu hanya pinjaman?"                      
                                                                            
  "Betul bu, itu hanya pinjaman. Maksud saya begini, kalau saya berikan     
  seribu rupiah ini untuk ibu, paling lama satu jam mungkin sudah habis.    
  Tapi saya akan meminjamkan uang seratus ribu ini untuk ibu agar esok      
  hari dan seterusnya ibu tak perlu meminta-minta lagi," katanya.           
                                                                            
  Selanjutnya Diding menjelaskan bahwa ia lebih baik memberikan pinjaman    
  uang untuk modal bagi seseorang agar terlepas dari kebiasaannya           
  meminta-minta. Seperti ibu itu, yang ternyata memiliki kemampuan          
  membuat gado-gado. Di rumahnya ia masih memiliki beberapa perangkat       
  untuk berjualan gado-gado, seperti cobek, piring, gelas, meja dan         
  lain-lain.                                                                
                                                                            
  Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya kami bersama-sama ke rumah ibu     
  tadi yang tidak terlalu jauh dari tempat kami berteduh. Hujan sudah       
  reda, dan kami mendapati lingkungan rumahnya yang lumayan ramai. Cocok    
  untuk berdagang gado-gado, pikirku.                                       
                                                                            
  ***                                                                       
                                                                            
  Diding sering menyempatkan diri untuk mengunjungi penjual gado-gado       
  itu. Selain untuk mengisi perutnya -dengan tetap membayar- ia juga        
  berkesempatan untuk memberikan masukan bagi kelancaran usaha ibu          
  penjual gado-gado itu.                                                    
                                                                            
  Belum tiga bulan dari waktu yang disepakati untuk mengembalikan uang      
  pinjaman itu, dua hari lalu saat Diding kembali mengunjungi penjual       
  gado-gado. Dengan air mata yang tak bisa lagi tertahan, ibu penjual       
  gado-gado itu mengembalikan uang pinjaman itu ke Diding. "Terima          
  kasih, Nak. Kamu telah mengangkat ibu menjadi orang yang lebih            
  terhormat."                                                               
                                                                            
  Diding mengaku selalu menitikkan air mata jika mendapati orang yang       
  dibantunya sukses. Meski tak jarang ia harus kehilangan uang itu          
  karena orang yang dibantunya gagal atau tak bertanggung jawab.            
  Menurutnya, itu sudah resiko. Tapi setidaknya, setelah ibu penjual        
  gado-gado itu mengembalikan uang pinjamannya berarti akan ada satu        
  orang lagi yang bisa ia bantu. Dan akan ada satu lagi yang berhenti       
  meminta-minta.                                                            
                                                                            
  Ding, inginnya saya menirumu. Semoga bisa ya.                             
                                                                            
  Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)                                         
                                                                            
                                                                        (Em 
                                                                        bed 
                                                                        ded 
                                                                        ima 
                                                                         ge 
                                                                        mov 
                                                                         ed 
                                                                         to 
                                                                        fil 
                                                                         e: 
                                                                        pic 
                                                                        217 
                                                                        94. 
                                                                        gif 
                                                                          ) 
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            




"UNLESS YOU SPREAD YOUR WINGS, YOU WILL HAVE NO IDEA HOW FAR YOU CAN FLY."

Visit:
http://groups.yahoo.com/group/alumni-feubaya

You can send photo, file, etc. Just upload it !
_____________________________________________________________________
If you just want to receieve messages in one e-mail, change your e-mail
setting by send e-mail to :

[EMAIL PROTECTED]
_____________________________________________________________________


                                                             
                    Yahoo! Groups Sponsor                    
                                                             
                                                             
                                                             
                        ADVERTISEMENT                        
                                                             
                                                             
                                                             
                                                             
                                                             



Yahoo! Groups Links
      To visit your group on the web, go to:
      http://groups.yahoo.com/group/alumni-feubaya/

      To unsubscribe from this group, send an email to:
      [EMAIL PROTECTED]

      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

      ---------------------------------------------------------------------------
      This message (including any attachments) is confidential and may be
      privileged. If you have received it by mistake please notify the
      sender by return e-mail and delete this message from your system. Any
      unauthorised use or dissemination of this message in whole or in part
      is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to
      change.
      ABN AMRO Bank N.V. (including its group companies) shall not be
      liable for the improper or incomplete transmission of the information
      contained in this communication nor for any delay in its receipt or
      damage to your system. ABN AMRO Bank N.V. (or its group companies)
      does not guarantee that the integrity of this communication has been
      maintained nor that this communication is free of viruses,
      interceptions or interference.
      ---------------------------------------------------------------------------




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni 
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: 
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<attachment: pic21794.gif>>

Kirim email ke