Indahnya Perjalanan Delhi-Aligarh (1)
Oleh BR Kelana*

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sesaat setelah saya menunaikan "kewajiban" saya di Jamia Millia 
Islamia pada Selasa lalu, terbetiklah di hati saya untuk 
bersilaturrahmi ke Aligarh. Sebab, di kampung Aligarh inilah, banyak 
putra-putri Indonesia yang ketika ke India ini masih bocah dan lugu, 
kini mereka jebolan Aligarh ini telah banyak yang menjadi Orang Besar 
setibanya di Indonesia. 

Rabu, setelah mendapat persetujuan dari adangda Mario Gagho dan 
kakanda Rahma Nita, saya pun meluncur ke Aligarh dengan menumpang 
Perahu Kramat Indah No. 750 saja. Perjalanan saya ke Aligarh ini 
dikawal secara super bin super ketat oleh Asna Di. Sengaja beliau 
saya tunjuk, karena ketika saya ke India beberapa puluh minggu silam, 
Asna Di ini salah seorang yang turut menanti ketibaan saya di IGIA 
New Delhi. 

Perjalanan dari New Delhi ke Aligarh cukup menarik sekali, apalagi 
sesekali kita melihat nelayan yang sangat menikmati pekerjaanya 
sebagai "pemburu" ikan di laut. Ombak yang saling kejaran menambah 
keindahan perjalanan di kala itu. Kawan-kawan, belom pernahkan ke 
Aligarh naik perahu? Sorry nih, namanya aja khayalan, hehehehe.

Setelah perahu Kramat Indah ini memasuki pelabuhan "Tak Bernama" di 
Aligarh, sayapun keluar dan langsung memesan helikopter tiga roda 
untuk memasuki kawasan Dodhpur. Maklum, di sini belom ada 
transportasi yang layak untuk saya naiki. ce ille... sombong banget 
loe, kakakakaka.

Ketibaan saya di Dodhpur disambut hangat oleh Tuan ManugerenJi, 
beliau ini adalah salah seorang pakar ilmu "Manuology" [maaf, ini 
masih ilmu baru, jd saya gak punya otoriotas untuk mengubrak-abriknya 
di forum ini...:D]. Sesaat kemudian, Kepala Suku aligarh, Tuan Kuhai 
Lid pun datang ke Dodpur. Menariknya, Tuan Kuhai Lid meninggalkan 
apartemennya setelah meminta izin dari Tuan Fadlan Abul Haya. Ke Abul 
Haya, Kuhai Lid iizn mau ke mesjid, eh tak taunya ke Dodhpur. Jangan 
biasakan menipu kawan Mr. Lee... :P

Perlu diketahui juga bahwa Fadlan ini adalah pakar ilmu "debusology". 
Bahkan pernah dalam salah satu acara di KBRI New Delhi Tuan Fadlan 
Abul Haya ini memperlihatkan "kebolehannya" di depan khalayak ramai. 
Namun, karena saat itu di dalam hatinya telah tersusupi unsur ria, 
maka Tuan Abul Haya membatalkan niat "Debus"-nya. Kalau nggak, 
putuslah sudah tangan kawan tu... hahahaha.

Setelah di Mesjid Agung Aligarh selesai melaksanakan Tarawih, maka 
Tuan Kuhai Lid pun bergegas pulang, karena yakin bahwa Tuan Abul Haya 
pun sudah menantinya pula di apartemennya. Sayapun tak tahu lagi apa 
yang mereka perbuat setelah itu ??? 

Kisah punya cerita, setelah Kuhai Lid meninggalkan Dodhpur, saya pun 
mulailah mengosongkan pikiran saya yang selanjutnya duduk bersimpun 
di hadapan bang ManugerenJi untuk mengikuti kuliahnya yang berkenaan 
dengan ilmu "Manugerenolgy" ini. Saya malam itu memang banyak belajar 
dari beliau. Point pembukaan dari kuliahnya yang paling berkesan bagi 
saya adalah, bahwa banyak diantara lawan kita berbicara, maunya 
selalu mendominasi pembicaraan. Kalau sudah begini, yakinlah dan 
perhatikan bahwa Tuan Razi akan segera meninggalkan arena dan 
gelanggang perkuliahan.

Secepat kilat, saya pun langsung balik bertanya kepada bapak Yth. 
ManugerenJi ini. "Tuan, bagaimana menurut tuan sistem pendidikan di 
India ini bila kita bandingkan dengan sistem pendidikan kita di tanah 
air", begitu pertanyaan saya. Dengan berlinang air mata, Tuan Ji ini 
menjawab pertanyaan ini ditinjau dari aspek positif dan negatifnya 
sistem pendidikan di kedua negara ini. Setelah baliau menjabarkan 
secara panjang lebar, para gadis yang sedari awal sudah menyiapkan 
makanan dan minuman khas "Kerajaan Riau" tempo dulu, memasuki ruang 
perkuliahan kami. Sambil melirik sedikit, sayapun bertanya lagi 
kepada Tuan Ji. "Tuan, siapakan gadis tinggi semampai itu?" Dengan 
nada tinggi, beliau menyergap. "Huh, dasar anak bandel". (sambil 
menjewer kupingnya sendiri, hahahahaha).

Menariknya, perkuliahan di malam itu berjalan damai, dan sayapun 
merasa cukup puas sekali dg hasil perkuliahan di malam itu. Mengingat 
pengupas topik tentang pendidikan ini juga dibeberkan secara mantaf 
oleh pakar pendidikan di Indonesia. Hanya saja, selama ini banyak 
orang yang tidak mengetahuinya. Perkuliahan baru selesai setelah 
makan sahur. Ayam Panggang dan Nasi Goreng dengan bumbu khas Thailand 
menjadi saksi berakhirnya perkuliahan di malam itu. 

Meskipun diantara perkuliahan tersebut juga diselingi dengan topik-
topik yang berkenaan dengan kemaslahatan umat, tapi, apa saja yang 
dibahas akan saya teruskan pada tulisan saya selanjutnya. [Aligarh, 
setelah larut malam] (bersambung....)

*) BR Kelana adalah Nahkoda Perahu Lancang Kuning, bermastautin di 
Okhla Palace, New Delhi.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppi-india.uni.cc  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni 
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: 
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke