Credibility Has to be Earned (6) "Nulis Buku, Pak
Dosen!"
Oleh Mario Gagho
Nulis Buku, Pak Dosen!
Cara termudah bagi seorang akademisi untuk membangun
kredibilitas akademiknya adalah dg menulis buku.
Terutama bagi mereka yg sudah menjadi dosen. Apakah
saya sedang bercanda? Kalau menulis artikel singkat di
koran atau menulis paper ilmiah untuk jurnal saja
"tidak sempat", bagaimana mungkin "ada waktu" untuk
menulis buku?
Menulis buku bagi seorang dosen sebenarnya sangat
mudah. Rata-rata dosen UI, UGM, ITB, dll menulis buku.
Isinya pun sederhana tapi cukup representatif. Waktu
kuliah S1 jurusan hukum di Indonesia, saya terkesan dg
buku "Dasar-dasar Ilmu Politik" karya Prof Miriam
Budiarjo, guru besar UI yg mantan diplomat di AS.
Isinya ringan tapi berbobot dan yg lebih penting lagi
semua kandungan buku tsb adalah kumpulan materi
kuliahnya selama setahun di FISIP UI!
Apa yg dilakukannya merupakan ide sederhana tapi
cemerlang: menulis buku dari kumpulan materi kuliah yg
diajarkan pada mahasiswa. Dg demikian, bisa dipastikan
bahwa semua dosen dapat menulis buku. Paling sedikit,
setahun sekali. Asal setiap materi kuliah dipersiapkan
secara serius. Tidak sulit, bukan?
Kandungan buku yg berasal dari kumpulan materi kuliah
dosen sebenarnya bukan hal baru. Semua dosen di
seluruh dunia melakukan hal serupa, termasuk
dosen-dosen kita di India, di Mesir, Eropa, Amerika,
dll. Saya ungkapkan lagi di sini, karena saya melihat
dosen-dosen alumni India belum ada yg melakukannya;
mungkin belum tahu atau mungkin lupa. Apapun
kemungkinannya tidak ada jeleknya kalau saya ingatkan
kembali.
Buku juga dapat berupa kumpulan makalah ilmiah yg
pernah kita bawakan di sejumlah seminar, pernah dimuat
di jurnal atau kompilasi tulisan artikel pendek yg
pernah dimuat di media. Buku sejumlah tokoh akademisi
banyak juga yg berasal dari kumpulan tulisan mereka di
media. Buku-buku Prof Dr Nurcholis Madjid seperti
"Keislaman dan Keindonesiaan", "Islam dan Peradaban",
dll. adalah salah satu contoh.
Kenapa kalangan akademisi umumnya begitu getol menulis
atau menyusun buku? Jawaban pertama yg keluar adalah
"untuk membangun kredibilitas atau reputasi akademis".
Ini tidak berarti bahwa kalangan akademisi yg tidak
mempunyai karya ilmiah sama sekali sebagai bodoh.
Tidak. Ia bisa saja pintar, bahkan mungkin saja lebih
pintar dari yg menulis. Tapi, tanpa memiliki karya
bagaimana orang lain tahu bahwa anda memiliki
kapabilitas/kemampuan akademis yg mumpuni? Bagaimana
orang tidak akan meragukan ijazah dan titel Anda yg
berderet-deret? Dan pada tataran praksis, bagaimana
Anda dapat mencapai kredit poin untuk menjadi profesor
apabila tanpa memiliki karya tulis?
Akademisi Pakar dan Non-Pakar
Secara faktual, walaupun tidak pernah disebut secara
eksplisit, kalangan akademisi terbagi menjadi dua
kelompok: pakar dan non-pakar. Apabila Anda rajin
menonton channel TV berita internasional seperti CNN,
BBC, CNBC atau rajin membaca jurnal dan majalah
internasional seperti TIME (www.time.com), NEWSWEEK
(www.newsweek.com), Al Jazeera (www.aljazeera.net),
The Guardian (www.guardian.co.uk), The Times
(www.times.co.uk), Internationl Herald Tribune
(www.iht.com), dll, maka anda akan melihat siapa saja
tokoh-tokoh yg mengisi di situ. Dari kalangan
akademisi, biasanya yg muncul tulisannya atau
wawancaranya adalah mereka yg sudah menulis buku. Di
CNN atau BBC umpamanya, di bawah gambar tokoh yg
diwawancarai biasanya selalu ada keterangan tentang
buku yg ditulisnya yg berkaitan dg topik wawancara.
Begitu juga dg kalangan akademisi yg mengisi
kolom-kolom majalah internasionl. Bangga sekali saya
rasanya ketika melihat tampang dan tulisan Gunawan
Mohamad, mantan pemred majalah TEMPO, tampil di
majalah bergengsi Amerika, TIME. Di akhir tulisannya
ada keterangan singkat bahwa dia adalah penulis buku
SIDELINES (kumpulan tulisannya di Tempo dalam kolom
Catatan Pinggir).
Apa artinya semua ini? Jelas, seorang akademisi baru
dianggap pakar yg kredibel dan patut didengar
kata-katanya kalau dia sudah membuahkan karya tulis,
terutama yg berbentuk buku. Baik itu berupa kumpulan
tulisan pendek atau karya utuh. Tanpa itu, janganlah
merasa bangga hanya karena telah berhasil menjadi
dosen. Karena kredibilitas kedosenan/akademisi Anda
masih dipertanyakan banyak orang.
Nah, apakah seorang akademisi yg tak memiliki karya
tulis pantas dianggap pakar? Apakah gelar M.A. dan
Ph.D belum cukup untuk menjadi akademisi pakar yg
kredibel? Tentu saja bisa. Akan tetapi masalahnya
adalah, pertama, siapakah yg tahu akan kepakaran anda
bila tidak menulis? Kedua, bagaimana kita dapat
mengklaim diri sebagai pakar apabila keilmuan kita
belum teruji dan dikritisi selain oleh mahasiswa
sendiri yg umumnya akan berpikir dua kali untuk
mengkritisi dosennya. Aturan tak tertulis dalam dunia
kompetisi adalah semakin teruji kualitas seseorang di
"medan tempur", maka akan semakin tinggi kualitas
orang tsb.
Dalam lingkup nasional dan internasional, akademisi yg
belum memiliki karya tulis (published articles, atau
buku), belum dianggap pakar, walaupun dia sudah
bergelar M.A. atau Ph.D. Sebaliknya, walaupun baru
lulus S1 tapi kalau sudah menulis buku bisa dianggap
akademisi pakar. Gunawan Mohamad adalah salah satu
contoh.(bersambung)
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppi-india.uni.cc
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi
nasional: www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/