Terasa sering terngiang di telinga tentang kata-kata "syukur" yang artinya "thankfullnes" atau terima kasih tentunya kepada Tuhan ataupun mahluk. Terima kasih atas segala kejadian dan keadaan yang dirasakan atau diterima.
Pengungkapannya bisa hanya dengan kata-kata saja "Alhamdulillah, saya bersyukur..." ataupun dengan perbuatan yang menunjukkan penghargaan kita terhadap kejadian ataupun keadaan tersebut. Namun ANEHnya, pengungkapan itu bisa menjadi sangat berbeda dan bergantung bagaimana keadaan yang diterima.
Saya pernah mendengar sebuah hadits yang isinya "Sungguh menarik keadaan seorang muslim, bila diberi nikmat ia bersyukur yang merupakan kebaikan dan bila diberi cobaan ia sabar dan itu juga merupakan kebaikan baginya."
Ini mengingatkan saya saat berbincang-bincang dengan Supervisor saya Professor K.J. Barajwad, seorang faculty committe, mantan dean di School of Computer & System Sciences, JNU yang juga merupakan tim placement yang ditunjuk oleh perusahaan IT di India. Dia menceritakan banyak informasi sekitar aktifitas placement yang dilakukannya & selalu menunjuk pada perusahaan yang bernama IBM Co. (International Bussiness Machines).
Saya jadi bertanya-tanya, apa sih istimewanya perusahaan ini hingga berdiri dan menjadi leader company selama lebih dari seabad. Dengan tidak sabar saya langsung ke computer lab. untuk mengunjungi web-nya. Saya baca historynya juga inovasi-inovasi yang dilakukannya untuk mengembangkan serta menggairahkan pasar bisnisnya yang bergerak dalam bidang information technology.
Saya membaca pada era 1990-an IBM mengalami kelesuan pasar atas produk andalannya IBM PC (Personal Computer) karena murahnya harga silicon dan sosialisasi "user-friendly" operating system oleh microsoft dengan Windows-nya yang membuat IBM OS/2 menyingkir dari pasaran yang menjadikan IBM mengalami krisis finansial. Padahal waktu itu IBM sedang mengembangkan dan mendanai riset besar-besaran yakni supercomputer yang diberi nama "Deep Blue" (yang mengalahkan pecatur dunia Garry Kasparov dalam kompetisi catur antara manusia dan mesin). Dan yang menjadi masalah utama bagi sebuah perusahaan adalah pendanaan pegawai yang tersebar di seluruh dunia.
Nah, merupakan tindakan yang sangat mengherankan diambil oleh para komisaris IBM untuk mengangkat seorang CEO (Chief Executive Officer) yang sama sekali tidak berpengalaman di dunia IT, yakni Louis V. Gestner, Jr. Namun mungkin, pihak komisaris IBM percaya bahwa dengan latar belakang pengalaman membawahi American Express (perusahaan kartu kredit terbesar dunia) selama 11 tahun Mr. Gestner bisa membawa IBM kembali memimpin dunia IT. Dengan memanfaatkan booming dunia internet, e-lifestyle pada era 1994 yang diawali dengan munculnya Netscape dan didukung dengan diintegrasikannya Internet Explorer 3.0 di paket Windows 95 yang memungkinkan setiap komputer yang terinstall bisa mengakses internet secara langsung hingga mendobrak kebutuhan dunia akan internet server. IBM-pun memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan server yang supercepat untuk keperluan bisnis kecil hingga bisnis raksasa.
Akhirnya kerja keras yang dilakukan "menuaikan hasil" hingga hasil penjualan server IBM mencapai puncaknya dan segala kendala keuangan yang ada pun dapat ditanggulangi.
Berbeda halnya bila kita tengok perusahaan semi-pemerintah di tanah air yang boleh dibilang tindakannya sangat menggelikan untuk dibicarakan. Seperti halnya salahsatu perusahaan BUMN yang satu-satunya memiliki izin pengendalian satelit yang juga satu-satunya milik negara tercinta itu. Ketika mengalami masalah keuangan tindakan yang dilakukan sangatlah ANEH dengan menjual aset yang dimiliki pemerintah dengan sebutan yang ihhh...jorok & saya nggak ngerti katanya "privatisasi" yang maksudnya menjual saham yang milik pemerintah ke pihak swasta yang sebagian besar pemiliknya di luar negri. Dan juntrungannya saham yang dimiliki pemerintah dijual dengan sangat murah dan keuntungannya untuk menutupi kebutuhan dana. Wah ujung-ujungnya pemerintah juga yang rugi....
Adalagi sebuah BUMN yang bergerak dibidang pertambangan yang jatuh atau nyungsep atas segala hasil melimpah yang diperoleh diwaktu lampau. Dan ketika harus menebus hutang-hutangnya ternyata hanya bisa "mengencangkan ikat pinggang" dan ujung-ujungnya selalu menaikkan harga produknya untuk menanggulangi kebutuhan dana rumah tangga perusahaan tanpa optimalisasi dan strategi yang jelas.
Walhasih, memang bersyukur disaat berada (senang) ternyata lebih susah daripada bersyukur pada saat tiada (susah). Seperti kita lihat contoh diatas bagaimana IBM menyelesaikan permasalahan keuangannya disaat krisis dan membuahkan hasil yang cemerlang. Dibalik itu banyak perusahaan raksasa yang jatuh terjungkal hanya karena lalai dalam mengatur keuangannya pada saat kondisi keuangannya maksimal.
Bagaimana dengan kita?
F a c h i m
School of Computer & System Sciences
Jawaharlal Nehru University, New Delhi - India
Address :
053 Sabarmati Hostel, JNU Campus
Phone : +911126717649, Mobile : +919871149961
Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang bersikeras untuk merubahnya.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() |
|
![]() |
Yahoo! Groups Links