Qisai, 

Selamat. Tulisan yang mantap !!!!!!!

salam,
Riz.
===


http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004121001144116

Jum'at, 10 Desember 2004

OPINI

---------------------------------------------------------

Islam Moderat dan Ancaman Terorisme

A Qisa'i, Kandidat doktor Aligarh Muslim University (AMU), India.
 

PIDATO Presiden SBY dalam pertemuan dua hari pemimpin-pemimpin agama 
14 negara Asia-Pasifik di Yogyakarta minggu ini menekankan pentingnya 
kerja sama semua pemeluk agama beserta para pemimpin dunia untuk 
melawan bahaya terorisme. Dikatakannya lebih lanjut bahwa terorisme 
adalah sebuah kejahatan yang sangat keji yang harus dihadapi oleh 
dunia global saat ini dan telah menjadi musuh bagi semua agama di 
dunia tanpa kecuali. Pernyataan senada juga disampaikan oleh Menlu 
Australia Alexander Downer, yang di dalam pertemuan ini pemerintah 
Australia juga menjadi pemrakarsa.

Sebagai seorang kepala negara dengan penduduk beragama Islam paling 
besar di dunia, ungkapan Presiden SBY ini mempunyai implikasi yang 
cukup besar terhadap opini dunia tentang Islam yang saat ini 
cenderung dikaitkan dengan masalah terorisme. Serangan terhadap 
gedung WTC dan Pentagon pada tanggal 11 September 2001 yang dimotori 
oleh Al-Qaeda di bawah Osama bin Laden, seorang veteran Mujahiddin 
Afghanistan merupakan sebuah titik penting terjadinya pemahaman 
negatif terhadap Islam. Penyerangan terhadap kedutaan besar Amerika 
di Jeddah, Arab Saudi, minggu ini oleh Al-Qaeda juga mempunyai 
implikasi yang buruk bagi dunia Islam. Indonesia yang notabene 
mempunyai penduduk mayoritas beragama Islam, sebenarnya juga tidak 
luput dari serangan terorisme kelompok fundamentalis ketika tragedi 
bom Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 telah memorak-porandakan 
ketenteraman Pulau Dewata yang terkenal dengan ketenangan dan 
kedamaiannya di mana lebih dari 200 orang menjadi korban, 88 di 
antaranya adalah warga negara Australia. Peledakan-peledakan bom yang 
kemudian terjadi di Jakarta dan beberapa pelosok Indonesia merupakan 
bukti yang cukup jelas akan adanya ancaman bahaya terorisme bagi 
Indonesia.

Serangan-serangan para teroris yang mengatasnamakan agama ini telah 
membajak arti sesungguhnya dari agama, dalam hal ini Islam, sebagai 
sebuah jalan hidup bagi manusia di dunia. Kerugian yang dilakukan 
oleh sekelompok kecil golongan fundamentalis ini memberikan dampak 
yang sangat besar di mana semua pemeluk Islam diidentikkan dengan 
teroris. Pendeportasian musisi Inggris Yusuf Islam (bernama asli Cat 
Stevens sebelum memeluk Islam) dari Amerika beberapa waktu lalu 
menjadi sebuah bukti yang mencolok akan penyamarataan pemahaman 
terhadap penganut agama Islam. Umat Islam di Indonesia juga tidak 
luput dari penilaian negatif global ini meskipun pada kenyataannya 
mayoritas pemeluk Islam di Indonesia adalah pemeluk Islam moderat 
yang meletakkan agama sebagai sebuah jalan hidup yang mempunyai nilai 
tenggang rasa dan toleransi yang tinggi terhadap kelompok atau 
penganut agama lain demi terciptanya sebuah masyarakat yang harmonis 
di tengah perbedaan yang terdapat di dalamnya.

***

Sebagai organisasi Islam kemasyarakatan terbesar di Indonesia NU dan 
Muhammadiyah, peranan kedua organisasi ini di dalam menciptakan 
suasana toleran dan pemahaman terhadap Islam yang sebenarnya 
sangatlah besar. Tradisi toleransi yang telah lama dipraktikkan 
menjadi satu hal yang sangat penting bagi berhasilnya usaha untuk 
merangkul penganut dan pimpinan umat agama lain di dunia dan di 
Indonesia khususnya untuk bekerja bersama-sama melawan bahaya 
terorisme.

Meskipun terjadi sedikit perbedaan pendekatan pemahaman terhadap 
Islam di antara kedua organisasi ini, hal ini tidak akan menjadi 
sebuah ganjalan berarti untuk melakukan kerja sama yang berhasil. NU, 
yang dikenal dengan sebutan kelompok Islam tradisional, mempunyai 
pendekatan yang sufistik dan lebih fleksibel terhadap Islam. 
Sementara Muhammadiyah, disebut sebagai kelompok Islam modern, 
berusaha untuk memurnikan ajaran-ajaran Islam yang dianggap telah 
terkotori oleh praktik-praktik keagamaan yang tidak sesuai dengan 
Alquran dan Hadits Nabi.

Perbedaan pendekatan kedua kelompok ini tidak memberikan pengaruh 
yang berarti bagi representasi Islam di Indonesia sebagai agama damai 
yang penuh dengan rasa toleransi. Dengan pendekatan sufistik dan 
fleksibelnya, NU berusaha untuk merangkul sebanyak mungkin pengikut 
Islam dari semua golongan. Sementara Muhammadiyah yang 
lebih `puritan' berusaha untuk memberikan pemahaman terhadap inti-
inti Islam yang toleran dan humanis. Pendekatan yang saling mengisi 
ini akan lebih bisa berhasil mengenai sasaran apabila kedua 
organisasi ini bisa lebih erat melakukan kerja sama di dalam 
menciptakan masyarakat Indonesia yang agamais.

Pergantian pimpinan di kedua organisasi yang sedang terjadi saat ini 
merupakan sebuah titik penting penyatuan visi dan misi ke depan umat 
Islam Indonesia khususnya dan juga bangsa Indonesia umumnya di mana 
saat ini dukungan semua lapisan masyarakat sangat diperlukan bagi 
bangsa Indonesia untuk bisa bangkit kembali.

***

Pemerintahan Presiden SBY yang telah mencanangkan keamanan negara 
sebagai salah satu prioritas penting bagi terciptanya stabilitas dan 
pertumbuhan ekonomi yang lebih baik bagi Indonesia mempunyai harapan 
yang sangat besar kepada kelompok Islam moderat untuk lebih bisa 
merepresentasikan Islam, di Indonesia khususnya, yang sebenarnya. 
Kepentingan nasional dan internasional menjadi sebuah beban yang 
harus dipikul bersama. Australia, tetangga dekat Indonesia yang juga 
telah mengalami pengalaman pahit dengan kelompok fundamentalis, 
mempunyai harapan yang sangat besar terhadap pertumbuhan pengaruh 
Islam moderat terhadap praktik dan pelaksanaan Islam di Indonesia 
sebagai sebuah penanding bagi gerakan fundamentalis. Peran serta 
masyarakat Indonesia secara umum dan organisasi-organisasi keislaman 
di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah pada khususnya sangat 
penting bagi terciptanya keamanan dan ketenteraman di Indonesia 
khususnya dan dunia internasional umumnya.

Persetujuan kerja sama keamanan untuk memerangi terorisme 
internasional antara pemerintah Indonesia dan negara nuklir Asia, 
India, yang telah ditandatangani beberapa minggu lalu di Laos 
merupakan sebuah langkah penting yang telah diambil oleh pemerintah 
Indonesia dalam menjalin kerja sama internasional untuk memerangi 
terorisme. ***
 










------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke