Salam,
Setelah di telan oleh gelombang tsunami, banyak dari anak� kecil dan Balita yang menjadi yatim piatu dalam sekejap, pertolongan pun datang bertubi� termasuk dari masyarakat indo di india - namun ketika setiap LSM dan lembaga pemerintah sibuk mengurus jenazaah mereka yang tergeletak dimana�, dan sibuk memberi pertolongan kepada mereka yang masih hidup.. salah satu dari musuh islam (misionaris) datang menawarkan pertolongan dengan dalih OTA (Orang Tua Asuh)....dan selanjutnya mengkiblatkan mereka yang blm tau apa� kepada kiblatan lain di luar islam.. salah satu saksi mata menceritakan hal ini di MILIS tetangga..entah benar tidak nya Wallahu A'lam...Isu yang beredar ini membuat sekumpulan masyarakat Aceh di Malaysia bengis dan telah membentuk Tim khusus menanggulangi Anak� yatim piatu di Aceh. email ini bukan untuk menyinggung ato mengoreksi siapa pun ..ini hanyalah isu yang sedang beredar di Aceh Tercinta..
wassalam,
ir_ones
Saksi Mata (Dari email tetangga [EMAIL PROTECTED])
From: "lubisjp" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon Jan 3, 2005 1:37 am
Subject: Re: Fwd: [aceh-tsunami-relief] PKS: Waspadai Oknum yang Memperdagangkan Anak-Anak Korban Bencana
Date: Mon Jan 3, 2005 1:37 am
Subject: Re: Fwd: [aceh-tsunami-relief] PKS: Waspadai Oknum yang Memperdagangkan Anak-Anak Korban Bencana
Assalamualaikum WW
Saya juga tadi ingin memberitakan hal yang sama, tetapi datanya dari
Kakak saya (saya menelepon malam ini ke Medan). Tapi karena masih
seperti rumor, saya khawatir untuk mengirimkannya di milist ini.
Tapi karena sudah ada beritanya (di luar benar-tidaknya isinya), maka
saya tuliskan apa yang saya dengar dari Kakak saya.
Suami anak paman saya adalah orang Aceh. Sekitar 5 hari yang lalu
mereka dengan membawa bekal sendiri pergi ke Aceh (dari Medan) naik
mobil untuk mencari familinya di Sigli dan Banda Aceh.
Kemarin Kakak saya (anak paman) itu kembali ke Medan. Di Polonia
(bandara Medan), dia melihat WNI keturunan China mengumpulkan anak-
anak yang datang dari Aceh. Kemudian dia bertanya ke orang tersebut,
mau diapakan anak-anak tersebut. Orang China tersebut mengatakan akan
dibawa ke suatu tempat (tidak saya umumkan di sini namanya).
Selain itu, Isteri Abang saya adalah dokter di satu Rumah Sakit di
Medan, dia bercerita kalau banyak orang-orang yang mencari anak-anak
untuk dibawa ke luar dari RS. Tetapi RS tersebut sudah memutuskan
untuk melindungi anak-anak itu dan tidak akan menyerahkannya.
Kejadian ini sudah dilaporkan ke Aceh Sepakat (Organinasi perkumpulan
orang Aceh di Medan), Muhammadiyah dan PKS.
Selain itu, menurut cerita anak paman yang ke Aceh itu, sudah banyak
missionaris yang berbuat hal yang sama di Aceh.
Saya menuliskan email ini bukan bermaksud ber-SARA ria, tetapi hanya
sebuah peringatan baik bagi yang Muslim maupun bagi yang bukan. Saya
yakin kalau kejadian ini dibiarkan, maka akan timbul musibah yang
lebih besar di masa depan. Seandainya tujuannya adalah membuat orang
Aceh keluar dari Islam, maka tentunya akan timbul perang yang besar
di sana nantinya. Kita sudah melihat Maluku yang memalukan itu.
Karena saya tidak ingin melihat itu lagi, maka saya mengusulkan agar
kita berbuat hal-hal yang fair saja.
Semoga himbauan ini dimanfaatkan.
Wassalamualaikum WW
Ahmad Hidayat Lubis
@Sapporo
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya juga tadi ingin memberitakan hal yang sama, tetapi datanya dari
Kakak saya (saya menelepon malam ini ke Medan). Tapi karena masih
seperti rumor, saya khawatir untuk mengirimkannya di milist ini.
Tapi karena sudah ada beritanya (di luar benar-tidaknya isinya), maka
saya tuliskan apa yang saya dengar dari Kakak saya.
Suami anak paman saya adalah orang Aceh. Sekitar 5 hari yang lalu
mereka dengan membawa bekal sendiri pergi ke Aceh (dari Medan) naik
mobil untuk mencari familinya di Sigli dan Banda Aceh.
Kemarin Kakak saya (anak paman) itu kembali ke Medan. Di Polonia
(bandara Medan), dia melihat WNI keturunan China mengumpulkan anak-
anak yang datang dari Aceh. Kemudian dia bertanya ke orang tersebut,
mau diapakan anak-anak tersebut. Orang China tersebut mengatakan akan
dibawa ke suatu tempat (tidak saya umumkan di sini namanya).
Selain itu, Isteri Abang saya adalah dokter di satu Rumah Sakit di
Medan, dia bercerita kalau banyak orang-orang yang mencari anak-anak
untuk dibawa ke luar dari RS. Tetapi RS tersebut sudah memutuskan
untuk melindungi anak-anak itu dan tidak akan menyerahkannya.
Kejadian ini sudah dilaporkan ke Aceh Sepakat (Organinasi perkumpulan
orang Aceh di Medan), Muhammadiyah dan PKS.
Selain itu, menurut cerita anak paman yang ke Aceh itu, sudah banyak
missionaris yang berbuat hal yang sama di Aceh.
Saya menuliskan email ini bukan bermaksud ber-SARA ria, tetapi hanya
sebuah peringatan baik bagi yang Muslim maupun bagi yang bukan. Saya
yakin kalau kejadian ini dibiarkan, maka akan timbul musibah yang
lebih besar di masa depan. Seandainya tujuannya adalah membuat orang
Aceh keluar dari Islam, maka tentunya akan timbul perang yang besar
di sana nantinya. Kita sudah melihat Maluku yang memalukan itu.
Karena saya tidak ingin melihat itu lagi, maka saya mengusulkan agar
kita berbuat hal-hal yang fair saja.
Semoga himbauan ini dimanfaatkan.
Wassalamualaikum WW
Ahmad Hidayat Lubis
@Sapporo
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Suara lantang Masyarakat Aceh di Malaysia :
| From: Asnawi Ali <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon Jan 3, 2005 1:19 am Subject: Re: [gempaaceh] Jangan jual anak Aceh...!!! | ||
Na'uzubillah. Pakriban keudjam manusia njan. Ka sangsara lag�� njan mantong didjak tjok manfa'at didjak publo� ureu�ng. Keubit nasib keuturunan bangsa Atj�h kadjeu�t keu lami�t djipublo� rata sago�.
Persatuan masjarakat Atj�h di Malaysia geupeugot rapat beuklam bak sab�h tempat djak meuttjeukot masalah njo� dan teuh�i ureu�ng-ureu�ng Atj�h njang sangg�p untuk tjok aneuk angkat aneuk-aneuk jatim di Atj�h. Bagi geutanjo� masjarakat Atj�h di nanggro�2 la�n, tji mita �seuha supaja di Skandinavia, Eropa, USA, Australia, Canada dan nanggro�2 la�n beudjeu�t tjhit tatjok sidro� sapo aneuk-aneuk bangsa geutanjo�. (Peugot kontak dgn pejabat sosial maseng2 di nanggro� di pat warga Atj�h tinggai).
B�k r�h ditjok l� awak yang hana meutanggung djaweub. Tatjuba tatjok keudro� teuh...!!!
Hamba Allah Na'uzubillah. Bagaimana kejam manusia itu. Sudah sengsara seperti itu masih juga di ambil mamfa'at untuk menjual belikan orang. Sungguh nasib keturunan bangsa Aceh sudah menjadi budak dan di jual di rata tempat.
Persatuan Masyarakat Aceh di Malaysia membuat rapat semalam di sebuah tempat untuk membincangkan masalah ini dan memanggil orang-orang Aceh yang sanggup untuk mengasuh anak angkat anak-anak yatim di Aceh. Bagi kita warga Aceh di negara2 lain, coba usaha kan di Skandinavia, Eropa, USA, Australia, Kanada dan negara2 lain supaya juga dapat kita ambil anak-anak bangsa kita tersebut. (Hubungi kantor/badan sosial masing2 di negara di mana warga Aceh tinggal)
Jangan sampai di ambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, kita coba ambil sendiri...!!!
Hamba Allah
|
"------------------------------"
Irwansyah Yahya
MBA IT Student of
Sikkim Manipal University (SMU)
Do you Yahoo!?
Dress up your holiday email, Hollywood style. Learn more.
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
