Bung Mario, Bung Agus, ananda PPI,
Ganti pimpinan penuh harapan
Janji kampanye tinggal kenangan
Mengapa demikiAN

Ananda  sayapun tidak dapat memberikan jawaban.
Walaupun dihentak oleh gempa bumi dan tsunami hingga
porak poranda dan berantakan.

Salah satu jawaban
Mungkin demikian,
Pelaksana , pemain, wasit tidak ber"RUBAH"
tetap "SERIGALA", "SINGA"  yang selalu kelaparan
HARTA YANG DIDAPAT UNTUK TUJUH TURUNAN
tidak peduli dari mana dan kemana harta itu dihabiskan
karena biar meninggal sekalipun selalu mendapat
jaminan
disanjung dielukan malahan tidak jarang dimakamkan di
makam, pahlawan.

Ananda Mario, Agus dan generasi penerus kusuma bangsa
kami akan lengser baik karena usia udzur  atau karena
dipaksa mundur.
Ananda adalah calon pemaian dan juga sebagaian sudah
menjadi pemain,
Jangan ulangi apa yang salah dari kami
Cari dari kami contoh PNS yang masih "bersih" walaupun
jumlahnya mungkin dapat dihitung dengan jari baik jari
kami maupun jari tangan.
Inilah yang jadi tantangan Ananda semua.
Kamipun sewaktu usia muda , usia mahasiswa banyak
sekali idealisme penuh hayalan dan bayangan
tapi setelah terjun akhirnya terhempas dan hanyut
dalam gelombang dahsyat yang tak dapat kami elakan.


NEW DELHI
060205

--- Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> --- agus rejeki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bung Mario Slamat siang,
> 
> *** selamat siang juga bung agus. senang jumpa anda
> lagi. :)
> > 
> > Anda kelihatannya terlalu kecewa dengan perekrutan
> > PNS, 
> 
> *** memang, saya sangat kecewa. tapi titik penekanan
> saya bukan hanya pada soal KKN di perekrutan. ini
> cuma
> salah satu soal yg jadi borok stagnannya negara
> kita. 
> 
> saya kecewa pada begitu merajalelalnya KKN yg
> dilakukan birokrat/pns. kekecewaan saya bukan karena
> saya pernah daftar jadi pns kemudian ditolak. juga
> bukan karena saudara2 saya atau teman2 dekat saya.
> kekecewaan saya karena pasca-reformasi dan
> pasca-pemilu demokratis semestinya pemerintah
> (presiden/kabinet) segera mengambil langkah cepat
> menangani KKN yg jadi borok dan parasit yg semakin
> menggerogoti kekayaan negara. 
> 
> saya tak punya kepentingan pribadi apapun dalam hal
> ini. percayalah, anda tidak akan pernah melihat saya
> berpakaian seragam PNS sedang berbaris di depan
> kantor. saya hanyalah anak petani, dan akan cukup
> puas
> kalau ketika pulang saya kembali ke ladang dan
> mencangkul di sawah, menanam padi, dan memancing
> sambil menunggui padi yg mulai menguning... :)
> 
> > masalah perekrutan tenaga kerja bukan terjadi
> > hanya di PNS, tapi ada juga ditempat2 lain.
> 
> *** tentu. saya setuju. 
> 
> > Memang
> > yang banyak disorot oleh masyarakat adalah PNS.
> 
> *** jelas. karena PNS dibayar dg uang masyarakat.
> uang
> rakyat. rakyat indirectly punya saham (walau tak
> pernah mengenyam hasilnya) dalam perusahaan besar
> bernama indonesia. karena itu, segala tindak tanduk
> manajemen dan manajerialnya berhak dikritik,
> diketahui
> dan bahkan dilaporkan ke rakyat. inilah yg disebut
> transparansi. dan inilah esensi demokrasi yg
> diharapkan akan muncul di era reformasi, tapi sampai
> sekarang belum jelas. saya belum melihat perubahan
> apapun yg mengarah ke transparansi. kbri, misalnya,
> sebagai institusi masih belum berbeda dari era
> suharto
> dan pasca orba. kami, sama sekali tidak tahu
> ada/tidak
> adanya perubahan dalam sistem manajerial di kbri
> krn.
> memang kami tidak dikasih tahu. yg kami tahu sejak
> dulu (pra dan pasca-reformasi), kbri selalu sibuk
> merenovasi gedung2 setiap menjelang akhir tahun.... 
> 
> transparansi perlu karena sebenarnya disinilah letak
> benang merah antara korupsi dan tidak korupsi,
> antara
> peluang dan tidak ada peluang untuk kkn, dll.
> 
> > Saya
> > pikir rekrutmentnya sudah memadai, tapi dalam
> > pelaksanaanya ada oknum yg memanfaatkannya.
> 
> ***  ini dia oknum. oknum selalu menjadi kosa kata
> permisif dalam bahasa kita. saya sepakat dg amien
> rais, kriminal ya kriminal. kalau ada
> pejabat/birokrat
> yg nyeleweng ya namanya koruptor dan pelaku
> kriminal.
> istilah oknum terkesan sangat apologetik dan
> kesannya
> hanya sedikit pelakunya, which is not the case.
> 
> > Bung
> > mario kalau ada yg diterima dgn bayaran jutaan
> > seperti bung mario katakan tolong dilaporkan
> kepada
> > pihak yg berwajib.
> 
> *** salah satu ciri khas negara yg tingkat KKN-nya
> tinggi seperti indonesia (top ten versi ICW)adalah
> tidak berlakunya rule of law karena meratanya
> korupsi
> di segala departemen. pelaku law enforcement adalah
> polisi dan jaksa. pada siapa kita melaporkan kalau
> kedua biro ini juga menjadi sarang koruptor? anda
> pasti sedang canda, bung agus.  
> 
> > saya ingin bertanya solusi
> > perekrutan seperti apa yang anda inginkan
> 
> *** sekali lagi, KKN di perekrutan cuma salah
> satunya
> dan dibanding dg korupsi di bidang2 lain, jumlahnya
> relatif masih 'kecil' (kan "cuma" antara 20 - 60
> juta
> kali sekian orang). inti yg diinginkan rakyat adalah
> proses yg transparan. seperti perusahaan yg secara
> transparan melaporkan audit keuangannya setiap empat
> bulan pada pemegang saham dan bursa efek. detailnya
> tentu saja tak perlu didiskusikan disini, bukan?
> 
> > Saya sesalkan bila orang2 pintar yg
> > bersekolah di luar tidak mau kembali ke tanah air
> 
> *** saya juga menyesalkan. negara juga menyesal.
> rakyat juga menyesal. krn. semakin banyak pemuda2
> pintar yg tak mau pulang (ini terutama mahasiswa yg
> kuliah di negara2 maju, yg jelas bukan mahasiswa
> india), maka semakin kecil kemungkinan pembenahan
> bangsa ini. tapi, saya tetap apresiasi thd mereka.
> mungkin dg jalan itu, mereka dapat menciptakan citra
> baik indonesia di mata internasional dg cara mereka
> sendiri, seperti pemuda2 india yg banyak berjaya di
> AS, eropa, dll. tak perlu sangsikan rasa kebangsaan
> mereka. minimal mereka tak merugikan uang negara. yg
> perlu disesalkan dan dipertanyakan rasa
> kebangsaannya
> adalah kalangan birokrat yg dg senyum simpul dan
> kadang tertawa terbahak2 mengorupsi harta dan
> kekayaan
> negara (maaf, pada pejabat/birokrat yg jujur. anda
> tak
> perlu ikut2an tersinggung).
> 
> > ada pepatah mengatakan lebih baik hujan batu di
> > negara sendiri daripada hujan emas di negara
> > lain.
> 
> *** iya betul. lebih baik kita di negara sendiri
> walaupun untuk itu kita kelaparan, anak2 kita
> mengemis, tak sekolah, malnutrisi (ingat, rakyat
> indo
> yg berada di bawah garis kemiskinan 40-an juta).
> sementara, pada waktu yg sama, para birokrat/pejabat
> yg cuma bergaji sekian juta bisa dugem tiap minggu
> di
> restoran/hotel mewah dg mobil mengkilap...
> 
> > Marilah pada teman2 PPI di india kalau sudah
> > selesai pendidikan kita kembali ke tanah air dan
> > kita bangun
> >  bangsa kita.
> 
> *** seperti yg saya singgung di muka, mahasiswa
> india
> pasti pulang. india bukan tempat yg baik untuk
> tinggal
> 'nginap' lama. 
> 
> > > Bung mario, kalau mau berantas korupsi dan
> > > sebagainya jangan kita hanya lihat satu sisi,
> > > cobalah lihat sisi lain. 
> 
> *** sisi lain adalah korupsi itu dianggap halal. dan
> korupsi itu bagaikan nikotin yg sangat addictive.
> sekali ngerasain, jadi ketagihan. bayangkan, tanpa
> perlu kerja keras, cuma mengorbankan nurani, kita
> dapat menangguk uang dg mudah. :)
> 
> > anda tahu ngaji seorang
> > PNS
> > > sangat tidak memadai. 
> 
> *** iya saya tahu. tapi sekali lagi, itu bukan
> pembenaran untuk jadi maling, bukan? 
> 
> > coba anda
> > bayangkan? saya hampir putus asa, tapi saya coba
> > melamar PNS ternyata saya mampu lulus dengan tapi
> > uang sepeserpun dan koneksi. 
> 
> *** syukurlah kalau masih ada perekrut yg baik, bung
> agus. tapi, itu tidak mewakili gambar besar kondisi
> birokrasi kita. sunggung sayang. silahkan anda baca
> berbagai media dan laporan ICW. dan ngobrollah dg
> anak2 bangsa yg baru diterima jadi pns, akabri, dll.
> semoga itu membuka mata dan horizon anda lebih luas
> lagi.
> 
> salam hangat untuk bung agus dan semua rekan2
> roorkee
> yg sudah pns, semoga sikap permisif terhadap
> korupsi,
> seberapapun kecilnya, tak lagi menjadi mindset kita
> dalam mengabdikan diri pada negara dan bangsa serta
> rakyat jelata. 
> 
> teriring senyum persahabatan,
> 
> =====
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke