--- agus rejeki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Selamat sore bung mario,
*** selamat sore juga bung roy
>
> Bung mario, masalah KKN adalah masalah yg memang
> sulit untuk diberantas
*** memang. karena pelakunya merata. kalau seandainya
pelaku kkn cuma segelintir orang, katakan 10 % pasti
lebih mudah.
> saya katakan lagi, bahawa kita
> adalah manusia yg punya keinginan2, saya ingin
> bertanya apakah bung mario sudah menikah?
*** belum. lagi penjajagan nih. apa anda punya adik
atau keponakan yg 'siap tempur'? silahkan hubungi
saya. :) semakin banyak pilihan semakin bagus, bukan?
> kalau
> orang yg sudah menikah akan bertambah kebutuhan
> hidupnya
*** tentu saja. gak mungkin setelah menikah kebutuhan
berkurang. tapi, meningkatnya kebutuhan semestinya
juga menjadi meningkatnya kreativitas kita dalam
mencari rejeki, tentu saja yg halal. bukan rejeki
haram. krn. bagaimanapun, itu akan berdampak luas pada
ketenangan nurani kita, nama baik anak istri kita dan
yg tak kalah pentingnya kesejahteraan dan kestabilan
bangsa, kini dan mendatang.
> dan setiap orang mempunyai iman yg
> berbeda-beda, kalau imannya kuat, ia tidak akan
> melakukan sesuatu tindak kejahatan, tetapi bila iman
> lagi kosong ia akan terjebak kedalam dosa.
*** tapi ini bukan alasan untuk pembenaran mencuri
bukan? kalau ini jadi pembenaran, kita juga harus
memaklumi para maling ayam yg nyuri betul2 demi sesuap
nasi.
> PNS adalah
> manusia juga, yang mempunyai kelemahan2 tsb diatas.
> ini tidak cerita klasik tapi adalah kenyataan.
*** iya, kenyataan para PNS. dan itu yg membuat saya
sedih. kenapa kenyataannya kok bisa begitu? kenapa
saya jarang atau tidak pernah mendengar kenyataan di
mana para pns yg rela mati kelaparan demi kehormatan
dan harga dirinya dan martabat anak-istrinya daripada
mesti menanggung malu makan uang hasil curian? kenapa
kenyataan pahit itu yg terjadi dan dilakukan PNS yg
notabene adalah tulang punggung berdiri dan ambruknya
bangsa ini?
kenapa kenyataan itu begitu pahit bagi rakyat? tapi
tidak pahit bagi pelakunya?
> bung,
> marilah kita belajar dari korsel, rakyatnya mampu
> memaafkan kesalahan pemimpinya, sehingga seperti
> bung mario saksikan korsel mulai tumbuh ekonominya.
*** korsel maju bukan karena memaafkan pemimpinnya.
tapi, karena rakyatnya kerja keras; rakyat umumnya
lebih suka berwiraswasta (enterpreneur) daripada
berbaris panjang mendaftar jadi PNS, dan kemudian ikut
antri ikut2an KKN.
rakyat korsel memaafkan pemimpinnya juga karena dampak
korupsi sang pemimpin tidak fenomenal; beda dg
indonesia. mereka juga memaafkan karena pemimpin itu
berjanji untuk tidak melakukannya lagi. di indonesia,
tidak ada pemimpin yg mengakui korupsi apalagi meminta
maaf.
hal pertama yg mesti dilakukan oleh kalangan koruptor
pns kalau bangsa ini ingin maju adalah pertama,
mengakui dg tulus kesalahannya (bukan memaklumi);
kedua, meminta maaf pada rakyat dan berjanji tidak
akan mengulangi lagi apapun tantangannya; ketiga,
berusaha mengajak koleganya untuk berbuat serupa,
kalau perlu dg paksaan.
> tapi ingat kita di
> negara yang berdasarkan hukum semua perkara harus di
> bawa ke pengadilan dan anda katakan bahwa pengadilan
> kita tdk benar lagi, saya kurang setuju karena
> dipengadilan tsb, seorang hakim tidak dapat
> sewena-wena untuk memutuskan perkara.
*** sekedar anda tahu, S1 saya jurusan hukum. saya
juga sempat kerja magang jadi pengacara bekerja sama
dg firma hukum dosen saya. apa yg terjadi dalam
pengadilan sebenarnya tak lebih dari drama tidak lucu.
semua proses pengadilan (waktu itu era suharto, saat
ini tak terlalu berubah menurut temen2 saya) tak lebih
dari permainan ketoprak. semua masalah dan keputusan
pengadilan lebih sering sudah diputuskan lebih dulu di
antara tiga pihak (hakim, pengacara, jaksa). anda
boleh tanyakan hal ini pada rekan2 akrab anda yg kerja
di pengadilan (jaksa atau hakim atau pengacara)
>yang saya
> lihat anda sudah tidak percaya lagi, tapi berilah
> kesempatan untuk para hakim, jaksa dll untuk
> menjalankan tugasnya.
*** sekarang sudah ada hakim ad hoc tindak pidana
korupsi (tipikor). orang banyak berharap pada hakim
tipikor ini. semoga berhasil. namun kendalanya, hakim
tipikor ini sering gajinya mampet, dan ditunda2. ada
kesan, itu disengaja supaya mereka melakukan korupsi.
> saya tidak sependapat korupsi itu halal, maksud saya
> sisi yg lain itu adalah bila masuk masuk kerja, bila
> tidak ada yg nyogok/suap maka tidak ada
> korupsi.
*** dan bila pns-nya tidak mau korupsi, maka tidak
akan ada yg berani nyogok. korupsi dg cara ini
sebenarnya cuma salah satu bentuk korupsi. ada banyak
bentuk lain seperti mark-up renovasi bangunan (ini
biasa dilakukan kbri di manapun); mark penyewaan
rumah; mark-up pengadaan acara makan2, dll.
> marilah kita tdk hanya menyalahkan satu
> pihak tapi kita harus instropeksi bahwa kita pun
> terkadang2 korupsi juga, mungkin korupsi waktu, ada
> kuliah tapi kita tidak kuliah malah sibuk yg
> lain.
*** korupsi waktu kuliah? bolos maksudnya? well, itu
tak bagus. tapi, kalau itu terjadi, siapa yg rugi?
tentu saja mahasiswa yg bersangkutan. bukan anda juga
bukan negara.
korupsi PNS luas sekali dampaknya: yg rugi adalah
negara, bangsa, pembangunan dan mental anak-istri
juga.
> biarlah masalah KKn dan lain2 ada yang
> mengurusnya,
*** bung roy, anda perlu belajar lagi sistem
kenegaraan berdaulat. negara kita adalah negara
berdaulat. kedaulatan itu milik rakyat. karena rakyat
tidak mungkin menangani negara, maka ditunjuklah
pegawai/birokrat/politisi untuk mengaturnya. anda2
semua berfungsi sebagai manajer pelaksana harian
perusahaan bernama indonesia, yg pemegang sahamnya
adalah kami2 ini.
sungguh aneh, kalau anda keberatan saya (sebagai salah
satu pemegang saham perusahaan itu) mengkritik cara
kinerja manajer2 saya yg masih bermental kuli, malas
dan mau senang2 dg kkn.
pola pikir pamong praja-- di mana yg berdaulat itu
adalah manajer2 itu, bukan rakyat-- harus segera
disingkirkan jauh2. sebab, itu pola pikir feodalistik
jaman ken arok yg bisa berbuat zalim dan seenaknya.
sebab kalau tidak, tak ada peluang indoensia untuk
lepas dari kkn, minimal di saat orang2 tipe ini masih
berkuasa.
> anda memang benar mengritiknya tapi
> tidak mau memberi kesempatan pada yg mempunyai tugas
> tsb.
*** saya tidak pernah menghalangi orang yg lagi tugas.
saya cuma sangat peduli, kenapa KKN itu tetap saja
berjalan. saya tahu persis, pada rekrutmen CPNS yg
baru selesai, berapa duit yg harus dibayar para CPNS
itu untuk bisa diterima. dg gaji yg kecil, bagaimana
CPNS ini dapat mengembalikan duit sogokan itu kalau
tidak dari kkn juga? lagian, apa perlunya nyogok untuk
kerja jadi PNS, kalau ternyata tidak akan dapat
keuntungan lebih setelah diterima? hanya orang tolol
saya kira yg mau nyogok2 mahal terus siap rugi.
> salam persahabatan agus
salam persahabatan juga bung agus dan seluruh rekan2
roorkee,
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/KZzaMD/.WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/