Halo rekan2 semuanya,
siang ini udara terasa segar krn. hujan baru turun.
dan saya merasa lebih segar lagi membaca komentar bung
rizki. tulisan anda membuat libido saya naik lagi. :)

kebetulan hari ini ada hasil survei TII (transparansi
internasional indonesia) seputar birokrasi terkorup
kita. TII memiliki kredilitas internasional bagus
dalam soal ini.

yg cukup menarik dan relevan dg diskusi kita adalah
bahwa lembaga kepolisian dan peradilan --yakni
lembaga2 di mana bung yakob dan bung agus menyarankan
saya melapor kalau ada masalah KKN-- menempati posisi
kedua dan keempat terkorup. jadi, masihkan anda2
menyuruh saya untuk lapor ke polisi/peradilan kalau
saya dan rekan2 lain menghadapi problema KKN? :)

sayangnya, survei ini cuma terfokus pada birokrasi yg
terkait dg layanan publik. jadi, lembaga PU tidak
masuk hitungan... 

silahkan dibaca dg baik. dan nanti kita teruskan lagi
diskusinya.

salam hangat,



Sumber:
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=4524


Kamis, 17 Feb 2005,
Bea Cukai Paling Korup 


JAKARTA - Era reformasi belum menghilangkan penyakit
korupsi dan suap di Indonesia. Budaya KKN (korupsi,
kolusi, dan nepotisme) itu semakin mengakar. Sebuah
survei terhadap para pebisnis menunjukkan bahwa mereka
harus merogoh kantong yang dalam bila berhubungan
dengan instansi pelayanan publik.

Survei yang dilakukan lembaga riset kredibel,
Transparency International Indonesia (TII), itu
dilakukan di 21 kota/kabupaten yang tersebar di
seluruh Indonesia. Respondennya adalah 1.305 pebisnis.
Penelitian tersebut dilakukan dalam kurun Oktober 2004
hingga Desember 2004. Bila ditilik waktunya, survei
itu dilakukan pada era 100 hari pemerintahan SBY. 

Hasil survei tersebut menunjukkan secara jelas bahwa
pusat korupsi suap terletak pada kinerja instansi
pelayanan publik, baik pemda maupun pemerintahan
pusat. Para pebisnis mengaku kebanyakan melakukan
interaksi korupsinya dengan pihak Bea Cukai (62 persen
di antara keseluruhan transaksi). 

Di tempat kedua, ladang korupsi adalah lembaga
kepolisian. Di lembaga yang seharusnya menjadi
pelindung masyarakat tersebut, tingkat korupsi suap
mencapai 56 persen. Sedangkan korupsi dalam interaksi
antara pebisnis dan militer mencapai 56 persen.
Sedangkan dengan lembaga peradilan mencapai 48 persen.


"Yang mengejutkan adalah jumlah suap terbesar per
interaksi korupsi yang dibayar pebisnis yang menangani
proyek bantuan dunia serta lembaga asing lainnya.
Jumlahnya bisa mencapai Rp 23,6 juta dan Rp 22,7 juta
per transaksi. Meski, insiden korupsi untuk Bank Dunia
cukup rendah, yaitu 18 persen dan 28 persen untuk
lembaga donor asing," jelas Direktur TII Todung Mulya
Lubis. 

Munculnya nama Bea Cukai sebagai instansi sarang
korupsi bukan hal aneh. Saat ini, sejumlah kasus besar
penyelundupan beras dan gula sedang dalam proses
hukum. Bahkan, sejumlah pejabat Bea Cukai diduga
terlibat penyelundupan tersebut. 

Usai dilantik, kunjungan pertama Presiden SBY
dilakukan ke Bea Cukai. Kunjungan tersebut merupakan
simbol bahwa pemerintah sangat serius memberantas
tindak pidana di sarang korupsi itu. Tapi,
kenyataannya, kunjungan SBY tersebut tidak berarti
banyak. Survei menunjukkan Bea Cukai sebagai instasi
yang paling korup dengan suap. 

Menurut Todung, angka dalam survei itu hanya
mencerminkan keadaan di antara 1.305 pebisnis yang
dijadikan responden. Menurut dia, angka-angka tersebut
lebih mencerminkan kondisi gunung es saja. Angka
tersebut jauh lebih kecil daripada keadaan sebenarnya.
Dia menyatakan, jumlah yang dibayar pebisnis dalam
interaksi korupsinya diduga jauh lebih besar.

Todung menambahkan, survei tersebut juga tidak terlalu
menggambarkan keadaan sesungguhnya. Sebab, banyak
orang yang melakukan suap dan korupsi, tetapi tidak
mau mengakuinya. 

"Tetapi, hasil survei ini bisa mengonfirmasi hasil
temuan BPK bahwa kebocoran memang banyak terjadi pada
APBN serta keuangan negara," ujarnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala
Bappenas Sri Mulyani yang turut menghadiri acara itu
menyambut baik hasil survei yang dilakukan TII
tersebut. Dia menyebut hal itu sebagai awal solusi
masalah korupsi yang sedang melanda Indonesia. 

Menurut dia, hasil survei tersebut bisa menggiring
negara ini ke arah yang lebih baik, yaitu memerangi
korupsi. "Banyak hal yang membuat saya ingin terlibat
mendalami hasil itu. Jadi, nanti saya bisa
mengembangkannya untuk aksi bersama memerangi korupsi
seperti yang sering dikatakan (Presiden) SBY. Karena
itu, hasil tersebut sangat penting untuk aksi saya,"
ungkapnya. 

Survei TII juga mengukur kadar korupsi di sejumlah
kota. Di antara 21 kota yang diteliti, Jakarta
merupakan kota yang paling korup di Indonesia dengan
nilai 3, 87. Sedangkan Surabaya menyusul di tempat
kedua dengan perolehan 3,93. Skornya antara 0 hingga
10 (lihat tabel).

"Kalau kita melihat bisnis di Indonesia, kebanyakan
memang dilakukan di kota-kota besar. Jadi, ya nggak
aneh korupsi di kota besar paling banyak," tegas
Todung di Hotel Mandarin, Jakarta, kemarin. (alv)

Kota Terkorup versi Transparency Internasional
Indonesia (TII)

Ranking Kota / Kabupaten IPK* 
1 Jakarta 3,87
2 Surabaya 3,93
3 Medan 4,09
4 Semarang 4,17
5 Batam 4,32
6 Pekanbaru 4,37
7 Denpasar 4,44
8 Jogjakarta 4,51
9 Tangerang 4,54
10 Balikpapan 4,59
11 Bekasi 4,61
12 Palembang 4,67
13 Kota Solok 4,70
14 Padang 4,83
15 Tanah Datar 4,87
16 Manado 5,12
17 Kotabaru 5,23
18 Cilegon 5,28
19 Makassar 5,31
20 Banjarmasin 5,39
21 Wonosobo 5,63
* IPK: Indeks Persepsi Korupsi 
Sumber: TII, 2005 

Instansi Terkorup versi TII:
1. Bea Cukai (62 % dari seluruh transaksi ) 
2. Kepolisian (56 % dari seluruh transaksi ) 
3. TNI (49 % dari seluruh transaksi)
4. Lembaga Peradilan (48 % dari seluruh transaksi )
Sumber: TII, 2005



=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time. 
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/h8TXDC/6WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke