Antara Menikah dan Prioritas Utama
Oleh: BR Kelana
 
SENGAJA tulisan saya ini saya buat seperti tulisan ilmiah di jurnal-jurnal internasional itu, yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk membangkitkan kembali semangat saya pribadi dan sekaligus ingin mendongkrak kembali semangat teman-teman di India ini untuk kembali memeriahkan media di tanah air yang sudah lama ditinggalkan sejak "tragedi" Temus Haji lalu. Kepada saudara Fachim kiranya bisa memahami tujuan suci saya ini. Tulisan saya yang kren ini bukan berarti untuk mengupas masalah privat saya, sebab saya ini termasuk tipe cowok yang tak suka membongkar rahasia pribadi kepada khalayak ramai, apalagi mengupas prihal privat orang lain. 
 
Siti Nurhaliza dalam salah satu bait lagunya "Es Lilin" menyebutkan begini: Es Lilin aduh... kelapa muda // Hujan datang aduh... angin meniup // Mahu kahwin aduh... duit tak ada // Baik membujang aduh... selama hidup //. Teks lengkap lagu tersebut bisa dilihat di [http://www.liriklagu.com/liriklagu_s/Siti3_EsLilin.html]. Dalam makalah saya ini tak akan membicarakan siapa itu Siti Nurhaliza, tapi yang jelas, Siti Nurhaliza ini adalah gadis cakep kelahiran 1979. Satu hal lagi, satu-satunya artis di dunia yang ketika bernyanyi tidak pernah membuat leokan-leokan tubuh yang dapat merusak akhlak orang lain. Ia bukanlah cewek cakep yang bergoyang seperti Inul di Indonesia. Satu lagi, ia juga merupakan satu-satunya artis di dunia yang berani mengucapkan kalimat "Assalamu'alaikum Wr. Wb" di hadapan para penggemarnya ketika menerima MTV Award di Singapore lalu.
 
Apa kaitan antara judul tulisan saya dengan Siti Nurhaliza? Tentu tidak ada. Tapi yang jelas, ketika saya bertanya kepada Bapak Sumpeno mengenai kasus Ambalat. Pak Sumpeno dengan ciri khas rokoknya yang tidak pernah putus itu menjawab bahwa bila kasus Ambalat ini terus berlanjut, maka Pak Sumpeno adalah tipe cowok setia yang tentunya paling awal menyelamatkan Siti Nurhaliza, hahaha. Saya benar-benar ngakak -istilah Rizqon- mendengar jawaban ropmatis dari Pak Peno ini. Buat Ibu Sumpeno, perbanyak sabar bu ya, Pak Sumpeno masih sayang koq sama ibu, hehehe. Apa kabar Pak Peno? Koq dah lama ngak nongol di milis kita ini?  
 
Fachim, ini namanya tulisan sebuah kolom, jadi saya bebas menulis apa saja. Meski demikian tentu ada rambu-rambunya. Dan rambu-rambunya itu sudah pernah dibahas secara beruntun oleh Mario Gagho di milis ini beberapa waktu silam. Dibaca nggak sih? Hehehe. Fachim, I Love you, Fachim. Buat Ayu, Nidia dan Eca, jangan cemburu yak. Kakak masih sayang koq sama kalian bertiga. Terus buat kak Nita, mbak Titin, uni Indi, kapan neh kita makan bareng lagi? Don't invite Fachim if we are going to organize a dinner together nanti itu ya. Abis Fachim itu lahap abis sih, hahaha. Becanda koq Him, :P
 
Sudahkah anda menemukan poin utama yang ingin saya teruskan dalam tulisan ini? Kalau belom juga, segerakanlah diri anda bertaubat sekaligus mengingat sudah sebesar apa kesalahan dan maksiat yang sudah anda lakukan. Wuihh, ngeri boy. Saya aja kalau sudah ingat sama dosa, pinginnya nggak mau keluar rumah lagi. Begitu juga kalau ingat sama maut, saya pinginnya terus berbuat baik aja tuh sama sekalian manusia. Suer deh. :)
 
Beberapa waktu lalu, seorang gadis manja di New Delhi ini pernah bertanya kepada saya, "Kak, napa sih cowok-cowok Indonesia di sini pada belon menikah?", kata cewek ini. Dengan mantap sayapun menjawab, "Apa encik dah siap nak menikah ni ceritanya? Bila encik siap, saya pun saat ini dah siap pulalah nak menikah tu". Rupanya tantangan saya ini tak membawa hasil. Dan cewek ini kembali meneruskan untaian kalimatnya, "Saya akan menyelesaikan kuliah dulu kak, lagian saya ke India kan juga untuk belajar, bukan untuk mencari suami". Kontan saja jawabannya tersebut membuat saya nyengir sekaligus berguman, "Alasan yang encik kemukakan itu samalah dengan alasan cowok-cowok di New Delhi ini mengapa ia belum menikah".
 
Tak mahu kalah, cewek tersebut masih berkilah, "Tapi si "A" dan si "B" itukan sudah berusia mapan". Mendengar celotehannya yang tak putus-putus ini, dan kupingku sudah mulai berdenging mendengarkannya, maka saya katakan saja, "Mereka akan menikah setelah mencapai prioritas utamanya dulu. Apa yang menjadi priorotas utama mereka? Mereka harus memboyong gelar Ph.D terlebih dahulu. Sebagai contoh, Mas Mujab, Bang Harun. Mereka menikah setelah dibelakang nama mereka bertengger Ph.D. Karena itu, bila ada diantara teman kita yang keburu menyelesaikan thesisnya itu pertanda ia sudah pingin menikah, hahaha" Buat Bung Q dan Bung yang di Agra sana, ini bukan menyinggung anda koq, cuma kayaknya anda dah pingin menikah ya, hahaha. Cewek ini pun tertawa terpingkal-pingkal sambil jungkir balik memperlihatkan kepiawaiannya dalam seni bela diri. Eh neng, ternyata kau jago' kung fu juga ya? hahahaha.
 
Di sisi lain, ternyata masih ada kelompok kedua yang diantara mereka belum menikah. Umumnya mereka ini masih berada pada tingkat Master dan atau akan menyelesaiakan atau sudah selesai Master. Alasan mereka ini belom menikah bukan karena mengejar prioritas utama, tapi alasanya, ya itu, seperti yang tercantum dalam bait lagu "Es Lilin" Siti Nurhaliza. Dan lagu ini Insya Allah akan dibawakan dan dilantunkan oleh kakanda Rizqon Khamami nanti kalau ada acara pertemuan/perpisahan di KBRI. Sekali lagi buat Pembawa Acara, mohon kakanda Rizqon ini dipanggil untuk membawa lagu ini, hahaha.., rasain elo bang Rizqon, mau ngomong apa lagi sekarang.
 
Oh ya, buat temanku Yani di Jakarta, Selamat Ulang Tahun. Hadiahnya akan dibawakan oleh teman yang saat ini masih di Syria. Insya Allah akan dibawakan olehnya. Gimana kabar Yani sekarang, apa masih memikirkan "Cinta". Konsultasi ke Dedek Mala aja ya.... Mbak Mala, dipanggil Ibu nggak mau, ya udah, sekarang ku panggil dedek aja, biar romantis. Bekakaka. Dodo, mana loe, ngomong dulu kou, macam yang mantaaaap aja situ, serius dulu kou, hahahaha. [New Delhi, 25 Maret 2005]
 
BR Kelana, Pemilik Zam Restoran, OKhla. Silakan disapa bila nick "br_kelana" ada nongol di Yahoo Messenger nanti. Jangan lupa tuh, hehehe.
 


* * * * *
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia - A Central University
New Delhi - India 110 025
Website Kampus  : http://www.jmi.ac.in
Website Pribadi    : http://www.e-tafakkur.blogspot.com
Website PPI India : http://www.ppi-india.org
Email: izamsh@ yahoo.com


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke