Editorial: NDTV dan Wanita Cantik
Oleh Mario Gagho
NDTV seperti kita tahu adalah stasiun tv paling
populer di India. Tahun 2004 stasiun ini mendapat
penghargaan sebagai stasiun terbaik dalam
investigative reporting (liputan investigasi).
Ia juga menjadi stasiun TV India pertama yg go-public
dan sahamnya laris manis di bursa saham Bombay Stock
Exchange.
Big boss-nya, Pranoy Roy juga tercatat sebagai salah
satu pengusaha terkaya di India. Dan berkat NDTV ini
pula namanya menjulang dan laporan investigasi dan
riset NDTV sering dibeli media tv luar seperti BBC,
dll.
Yg menarik dan menjadi tujuan utama saya menulis
refleksi kali ini adalah bahwa hampir semua penyiar
wanita NDTV ini berwajah tidak cantik. Ini berbeda
misalnya dg stasiun tv HEADLINES TODAY, CNBC ASIA,
atau bahkan DORDARSHAN (tvri-nya India) yg penyiar
wanitanya umumnya berwajah cantik dan manis.
Memilih wajah cantik menjadi penyiar sebenarnya
lumrah. Dalam doktrin dunia entertainment audio-visual
seperti TV, "beauty does sell". Itu taktik pertama
untuk menarik pemirsa yg menjadi konsumen acaranya.
Begitu juga dalam dunia iklan, film, termasuk dalam
dunia perhotelan, hiburan, kantor, dll. Di kita tak
beda jauh. Lihatlah, apakah ada stasiun tv kita yg
tidak mempekerjakan wanita cantik sebagai penyiar atau
host suatu acara?
Namun NDTV berani tampil beda. Dari mayoritasnya
penyiar tak cantik di NDTV itu, saya berani
berspekulasi bahwa hal itu (mempekerjakan wanita tak
menarik) merupakan kebijakan yg disengaja dari NDTV.
Dan apabila itu benar, Prannoy Roy patut mendapat
acungan jempol dan respek yg setinggi-tingginya. Dia
sudah jelas membuktikan bahwa profesionalisme dan
kecakapan (skill) seorang wanita jauh lebih penting
dari hanya kecantikan luar yg semu.
Bagi kaum wanita sendiri yg berminat meniti karir,
langkah trobosan NDTV itu memiliki dampak yg sangat
positif.
Pertama, karena dalam konteks Asia umumnya dan ASEAN
khususnya, wanita cantik fisik itu tidak banyak.
Dengan membuat kecantikan sebagai prasyarat pertama
untuk menuju suatu karir entertainment, maka secara
langsung hal ini telah menutup lobang peluang bagi
mayoritas kaum wanita yg tidak cantik.
Kedua, karena sedikitnya wanita yg cantik fisik, maka
ini membuat dampak psikologis negatif sendiri pada yg
bersangkutan yg membuatnya tidak kompetitif. Pada
gilirannya, sulit menemukan wanita cantik fisik yg
sekaligus cantik non-fisik (pintar dan memiliki skill
tinggi).
Ketiga, sungguh tidak fair apabila kompetisi karir
hanya berdasarkan tampilan fisik, bukan berlandaskan
kemampuan. Bayangkan seorang wanita cantik yg cuma
pintar dandan bisa mengalahkan wanita gigih dan
berkualitas tinggi dalam seleksi suatu lowongan kerja
seperti penyiar, PR, sekretaris, dll.
Oleh karena itulah, langkah Prannoy Roy dan NDTV-nya
patut dijadikan preseden dan contoh bagus bagi
kalangan pengusaha entertainment di Indonesia.
Memilih wanita yg cantik otaknya dalam jangka panjang
akan berdampak sangat positif tidak saja bagi
mayoritas wanita Indonesia, tapi juga bagi mereka
(kaum wanita) yg merasa dirinya cantik secara fisiknya
agar tidak lagi menanggap kecantikan tubuh sebagai
taken for granted.[]
Mario Gagho
Agra University
www.ppi-india.org
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/h8TXDC/6WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/