JAM
Seorang pemuda, sebut aja namanya Basar Aminuddin, sedang dalam perjalanan kembali ke Lhokseumawe menaiki Bus Kurnia. Persis disebelahnya duduk seorang bapak. Setelah lama berdiam diri sambil menguap Basar bertanya kepada bapak tersebut, "Jam berapa sekarang Pak???".
Sebuah pertanyaan yang biasa kita lakukan dimanapun kapanpun dan kepada siapapun, dan biasanya kita selalu dapat jawaban. Tapi kali ini sungguh diluar dugaan, si bapak diam saja. Mengira sang bapak agak kurang dengar basar pun mengulanginya sampai 3 kali, namun si bapak tetap diam tidak bergeming sedikitpun.
Merasa kesal, Basar langsung mencolek bapak tersebut dan berkata, "Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya? Apa sich susahnya", Tanya Basar kesal. Si bapak menjawab dengan tenang, "Bukannya saya enggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, terus sampai nanti kita jadi akrab".
Basar melongo mendengar ceramah si bapak, terus dia tanya lagi, "Lalu apa salahnya kalau kita akrab". Si bapak bilang "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Lhoksweumawe, kalau kita sudah akrab, nanti kita akan turun sama-sama, terus saya pasti memperkenalkan mereka sama kamu". Basar pun tambah bingung, "terus pak..?", tanyanya lagi penasaran.
"Istri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti nawarin kamu mampir kerumah, nanti kamu mampir dan pasti mandi di rumah saya, terus makan di rumah saya, nanti kamu lama-lama bisa akrab dengan anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya dan lama-lama kamu bisa jadi menantu saya" katanya lagi. Basar yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung, lantas dia tanya, "Terus apa hubungannya sama pertanyaan saya yang pertama?" Dengan lantang bapak tersebut menjawab, "Masalahnya... SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU, JAM TANGAN SAJA NGGAK PUNYA!!!"�
UMUR
Sudah lama Ikhwansyah naksir cewek (sebut aja namanya YUNI) yang tinggal dikampung sebelah. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Yuni menerima cinta Ikhwan dengan sepenuh hati, meski lapaz cinta pertama ikhwan diucapkan di gang sempit pinggir selokan. Sayang, kisah-kasih di selokan itu tidak berjalan mulus.
Orang tua si Yuni keberatan karena Ikhwan belum bekerja. Namun keduanya pantang menyerah. Bahkan, setelah beberapa bulan menjalin kasih, Ikhwan memberanikan diri untuk melamarnya. Kemudian Ikhwan menemui ayah Yuni. "Pak, kami sudah saling cinta, maka kami akan menikah. Kapan saya boleh menikahi anak bapak?" Tanya Ikhwan.�.
Ayah Yuni jelas menolak. Namun untuk berkata terus terang, ia tidak sampai hati. "Begini Nak Ikhwan. Bukan saya keberatan, tapi tunggulah saat yang tepat. Saat ini umur anak saya 20 tahun, umur Nak Ikhwan 24 tahun. Jadi, tunggulah sampai umur kalian sama", baru lah bapak terima lamaran mu itu, kata si bapak..
=============================================
jangan lupa berkunjung ke Website PPI-India. Situs Perhimpunan Pelajar Indonesia di India.
http://www.ppi-india.org
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
