Lah wong udah direm..?

 

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk ikut menemani sodara sepupu saya Waleed untuk menemui rekan bisnisnya di Sharjah. Seperti halnya di Indonesia, highway atau “toll” merupakan jalur penghubung antar state, kami berangkat dari Abu Dhabi pagi2 jam 5 karena jam 9 harus sudah ada di Sharjah. Setelah seharian di Sharjah dan udah makan + beli oleh2 hingga waktunya pulang sekitar jam 10 malam kami pulang.

 

Mungkin pada perjalanan pulang ke Abu Dhabi, Waleed merasa letih hingga setelah mengisi petrol dan ngopi biar badan agak seger, dia menawarkan saya untuk mengemudikan BMW X5-nya, wah spontan saya bilang, kalo saya blom pernah mengemudi dengan kemudi di sebelah kiri karna pengalaman rutinitas saya di Indonesia di sebelah kanan. Tapi dengan mudahnya dia meyakinkan bahwa kita nggak akan buru2 dan santai aja, lagian mobilnya pake transmisi otomatis dan semua kontrolnya bisa dari kemudi seperti halnya bermain game di playstation. Wah saya jadi makin yakin dan mencobanya.

 

Alhamdulillah dari 4 jalur yang ada saya pilih jalur ke 3 dari kanan yang menunjukkan jalur untuk kecepatan normal dan saya set agar kecepatannya selalu 100 km/jam (kecepatan minimum yang di perbolehkan) tanpa menekan tombol akselerasi, saya hanya mengatur kemudi agar selalu di jalurnya.

 

Ada satu hal yang sangat mengejutkan saya, ketika salah satu mobil yang mendahului kami melaju begitu cepat dan mengejutkan saya yang sedang asyik dengarkan radio siaran Phillipines yang kebetulan lagunya Eagle, tau nggak “Hotel California” begitu mobil tersebut melaju pas di depan kami langsung secara reflek saya tekan tombol rem untuk mengurangi kecepatan, namun mobil justru melaju kencang dan untungnya perangkat navigasi ngasih alarm kalo jalan di highway ini dipasang radar untuk kecepatan max. 140 km/jam dan akselerasi berhenti pada kecepatan itu. Wah, saya udah keringat dingin dan Waleed tanya kenapa? Saya bilang, aneh nih mobil lah wong udah di rem tapi malah jadi lebih kencang.

 

Hehehe…ternyata tombol yang tadi saya tekan adalah tombol akselerasi dan tombol rem ada di sebelah atasnya. Ini beda sekali seperti halnya pengalaman rutin saya ketika bermain NFS di playstation dimana saya bisa mengatur tombol sesuka hati, bisa pilih keempat tombol di joypad-nya. Dengan gaya guyon ngotot dan membela diri saya justru menyalahkan desain penempatan tombol BMW X5, biasa…udah salah…ngotot lagi… Paginya pada saat sarapan bersama keluarga, Waleed menceritakan kejadian semalam dan spontan kami dan keluarga tertawa bahkan ipar saya sampe kesenggrok karena memberikan pengertian tentang posisi tombol2 itu.

 

Dari kejadian ini sepertinya ada yang bisa kita ambil pelajaran yaitu cara berpikir yang rutin bisa berdampak pada penerapan kehidupan karakter lain dengan prilaku yang sama, yaitu seperti halnya tombol volume, tanda ‘+’ atau mengencangkan selalu di sebelah kanan atau atas sedangkan tanda ‘-‘ berada di sebelah kiri atau bawah. Padahal karakter pada mobil buatan Jerman ini beda.

 

Sepertinya juga kehidupan pola berpikir yang rutin bisa menjebak diri kita, yaitu banyak melakukan kesalahan dengan tidak punya kesadaran bahwa yang kita lakukan itu benar2 salah dalam permasalahan tertentu. Hmmm….kalau teman2 sering terjebak dengan pola berpikir rutin ini, selamat menikmati kesalahan-kesalahan dalam menghadapi kehidupan. Karna tidak mau meng-upgrade diri untuk memahami karakter lain.



Web!

If you have an apple and I have an apple and we exchange apples then you and I will still each have one apple. But if you have an idea and I have an idea and we exchange these ideas, then each of us will have two ideas.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke