Info terbaru neh, moga bermanfaat untuk teman2 yang kuliah di India dengan gelar BA.
Tendensi banyaknya orang yang melanjutkan kuliah di Indonesia pada jenjang master saya yakin bukan karena pendidikan di Indonesia tambah maju, seperti kutipan surat tersebut. Begitu banyak artikel di media massa menyebutkan betapa degradasi mutu pendidikan di Indonesia sudah semakin runyam. banyak yang membandingkannya dengan, misalnya, alumni tahun 60-70 an. Katanya sih lulusan sarjana sekarang tidak ada apa-apanya. Namun tentu saya tidak bisa memastikannya, karena waktu itupun saya belum lahir ya.. Sekedar pembanding, adalah, banyaknya lulusan LN yang melanjutkan kuliah di Indonesia karena kuliah di S2-S3 di Indonesia sekarang ini sudah semakin mudah alias bukan semakin berkualitas. Dulu, kuliah paska sarjana harus melewati begitu banyak tes2 administrasi yang tidak ada hubungannya dengan kualitas. Uang kuliah yang mahal banget, sehingga yang dapat kuliah hanya mereka yang tugas belajar dengan biaya dari pemda, PNS atau istitusi tertentu. Atau perorangan yang mempunyai dana sendiri yang luar biasa. Sekarang, bahkan di UI sekalipun orang sudah dapat kuliah dengan harga kisaran 5-10 jt persemester. Alasan kedua, ini analisis saya sendiri, adalah masih kuatnya primordial alumniisme di Indonesia. Artinya seorang pejabat yang NB alumni UI akan dengan sesuka hati merekrut bawahannya dari UI pula, begitu juga dengan ITB, Undip, UGM dll. Hal ini juga terjadi di perusahaan swasta. Sehingga tamatan LN yang sulit masuk dalam lingkaran yang mapan, akan nyambi kuliah di Univ negeri atau swasta yang bergengsi sehingga setelah tamat dia akan menjadi keluarga alumni univ tersebut dan mudah mendapat akses kekuasaan dengan memanfaatkan asas primordialisme itu. Saya terkejut, ketika ada teman bercerita, bahkan di perusahaan kecilpun, dikotomi alumni tersebut sangat kental melampaui batas- batas kualitas yang seharusnya diperhatikan. Dengan nada kesal dia menceritakan betapa dia tersingkir hanya karena tidak satu "grup" (baca: alumni) dengan atasannya, di tengah suasana sikat-sikut di perusahaan. Makanya jangan heran banyak teman2 Alumni Al Azhar Kairo, Mesir yang meraih predikat Mumtaz di Kuliah Adab wal Lughah akan berusaha meneruskan kuliah S2 bahasa Arab di UI. Dapat diperkirakan bahwa mereka sebenarnya bukan mau ngambil ilmunya (apa sih bandingannya sastra arab UI dengan Al Azhar), namun supaya bisa masuk dalam lingkaran elit bangsa ini; Gwe Alumni UI bo!!! Bagi yang mau hidup di daerah, mungkin alumni univ setempat yang akan menjadi primadona. Analisis ini bukan bermaksud generalisir, namun sering kali terjadi di lingkungan kerja kita. Pastinya seh, ada juga yang bukan alumni apa2 yang bisa masuk menjadi kalangan elit.. tapi kan itu pengecualian. Alasan berikutnya adalah, sekarang ini sudah banyak univ swasta yang menghadirkan kualitas yang baik di Indonesia, International Program, sehingga bahkan tamatan luar pun akan datang untuk kuliah di sini. Sebut misalnya, Binus, pelita harapan, president university dll. Universitas yang dikuaasai oleh kalangan warga Indonesia etnik China ini memang benar2 mencari kualitas. Bagi teman2 alumni india yang masih fresh, dan tidak punya sodara yang kaya atau memang lonely fighter dalam mencari kerja, ntar kalau pulang jangan terkejut melihat sebuah lowongan: Dibutuhkan... bla..bla... Persyaratan bla, bla, bla, lalu Diutamakan alumni UI atau diutamakan alumni ITB atau diutamakan alumni UGM atau Undip/Unpad dll. Sekualitas apapun anda, kalau bukan dari grup di atas nggak bisa masuk. Kalau kebetulan anda tidak pernah kuliah di universitas tersebut, maka siap-siaplah untuk memakai jurus lama; KKN, cari sebanyak mungkin relasi, mainkan semua instrumen kenalan dan UUD (ujung2nya duit) seperti lazimnya terjadi di Indonesia. Tanpa bermaksud untuk meremehkan teman2 alumni India yang berkualitas, tulisan ini bukan untuk melemahkan daya saing studi anda di India, saya yakin banyak yang bisa kita lakukan di luar lingkaran kekuasaan dan elit sebuah institusi/perusahaan/universitas/lembaga masyarakat tempat kita kerja nantinya, walaupun pergerakannya dapat dipastikan akan lambat. ini hanya sekedar pembanding bagi yang belum tahu atau minimal bagi teman2ku yang berasal dari pelosok nusantara yang setamat SMU langsung tembak langsung ke India, moga bermanfaat. Oh iya, PPI India punya masinis baru, Bang Ulis... Cak Ustad yang alim dan imut.. hehehe moga sukses berjuang bung. Jangan tiru tuh masinis KRL Jabotabek yang sering kecelakaan. Kalau bisa sebagai masinis PPI yah antum bisa buat rel sendiri, melompat gaya quantum leap.. buat Bang Jusman... pensiunan Ketua Umum PPI kapan lagi?????? masak rencong kita itu disimpan mulu???? kapan lagi dong diasahnya??? apa tunggu keburu lumutan??? Oh yah, Bang Jusman, moga bisa konsen dengan kuliahnya; jangan mau terjerumus dengan penyakit "post power syndrom" ok heheheh Kayaknya khabar baru buat teman2 NAD, perdamaian sudah terwujud, no more fear factors.. hehehe tinggal tunggu persetujuan DPR dengan partai lokal di Aceh. Rgds JM --- In [email protected], Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Catatan penting: Udah Zam, ambil MA aja dulu, baru > pulang kawin. > > 8 April 2005 > > > > Nomor : 1179/D/T/2005 > > Lampiran : - > > Perihal : kesempatan lulusan luar negeri untuk > melanjutkan studi > > di perguruan tinggi di Indonesia > > > > Kepada Yth. > > Pimpinan Perguruan Tinggi > > di seluruh Indonesia > > > > Kami sampaikan dengan hormat bahwa akhir-akhir ini > mulai banyak lulusan > > luar negeri yang berminat melanjutkan studi ke > jenjang S2 dan S3 di > > perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini menunjukkan > bahwa ada > peningkatan > > mutu perguruan tinggi kita dan hendaknya kesempatan > ini dapat terus > > dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. > > > > Sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu kami > sampaikan beberapa > > hal yang terkait dengan proses seleksi dan > penerimaan calon peserta > > didik lulusan luar negeri yang akan melanjutkan > studi di perguruan > > tinggi yang Saudara pimpin. > > > > 1. Mohon dipastikan bahwa lulusan tersebut > berasal dari perguruan > > tinggi luar negeri yang legal dan > terakreditasi. > > 2. Lulusan luar negeri dengan gelar Bachelor > misalnya B.Sc. atau B.A. > > pada dasarnya dapat melanjutkan studi ke > jenjang S2 apabila lulus > > seleksi akademik yang dilakukan oleh perguruan > tinggi > > penyelenggara program S2 tersebut. > > 3. Karena adanya perbedaan sistem pendidikan > antara Indonesia dengan > > negara lain maka pada umumnya gelar Bachelor > tidak ekivalen dengan > > S1. Dalam hal ini perguruan tinggi yang akan > menerima calon > > peserta program S2 lulusan luar negeri dapat > memberlakukan > > persyaratan tambahan misalnya program > matrikulasi atau program > > penyesuaian sesuai dengan hasil seleksi > akademik. Kewenangan dan > > ketentuan mengenai hal ini sepenuhnya ada pada > pimpinan perguruan > > tinggi dengan tetap mengedepankan norma > akademik dan kepatutan. > > > > Demikian untuk dipedomani oleh semua perguruan > tinggi dan dilaksanakan > > sebagaimana mestinya. > > > > Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi > > > > > > > > Satryo Soemantri Brodjonegoro > > NIP. 130 889 802 > > > > Tembusan Yth.: > > 1. Menteri Pendidikan Nasional (sebagai laporan) > > 2. Sekretaris dan Direktur di lingkungan Ditjen > Dikti > > 3. Koordinator Kopertis Wilayah I s/d XII > > 4. Ketua BAN-PT > > 5. Ketua Pengurus Pusat APTISI > > > Mario Gagho > Agra University > www.ppi-india.org > --------- > A WINNER works harder than a loser and has more time. > A LOSER is always "too busy" to do what is necessary. > > > > __________________________________ > Yahoo! Mail for Mobile > Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. > http://mobile.yahoo.com/learn/mail _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
