Salam All,

Saya berulang kali menyaksikan kelihaian Mbak Geva ketika 
diwawancarain oleh VOA, voice on America. Saya tak menyangka Mbak, 
yang dulu selalu setiap mengantarkan mahasiswa/i baru ke perkuliahan 
di India ini begitu cekatam dalam mengolah kata2.

Masih ingat jelas, sebuah rumah kontrakan di tingkat II Safdarjung 
Enclave, menjadi tempat pusat pengembangan mahasiswa Indonesia di 
India.

Siilih berganti, mahasiswa/i menempati rumahnya sebelum berangkat ke 
tempat kuliah tujuan. Berbagai intrik dan "politik mahasiswa" 
berkembang di situ. Tak di sangka kesan yang manis itu meninggalkan 
begitu banyak nilai positif-nya.

Selain tempat tinggak Mbak geva, mungkin hanya kantor pusat PPI yang 
menyamai kemuliaannya. Kantor PPI sebagai mana rumah Mbak Geva dan 
Pak Syakban adalah kampus kedua mahasiswa India dalam menimpa ilmu 
berorganisasi. Mungkin di tahun2 depan akan muncul lagi politisi PPI 
India yang lebih berkualitas. Semoga. Bravo Mbak Geva.


Julkifli
(penghuni "liar" rumah mbak Geva hehehhe)

http://tbsavira.blogspot.com

--- In [email protected], "Rizqon Khamami" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> http://www.kebangkitanbangsa.org/detail.php?id=149
> 
> 
> Dra. Hj. Gefarina Djohan, MA
> 
> 
> Bagi Dra Hj Gefarina Djohan MA, menjadi calon anggota DPR-RI 
bukanlah 
> target utamanya. Semula, peraih gelar master bidang political 
science 
> ini hanya ingin mengaktualisasikan keahliannya dalam ilmu politik 
> dengan bersedia masuk dalam jajaran DPP PKB.
> 
> 
> 
> -------------------------------------------------------
> 
> 
> GEFARINA RINDUKAN PEREMPUAN AKTIF DI POLITIK
> 
> MAKA, ketika dalam daftar calon anggota legislatif (caleg) yang 
> diajukan PKB ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gefarina pun kian 
intens 
> mengasah kemampuannya sebelum menuju gedung DPR/MPR-RI, Senayan, 
> Jakarta. Aktifitas Wakil Sekjen DPP PKB ini juga bertambah padat.
> 
> Gefarina berada di nomor urut 2 di daerah pemilihan Jatim VII. Kans 
> Gefarina menuju Senayan dari daerah pemilihan itu memang belum 
> terlalu menjanjikan. Namun, merujuk pada hasil perolehan suara PKB 
di 
> daerah pemilihan yang meliputi Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, 
dan 
> Trenggalek, pada Pemilu 1999, setidaknya Gefarina masih bisa 
berharap.
> 
> Data yang diperoleh Duta dari Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP 
PKB 
> menunjukkan, di daerah pemilihan Jatim VIII, PKB diprediksi meraih 
> 1,93 kursi dalam Pemilu 2004. Artinya, PKB berharap bisa beroleh 
> minimal 2 kursi dari daerah pemilihan yang memperebutkan 8 kursi 
ini.
> 
> Kendati demikian, isteri Dr Sya'ban Muhammad MA -seorang ahli 
Politik 
> Islam, ini tetap harus waspada. Untuk dimaklumi, di daerah 
pemilihan 
> Jatim VII bisa dibilang merupakan daerah "merah". Tak syak lagi, 
> Gefarina harus berjuang keras meyakinkan pemilih agar mencoblos PKB.
> 
> Staf pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga harus 
> intens melakukan pendekatan kepada konstituen PKB di empat 
kabupaten 
> tersebut. Langkah itu sangat dibutuhkan agar keinginan Gefarina 
> memperjuangkan nasib perempuan melalui lembaga legislatif bisa 
> diwujudkan.
> 
> Dilahirkan di Palembang, 24 Oktober 1963, Gefarina berpendapat, 
> perjuangan perempuan merupakan satu hal yang harus dilakukan 
> mengingat 57 persen dari masyarakat Indonesia adalah perempuan. 
> 
> "Maka alangkah sangat tidak adilnya jika keterwakilan perempuan 
> ternyata berada pada posisi yang sangat critical, sangat minim. 
> Artinya sejauh itu, apakah dengan jumlah yang minim dia bisa 
membawa 
> aspirasi perempuan pada umumnya dan apakah dia bisa memiliki 
> kecenderungan berpihak kepada kaum perempuan. Ini menjadi 
persoalan," 
> urainya.
> 
> Oleh karena itu, bagi ibu satu putra pemegang gelar MA dari 
Jam'iyya 
> Millia Islamiyya University, New Delhi, India, ini, keterwakilan 
> perempuan di legislatif sangat penting. Dia pun merindukan 
perempuan 
> bisa tampil aktif dalam partisipasi politik. 
> 
> "Sebenarnya politik itu adalah bagaimana kita masuk ke dalam posisi 
> pengambilan kebijakan. Pengambilan kebijakan ini berarti kita punya 
> andil menentukan jalannya kehidupan bangsa ini. Oleh sebab itu 
> lapangan politik adalah lapangan bagaimana kita bisa ikut 
menentukan 
> apapun yang terkait dengan kehidupan bangsa dan negara ini. Itulah 
> yang menjadi dasar kenapa keterwakilan perempuan menjadi sangat 
> penting," papar Gefarina.
> 
> Selama ini, kata Sekretaris IV Pucuk Pimpinan (PP) Muslimat NU ini, 
> posisi perempuan termarginalkan di ranah politik karena memang 
> perempuan tidak punya keinginan. Selain itu, lingkungan juga tidak 
> memiliki goodwill untuk memberikan kesempatan atau peluang kepada 
> perempuan. 
> 
> Faktor lainnya adalah tradisi politik yang seolah-olah terbangun 
> dalam bentuk maskulin. "Politik dikesankan milik laki-laki, politik 
> itu adalah keras, dan politik itu tidak layak bagi perempuan. 
Padahal 
> prinsipnya, politik itu bagaimana kita masuk dalam sebuah posisi 
> pengambilan kebijakan," ujar Gefarina.
> 
> Lantas apa yang harus dilakukan perempuan? Menurut Gefarina, 
> perempuan harus melakukan evaluasi nanti sejauhmana UU No 12 Tahun 
> 2003 tentang Pemilu pada Pasal 65 Ayat (1) betul-betul memberikan 
> peluang yang positif bagi keterwakilan perempuan. 
> 
> "Apakah nanti misalnya, pasca pemilu, kita akan melihat apakah 
betul 
> 30 persen yang dimaksud dapat mengantarkan perempuan pada posisi 
yang 
> betul-betul bisa menentukan bangsa ini. Tidak hanya di legislatif 
> tapi juga di eksekutif misalnya. Itu juga harus menjadi perhatian," 
> imbuh Gefarina.
> 
> Sungguhpun demikian, perempuan yang aktif di Kaukus Perempuan 
Politik 
> Indonesia (KPPI) ini optimis dengan kepentingan perjuangan kuota 30 
> persen perempuan. Namun, lantaran perundang-undangan tidak 
mewajibkan 
> partai politik mewadahi 30 persen perempuan, Gefarina berjanji akan 
> melakukan evaluasi atas UU Pemilu sekarang. 
> 
> Terkait hal tersebut, imbuh Gefarina, perempuan harus melakukan 
> evaluasi dan selanjutnya melakukan kritik terhadap UU Pemilu jika 
> target kuota 30 perempuan tidak apabila itu tidak 
> tercapai. "Perjuangan kuota 30 persen perempuan ini adalah suatu 
> tindakan afirmatif. Karena kita melihat ketertinggalan itu sudah 
> begitu jauh. Jadi harus ada upaya mempercepat ini dengan cara 
meminta 
> kuota lebih," ujarnya.
> 
> Selain kuota, bagi Gefarina, yang terpenting adalah capacity 
building 
> (peningkatan kapasitas perempuan pada semua aspek). Yakni 
menyadarkan 
> perempuan agar tampil menjadi wakil rakyat, lembaga eksekutif, dan 
> ikut menentukan arah perjalanan bangsa.
> 
> "Yang kedua, adalah bagaimana kita menentukan secara skill dengan 
> terampil. Bahwa kalau perempuan menjadi wakil rakyat dia harus 
> dipersiapkan betul, dia tahu betul aturan-aturan mainnya dan dia 
tahu 
> bagaimana bermain," ujar Gefarina.
> 
> Tataran praksis dari visi itu, tandas Gefarina, adalah pelatihan 
yang 
> dilakukan dengan cara percepatan di semua lini. "Baik itu melalui 
> organisasi-organisasi perempuan maupun melalui woman wing (sayap 
> perempuan) yang rata-rata ada di setiap parpol. Nah, kalau sayap 
> perempuan itu lebih diberdayakan maka betapa woman wing ini sangat 
> berarti. Tapi khusus pada upaya peningkatan kapasitas," urainya. 
> (Abdullah Mufied M.)
> 
> Sumber: Harian Umum Duta Masyarakat
> 
> 
> 
> -----------------------------------------------------------
> 
> BIODATA
> 
> Nama                       : Dra. Hj. Gefarina Djohan, MA
> Tempat, Tanggal Lahir      : Palembang, 24 Oktober 1963
> Pekerjaan                  : Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 
> 
> Jabatan : 
> 1. Wakil Sekjen DPP PKB
> 2. Sekretaris IV PP Muslimat NU
> 
> Pendidikan :
> 1. SD di Pontianak, Kalimantan Timur
> 2. SMP di Jayapura, Papua
> 3. SMA di Jakarta
> 4. Fakultas Ushuluddin (S1), IAIN (skr: UIN) Syarif Hidayatullah, 
> Jakarta
> 5. Political Science (S2), Jam'iyya Millia Islamiyya University, 
New 
> Delhi, India
> 
> Suami : Dr. H. Sya'ban Muhammad, MA
> Anak  : 1. Mumtaz Khayawaralalo (9)
> 
> Sumber : Harian Umum Duta Masyarakat




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hia3j64/M=323294.6903898.7846636.3189767/D=groups/S=1705080866:TM/Y=YAHOO/EXP=1123139290/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org 
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke