Bangsa Indonesia sedang belajar berdemokrasi.
Dikatakan belajar karena baru sejak turunnya Suharto
dan ambruknya Orba pada 1998, kita baru mulai
berdemokrasi. Kalau 1998 dianggap sebagai lahirnya
demokrasi, berarti ia baru berusia tujuh tahun. Masih
baru kelas 2 SD. Karena itu, kita jadi sedang mengeja
kata perkata; dan tersendat memaknainya. Termasuk
dalam hal ini kita-kita yg sedang belajar atau tinggal
di india.
Dan karena itu pula kita sering salah kaprah dalam
mengamalkan spirit demokrasi.
Inti dari demokrasi adalah (1) pemerintahan oleh
rakyat (via pemilu); dan karena itu (2)penguasa
terpilih tidak boleh lepas dari dan harus terbuka
terhadap kritik pihak yg memilihnya (yaitu rakyat);
dalam hal ini kritik rakyat (via media, milis atau
sms) dianggap sebagai pilar utama ke-empat demokrasi
(the fourth estate of democracy)--di samping
eksekutif, legislatif dan yudikatif;(3) freedom of
speech/expression yg bermakna rakyat bebas
mengatakan/mengutarakan apapun yg mereka mau, selagi
hal itu tidak merusak/mengganggu keamanan rakyat yg
lain.
Oleh karena itu, spirit demokrasi menuntut penguasa
untuk berusaha keras berlapang dada menerima kritik
dalam bentuk apapun: konstruktif maupun destruktif;
halus maupun kasar; langsung atau "tembak-samping"
(minjam istilah Sorimonang).
itulah konsekuensi seorang pemimpin demokratis:
merelakan dan membiasakan perasaan anda menerima
apapun yg dikatakan rakyat; membiasakan membuka kuping
lebar-lebar terhadap pujian dan makian. bila anda
lulus, anda akan jadi pemimpin besar dan seorang
demokrat sejati. bila anda tidak kuat dan anda
melakukan pelarangan/pemboikotan sana sini, maka anda
akan jadi pemimpin kecil dan kerdil yg akan terbenam
di kompetisi kepemimpinan nasional kelak.
di sisi lain, rakyat juga musti tahu diri dalam
mengutarakan kritiknya. harus bisa membedakan mana
masalah besar dan masalah kecil. mana masalah yg
menyangkut kepentingan umum/bersama dan yg pribadi.
sebab, bila semua hal (kecil/besar; kepentingan
umum/pribadi) kita kritik, kita akan dianggap orang yg
cerewet; bukan kritis. bila ini terjadi, maka
kredibilitas kitapun akan jadi korban.
di samping itu, hal yg perlu diperhatikan adalah bahwa
kritik umumnya diarahkan ke institusi/lembaga atau
penguasa yg memimpin institusi/lembaga itu. kita
mengeritik mereka dg alasan yg jelas: krn. mereka
langsung atau tidak langsung adalah pengemban amanah
rakyat; mereka menjadi manajer dari perusahaan (baca,
negara) milik rakyat. dan karena itu, mereka harus
mempertanggungjawabkan segala tindakan yg mereka
lakukan.
jadi, yg dikritik bukanlah sesama rakyat. mengeritik
sesama rakyat saya kira bukanlah sikap kritis; tapi
sikap yg cerewet dan lebih berat ke unsur gosipisme.
apapun alasannya. suatu sikap yg selalu dijauhi oleh
siapapun yg ingin menjadi intelektual pembawa aspirasi
rakyat. karena itu, bila kita hendak mengeritik
seorang individu (bukan penguasa) hendaknya langsung
diarahkan secara pribadi ke yg bersangkutan tentu dg
cara yg baik sesuai dg anjuran agama dan tatanan
sosial kita masing2. guru spiritual saya, kyai rizqon
khamami pernah di depan saya mengutip sejumlah ayat2
Quran bagaimana cara "menasihati yg baik" antar sesama
individu.
salam hangat,
Mario Gagho
Agra University
www.ppi-india.org
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page
http://www.yahoo.com/r/hs
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/G7lQgA/FpQLAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Mukhlis): 09871815229 ; Sek. PPI(Herman): 09897160536
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/