Militer Malaysia Cabut 15 Patok Batas
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/28/sh03.html


Pontianak – Angkatan Darat Tentara Federasi Malaysia mencabut 15 unit 
patok tapal batas darat di seberang Sungai Buwan, wilayah Rukun Tetangga 
(RT) Sentabeng, Dusun Jagoi Kindau, Desa Sekidak, Kecamatan Jagoi 
Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Sekretaris Komisi A (Bidang Hukum, Pemerintahan dan Keamanan) Dewan 
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalbar, Zainuddin Isman kepada 
SH, Selasa (27/1) kemarin, mengatakan, akibat okupasi sepihak Malaysia, 
wilayah darat Indonesia kehilangan sedikitnya 50 hektare.
Kepala Penerangan Korem 121/Alam Bhana Wanawai (ABW) Kapten (Inf) Umar 
Affandi mengaku, belum mendapat data pencabutan patok. Umar berjanji 
melapor kepada Danrem 121/ABW Kol (Inf) Nukman Kasodi, untuk segera 
dilakukan operasi darat.
Kabag Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Aleksius, mendesak 
pemerintah pusat segera lakukan langkah konkret, karena wilayah dimaksud 
memang sangat rawan terhadap okupasi pihak asing. Kondisi lahannya, 
tambah Aleksius, masih berstatus hutan belantara, dan dijamin tidak 
termasuk 10 titik batas yang belum disepakati kedua negara.

Atas dasar itu, Zainuddin, berani memastikan, Pangdam VI/Tanjungpura di 
Balikpapan, Kalimantan Timur, Mayjen TNI Tono Suratman, Kepala Staf 
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD), dan Jenderal TNI 
Agustadi Sasongko. dan Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso, akhir 
November 2008 lalu, sebetulnya sudah mendapat laporan terperinci ulah 
Malaysia di perbatasan Jagoi Babang.
”Data yang diperoleh di lapangan sangat akurat dan sangat siap 
dipertanggungjawabkan kapan saja. TNI, Departemen Pertahanan, dan 
Departemen Luar Negeri, mesti segera mengambil langkah konkret, dengan 
melayangkan nota protes. Ini sudah menyangkut harga diri bangsa 
Indonesia,” ujar Zainuddin.

Saksi Mata
Titik patok yang diobrak-abrik tentara Malaysia mulai dari patok ET117 
hingga patok ET170. Hasil investigasi Komisi A DPRD Provinsi Kalbar, 
setidaknya 15 titik patok hilang yang sebagian besar di atas Sungai 
Buwan, setelah dilakukan patroli rutin militer Federasi Malaysia.
Zainddin mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi mata, Dolah, Kepala 
Dusun Jagoi Kindau, pada 10 November 2008, sejumlah personel tentara 
angkatan darat Malaysia, melarang warga Indonesia melakukan kegiatan 
tradisional di kawasan hutan di bagian seberang Sungai Buwan.
Malaysia secara sepihak beranggapan wilayahnya adalah Sungai Buwan yang 
ada di wilayah Sentabeng, sampai dengan Sungai Jagoi Babang.
Namun, sesuai dengan koordinat patok batas, sebenarnya batas wilayah 
Indonesia masih 200 meter di bagian seberang Sungai Buwan. Zainuddin 
menjelaskan, ET170 berada di sebelah kanan simpang kanan Sungai Buwan. 
ET117 berada di sebelah kanan Sungai Buwan, simpang kanan bagian timur. 
Ini tertuang dalam perjanjian Belanda-Inggris, bahwa wilayah itu resmi 
wilayah Indonesia sepanjang 50 meter.
Di sebelah kanan timur Sungai Buwan, simpang kiri dari patok ET110, 
titik ET217, ditunjukkan ada pertemuan simpang tiga Sungai Sukan. Ketiga 
sungai ini ada 50 meter masuk wilayah Indonesia dari Sungai Berenas 
hulu, mulai patok ET130-ET170 di simpang tiga hilir Sungai Berenas, 
wilayah Sentabeng sepanjang 9 kilometer ke sebelah kanan, sejauh 50 
meter. Ini berarti wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia sekitar 50 
hektare.

Perjanjian 1928
Zainuddin menuturkan, berdasarkan fakta sejarah, kasus sosial di atas 
Sungai Buwan ini sudah ditangani Hindia Belanda tahun 1902. Oleh karena 
itu, Belanda mengusulkan kepada Inggris bahwa batas kedua negara bukan 
Sungai Buwan dan bukan Sungai Berenas, tapi patok yang ditancapkan di 
sebelah kanan Sungai Buwan berjarak 50 meter dan 50 meter lagi dari 
Sungai Berenas.
Dengan pemahaman ini, Tim Komisi Belanda mengusulkan kepada Inggris 
untuk membuat perjanjian khusus dan berlaku mutlak di wilayah tersebut. 
Usulan diterima, dan perjanjian Belanda-Inggris ditandatangani di 
Denhaag, Belanda, 26 Juni 1928. ”Batas kedua negara berwujud patok yang 
ditempatkan di sebelah kanan Sungai Buwan maupun Sungai Berenas berjarak 
50 meter. Malaysia tidak berhak secara sepihak mencabut 15 unit patok 
batas yang sebelumnya sudah disepakati kedua negara. Departemen Luar 
Negeri mesti tuntut Malaysia minta maaf secara terbuka,” ungkap 
Zainuddin. (aju)
-- 
Kind regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionokertawacana.blogspot.com/

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/PPIBelgia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/PPIBelgia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:ppibelgia-dig...@yahoogroups.com 
    mailto:ppibelgia-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppibelgia-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke