lebih kasihan lagi yang bagian ngepel sama nyuci kursi pengadilan... hiks...
 
salam,
bagusco

--- On Thu, 2/19/09, Sulistiono Kertawacana 
<sulistiono.kertawac...@alumni.ui.edu> wrote:

From: Sulistiono Kertawacana <sulistiono.kertawac...@alumni.ui.edu>
Subject: Re: [PPIBelgia] Lupa Ingatan, Bupati Lombok Barat Dibebaskan dari 
Tahanan KPK
To: PPIBelgia@yahoogroups.com
Date: Thursday, February 19, 2009, 7:31 PM






gara2 ada yang pernah kasih contoh modusnya.hehhe .btw tapi yangs atu ini sampe 
beberapa kali pipis pas lagi sidang lho..kasihan juga sih...


Pada 19 Februari 2009 18:39, Setio Pramono <hafidz...@yahoo. com> menulis:







tapi kalo dia itu bupati pasti masih inget...
Tio






From: Sulistiono Kertawacana <sulistiono.kertawac a...@alumni. ui.edu>
To: IA-IP-UNPAD@ yahoogroups. com; PPI Belgia <ppibel...@yahoogrou ps.com>
Sent: Thursday, February 19, 2009 11:27:32 AM
Subject: [PPIBelgia] Lupa Ingatan, Bupati Lombok Barat Dibebaskan dari Tahanan 
KPK



http://www.detiknew s.com/read/ 2009/02/19/ 140145/1087400/ 10/lupa-ingatan- 
bupati-lombok- barat-dibebaskan -dari-tahanan- kpk#




Kamis, 19/02/2009 14:01 WIB



Lupa Ingatan, Bupati Lombok Barat Dibebaskan dari Tahanan KPK
Rachmadin Ismail - detikNews






&lt;a href='http://openx. detik.com/ delivery/ ck.php?n= 
a59ecd1b&amp;amp;cb=INSERT_ RANDOM_NUMBER_ HERE' target='_blank'&gt;&lt;img 
src='http://openx. detik.com/ delivery/ avw.php?zoneid= 24&amp;amp;cb=INSERT_ 
RANDOM_NUMBER_ HERE&amp;amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt; 
Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor  membebaskan Bupati Lombok Barat non 
aktif H Iskandar dari tahanan. Alasannya, pria asal Mataram tersebut dinyatakan 
lupa ingatan atau mengidap penyakit dimensia permanen.

"Status pembantarannya dicabut dan meminta terdakwa dikeluarkan dari tahanan," 
ujar ketua majelis hakim Gusrizal di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, 
Kuningan, Jaksel, Kamis (19/2/2009).

Selain mengidap dimensia, Iskandar juga memiliki beberapa penyakit kronis 
lainnya. Antara lain diabetes, darah tinggi dan stroke.

Menurut tim dokter yang memeriksa Iskandar, gejala dimensia tidak bisa 
disembuhkan. Jika proses persidangan dilanjutkan, maka akan sulit mencari 
kebenaran materil dari perkara yang sedang ditangani.

"Terdakwa mengalami penyusutan otak dan mengalami lupa terhadap hal-hal 
tertentu. Bahkan ia juga lupa terhadap istrinya dan jumlah anaknya," jelas 
Gusrizal.

Selain itu, Iskandar juga sempat buang air kecil di persidangan selama hampir 3 
kali. Ketegangan di persidangan dan diabetes menjadi penyebab utama kejadian 
tersebut.

"Ia juga pernah mendukung kesaksian saksi yang memberatkan dirinya," kata 
Gusrizal.

Dengan demikian, hakim mengembalikan berkas perkara Iskandar pada jaksa. Namun 
putusan ini belum final, karena hakim masih mempersilakan jaksa untuk melakukan 
banding.

(mad/nrl)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik. com dari browser 
ponsel anda! -- 
Kind regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/




-- 
Best regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/
















      

Kirim email ke