http://www.detiknews.com/read/2009/05/22/211849/1135823/10/taman-indonesia-di-belgia-diresmikan-pertama-di-eropa

Brussel - Sebuah taman Indonesia seluas 5 hektar
diresmikan di Belgia. Taman yang diberi nama The Kingdom of Ganesha ini
adalah sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia.

Taman
berlokasi di Parc Paradisio, Brugelette, Belgia, itu telah dibuka dan
diresmikan pada 20/5/2009 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI
Jero Wacik, didampingi Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema, Dirjen Pemasaran
Pariwisata Sapta Nirwandar dan Staf Ahli Khusus Menbudpar Harbunangin.

Dari
pihak Belgia antara lain Menteri Ekonomi, Tenaga Kerja dan Warisan
Budaya Wilayah Walonia, Jean Claude Marcourt dan CEO Parc Paradisio,
Eric Domb.

Upacara pembukaan diwarnai upacara bernuansa Bali
dengan penyucian Pura Agung Shanti Buwana, disaksikan sekitar 800
undangan yang memadati pelataran Taman Indonesia pertama di Eropa ini.

“Taman
Indonesia di Belgia ini tidak hanya pintu dan jendela untuk mengenal
Indonesia, tapi juga sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa
Indonesia di Eropa,” Menbudpar Jero Wacik dalam sambutannya.

Secara
terpisah Dubes Nadjib menambahkan bahwa taman yang digagas CEO Eric
Domb ini tidak hanya mendekatkan masyarakat Eropa kepada Indonesia,
tapi lebih dari itu adalah sebuah pengakuan bagi Indonesia.

"Bahwa
sesungguhnya Indonesia memiliki keunikan yang amat menarik bagi dunia,
yang layak untuk terus menjadi perhatian bangsa lain,” demikian Nadjib.

Miniatur Indonesia

Kompleks
besar taman Indonesia seluas 5 hektar ini memang langka, unik sekaligus
istimewa, tidak hanya bagi masyarakat Eropa tapi bagi warga Indonesia
di Eropa. Di taman ini ada Puri Agung Shanti Buwana, sebesar ukuran
sesungguhnya di Bali, berdiri di atas sawah bertingkat ala sawah di
Ubud. 

Selain itu juga dilengkapi dengan replika besar candi
Prambanan yang menjulang tinggi, serta bongkahan batu besar berderet
ala Gunung Kawi di balik tembok candi.

Di depan gerbang tampak
Rumah Toraja, replika candi Borobudur dan di bagian belakang tampak
rumah tradisional Nusa Tenggara Timur, berderet melingkari ujung taman.
Ini masih diperindah dengan beragam patung, akar pohon tua, dan batang
kayu pohon besar, yang telah menjadi fosil dari daerah Banten.

"Dijadwalkan
pada akhir bulan ini gajah dari Sumatera akan tiba untuk memperkaya
taman Indonesia ini," tutur Korfungsi Pensosbud PLE Priatna kepada
detikcom.

Didatangkan dari Jawa Bali

Taman
ini terwujud berkat kecintaan CEO Parc Paradisio, Eric Domb kepada
Indonesia. Memperingati 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik
Indonesia-Belgia, kerjasama KBRI Brussel dan Eric Domb ini membuahkan
hasil-hasil istimewa. 

Kompleks taman dibangun keseluruhannya
oleh para seniman yang didatangkan khusus dari Bali dan para pekerja
dari Bali dan Jawa Tengah. Sebanyak 22 orang bekerja membangun taman
sejak akhir 2006 dan selesai dalam dua tahun. 

Priatna
menjelaskan bahwa untuk menjaga keaslian dan aroma magis keindonesiaan,
batu-batu untuk membangun pura besar dan seluruh lapisan jalan setapak
berasal dari Indonesia. Totalnya ada sekitar 320 kontainer batu-batu
candi diimpor dari lereng gunung Merapi Jawa Tengah. 

"Betapa seriusnya Parc Paradisio memperkenalkan budaya Indonesia di pusat Eropa 
ini," ujar Priatna.

Parc Paradisio adalah sebuah taman konservasi flora dan fauna, yang dibangun 
sejak 2000 di tengah sisa bangunan chateau (kastil tua), dengan koleksi sekitar 
1500 spesies tanaman dan 3500 spesies binatang.

"Taman
ini tidak hanya menjadi pusat rekreasi yang menawarkan keakraban alam,
manusia, dan kebudayaan, tetapi juga konservasi berkonsep moderen, yang
mengibarkan promosi permanen bagi pariwisata, ekonomi dan investasi
Indonesia di jantung Uni Eropa ini," demikian Priatna.
 Ahmad Faizal
Leiekaai 338, 9000 Gent. Belgium
----------------------------------------------------------
*School of Life Sciences and Technology
  Bandung Institute of Technology
*PhD. Student in Plant Production
  Ghent University, Belgium
  ich_...@yahoo.com
  ahmad.fai...@ugent.be


      

Kirim email ke