Forwarded message:

>From: ya...@vub.ac.be
>To: (Furqon Azis) uton...@yahoo.com 
>Cc: 
>Date: Sat, 27 Jun 2009 01:05:00 (CEST)
>Subject: re:Re: Saran2 diskusi 4 Juli 2009
>
>>Dear Kang Utong dkk.
>Setelah membaca informasi dari Kang Furqon saya mulai sedikit mengerti.
>Jadi kita akan mendiskusikan pendidikan mulai tingkat 0 kecil 2,5 tahun, TK 
>sampai perguruan tinggi. Bahkan kita juga akan sampai ke-diskusi dimana anak 
>anak didik kalau sudah selesai pendidikannya ditingkat masing masing (teknik 
>kejuruan, superior, high scholl (sebangsa Academi di Indonesia)atau 
>Universitas sarjana, pasca sarjana dan posdoc) sehingga mereka mendapat 
>pekerjaan dan berkarier sampai titik puncak karier. 
>
>Luas dan cukup panjang pemaparannya. Saya memang sedikit punya pengalaman 
>menyekolahkan anak anak disini walau sampai saat ini baru ketingkat Secondary 
>(SMA)tapi pengetahuannya hanya berdasarkan pengalaman, sedangkan yang kita 
>butuhkan adalah dasar/kerangka pikir pendidikan yang dibuat tsb. (dasar, motif 
>dan target yang dicapai) . Ok lah nanti kita berbagi pengalaman dibidang ini, 
>tapi yang paling tepat memberikan presentase adalah bapak bapak kita yang 
>terjun langsung dibidang ini baik di Indonesia juga di Belgia: untuk itu saya 
>usulkan yang memberikan adalah Bapak Professor Tjandra Maga Emiritus guru 
>besar dari UI dan KUL. Beliau tinggal di Leuven dan masih aktif sebagai 
>konsultan bidang kedokteran di Belgia.
>Saya berharap beliau ada ditempat dan punya waktu pada acara kita 4 Juli ini.
>Mas Bayu sudah bersedia menghubungi. Kita tunggu hasilnya.
>Mas Bayu, jangan lupa juga mengundang dr. Gunawan (beliau ini juga punya 
>banyak ilmu dan pengalaman didang pendidikan dan praktek kedokteran didaerah 
>terpencil di Papua) bahkan anak anak beliau sudah tamat KUL dan bekerja. Juga 
>bapak Handoko dan ibu (alumni UI)maaf kalau salah menulisnya (Ketua partai PBB 
>Belgia). Beliau juga banyak pengalaman dibidang pendidikan, dan anak naaknya 
>tamatan KUL juga.
>Dan yang lain lain se^perti Mas Jhon di KBRI, romo Katolik dan pendeta dan 
>utad ustad kita seperi Bapak Umar dari KBRI dsb.
>Saya yakin kalau dari masyarakan cukup banyak yang diundang semakin banyak 
>masukan dan rumusan diskusi akan lebih solid dan mencapai tujuan.
>Tinggal logistiknya Mas Bayu... tolong dirumuskan lagi, apa perlu juga dari 
>kami PPI ikut turun tangan.
>
>Wassalam
>
>Yulheri Abas
>
>Wassalam
>
>Yulheri Abas 
>
>
>Dear Pak Abas,
>>
>>Kabar terakhir Anis tidak bisa ikut, jadi wakil dari PPI-Belgia tinggal Pak 
>>Abas.
>>Kenapa kita pilih Bapak, Karena Pak Abas pernah dan sedang berhubungan dengan 
>>system pendidikan dari Elementary school sampai Universitas di Belgia 
>>(setidaknya Pak Abas mengetahui dari pengalaman putra/putri Pak Abas yang 
>>sedang mengenyam pendidikan di Belgia.
>>Untuk itu kami mohon dengan sangat kesediaan Pak Abas.
>>
>>
>>Wassalam
>>-Utong-
>>
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>>From: Yulheri Abas <ya...@vub.ac.be>
>>To: Furqon Azis <uton...@yahoo.com>
>>Sent: Sunday, June 21, 2009 8:34:11 AM
>>Subject: Saran2 diskusi 4 Juli 2009
>>
>>>Alaikumussalam WW
>>Dear Utong,
>>Terimakasih saya diberi kehormatan untuk ikut partisipasi dalam pertemuan PPI 
>>Belgia tgl. 4 Juli. Namun demikian bagaimana kalau bisa saya mengusulkan Mas 
>>Tio dari Hasselt, Kang Utong dan Mas Bagus bersama Anis untuk tampil 
>>presentasi mengenai perbandingan system pendidikan Indonesia Belgia. Soalnya 
>>background saya kan riset sedang Mas Tio, Mas Bagus dan Kang Anis kan 
>>professor di Universitas dan tentunya pembicaraan akan lebih terarah dan 
>>mantap. Saya sangat gembira sekali kalau yang tampil dari "PPI" adalah yang 
>>muda muda yang punya semangat tinggi, sedang yang tua seperti saya ini akan 
>>lebih baik mendukung dari belakang dan tentunya akan ikut berpartisipasi 
>>penuh dalam pertemuan ini. Nanti dalam acara diskusi kalau ada waktu kita 
>>tentunya akan berbagi pengalaman ... dan saya mungkin akan menceritakan 
>>secara ringkas tentang birokrasi pendidikan di departemen saya.
>>
>>Satu lagi saya perlu menyarankan sama Utong, tolong sampaikan sama Mas Bayu 
>>bahwa undangan perlu disebarkan secara formil. Karena masyarakat kita disini 
>>sudah terbiasa dengan sistem formil apa lagi para diplomat (tolong bisikkan 
>>sama Mas Bayu khusus untuk diplomat kiranya bapak Dubes atau Ibu wakil bisa 
>>menghimbau mereka secara lisan untuk ikut partisipasi pada pertemuan kita ini.
>>Untuk mudahnya Undangan mungkin bisa dikirim via Email tapi perlu 
>>dikonfirmasi kedatangannya via telpon, seandainya yang diundang tidak punya 
>>email mungkin perlu dikirim pakai pos.  Mohon maaf saya sebetulnya berat 
>>menyampaikan usulan ini, akan tetapi berdasarkan pengalaman jaman dulu 
>>mengurus PPI Bxl yang kebetulan selalu kebagian tugas kepanitiaan karena 
>>paling dekat ke KBRI maka saya harus menyampaikan demi suksesnya acar kita 
>>ini. Saya kawatir nanti kita semua sudah persiapkan dengan baik ternyata yang 
>>datang hanya kita kita dari ppi saja sehingga kita tidak banyak dapat 
>>masukan. Apalagi diskusi PPI ini pertama kali dilakukan pada periode 
>>pengurusan sekarang, seandainya kurang sambutan tentunya yang berikutnya kita 
>>akan patah semangat untuk kedua kalinya.
>>
>>Kita PPI sungguh beruntung bisa mengadakan acara diskusi dengan dukungan 
>>penuh bapak Dubes dan para stafnya yang berpikiran maju. Dulu pernah 2 
>>periode kepemimpinan Kedutaan kegiatan PPI betul betul kosong sedang pada 
>>periode sebelumnya kerjasama PPI masyarakat dan Kedutaan betul betul solid 
>>dan saling mendukung. Pernah pada periode kepemimpinan Bapak Dr. Kartasasmita 
>>almarhum saking semangat dan intensifnya kerjasama PPI dan Masyarakan bersama 
>>Kedutaan maka PPI diberi anggaran tetap dan diberi ruang kantor di KBRI.
>>
>>Demikian dulu Kang Utong, harapan saya semoga rencana kita ini bisa berjalan 
>>sukses.
>>
>>Wassalam
>>
>>Yulheri Abas
>>
>>Assalamu'alaikum Wr Wb
>>>
>>>Pak Abas, Alhamdulillah acara silaturahmi PPI-Belgia di Antwerp berjalan 
>>>lancar dan menghasilkan
>>>beberapa rencana untuk mensukseskan acara diskusi PPI-Belgia,KBRI dengan 
>>>masyarakat Indonesia di Belgia pada tanggal 4 Juli 2009 di KBRI Tervuren.
>>>Salah satu poin yang dihasilkan yaitu diskusi akan dimulai dengan topik 
>>>perbandingan sistem pendidikan tinggi di Indonesia dengan Belgia (topik 
>>>sebenarnya tidak mengikat hanya fokus utamanya pada masalah pendidikan).
>>>Untuk pembicara/panelis dari KBRI, Bayu dan Iwan mengusulkan Pak Bahtiar dan 
>>>Pak Edi sebagai panelis dan untuk perwakilan panelis dari  PPI-Belgia 
>>>mengusulkan Anis dan Pak Abas.
>>>Untuk itu, saya mewakili PPI-Belgia memohon kesediaan Pak Abas untuk menjadi 
>>>panelis/pembicara pada diskusi tanggal 4 Juli 2009 tersebut.
>>>
>>>Untuk format diskusi sebenarnya informal dan untuk panelis hanya 
>>>menyampaikan kata pengantar seputar pengalaman yang bersangkutan selama 
>>>mengikuti pendidikan di Belgia dan juga mungkin Pak Abas bisa membicarakan 
>>>pengalaman mengenai peluang sekolah yang berdasarkan urut kacang di instansi 
>>>pemerintahan.
>>>Diharapkan hasil akhir diskusi berupa semacam press release rekomendasi dari 
>>>PPI-Belgia untuk perbaikan sistem pendidikan di negara kita.
>>>
>>>
>>>Wassalam
>>>-Utong-
>>>
>>>
>>>      
>>>
>>
>>
>>      
>>
>
>
>
> no attachments  have been sent 
>
>


Kirim email ke