** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Sriwijaya Post
Rabu, 24 Maret 2004
Kampar Rusuh 2 Pelajar Tertembak
BANGKINANG, SRIPO - Aksi demo yang digelar sekitar 10.000 orang yang terdiri dari
pelajar, guru dan pegawai negeri sipil (PNS) di Bangkinang Ibu Kota Kabupaten Kampar,
Riau, berakhir bentrok dengan pihak aparat. Akibatnya, dua orang pelajar tertembak,
sedangkan sepuluh orang lainnya mengalami luka memar karena dianiaya.
Bentrok fisik itu terjadi pada Selasa (23/3) di halaman Gedung Mahligai Bungsu, saat
ribuan orang melakukan apel akbar. Massa sendiri berkumpul di halaman gedung sekitar
pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan orasi sebagai bentuk protes terhadap Mendagri Hari
Sabarno yang dinilai lambat dalam mengeluarkan surat keputusan pemberhentian terhadap
Jefri Noer, Bupati Kampar yang telah direkomendasikan DPRD Kampar untuk diberhentikan.
Sementara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno mengatakan, pemerintah akan
memutuskan masalah Bupati Kampar, Riau, Jefri Noer setelah pelaksanaan Pemilu 5 April
2004. "Sekarang kita konsentrasi ke pemilu," katanya di Jakarta, Selasa (23/3).
Sekitar pukul 10.00 WIB, dua truk Dalmas dari Polres Kampar dan dibantu satu truk dari
Brimob Polda Riau menerobos ke tengah massa. Masuknya pihak aparat itu membuat suasana
tampak tegang. Dari sana, Kabag Operasi Polres Kampar Komisaris Polisi Hasyim meminta
agar aksi demo segera dihentikan.
Tak Diberi Izin
Alasannya, kendati pihaknya telah menerima surat pemberitahuan, namun Polres Kampar
sendiri tidak memberikan izin untuk berdemo. Sebab, katanya, secara nasional tidak
dibenarkan adanya pengumpulan massa terkecuali massa yang berkampanye. Saat itu, Kabag
Operasi Polres Kampar memerintahkan agar ribuan demonstran itu segera bubar.
Perintah aparat itu langsung ditanggapi Koordinator Lapangan, M Idris lewat pengeras
suara meminta agar massa membubarkan diri karena tidak diizinkan pihak aparat. Warga
pun berangsur-angsur meninggalkan halaman gedung tersebut. Namun demikian sebagian
besar massa masih bertahan, karena mereka juga ingin santai sejenak sembari menunggu
mobil truk yang akan menjemput mereka.
Merasa gerakan massa agak lambat meninggalkan halaman gedung, rupanya membuat emosi
pihak polisi tidak terkendali. Dengan sangat brutal, pihak aparat naik ke atas
panggung yang dijadikan tempat orasi massa dan melakukan pemukulan serta pengusiran.
Sekitar enam orang yang berada di atas mimbar orasi itu terjatuh karena dipaksa turun.
Lempar Batu
Sikap arogansi aparat itu menjadi bahan cemoohan massa. Mereka berteriak sembari
mencaci-maki tindakan aparat yang terkesan main paksa. Bagai kehilangan kesabaran,
aparat pun dengan ganasnya memukuli warga yang masih bertahan di halaman gedung.
Massa pun membalas dengan lemparan batu ke tengah aparat. Sekitar pukul 10.30 WIB,
ratusan aparat meletuskan puluhan tembakan peringatan ke atas. Di samping itu, puluhan
bom asap dilemparkan ke tengah massa.
Aksi tidak sampai di situ saja, walau massa telah keluar dari halaman gedung, dari
luar pagar, ratusan pelajar kembali melempari batu. Lagi-lagi aparat terpancing emosi.
Hampir sekitar dua jam lamanya, aparat dengan pelajar saling melempar batu.
Tapi belakangan, aparat menggunakan senjata dengan peluru karet serta bom asap.
Perkelahian semakin tidak berimbang. Namun para pelajar tetap bertahan dari luar pagar
untuk melempari batu ke tengah aparat. Suara letusan senjata puluhan kali terdengar.
Kota Bangkinang seakan terjadi pertempuran yang sengit antara pelajar dengan polisi.
Peluru Karet
Senjata laras panjang yang berisikan peluru karet itu tidak lagi sebagai tembakan
peringatan. Tembakan itu tampak diarahkan ke tengah kerumunan para pelajar yang berada
di sebelah kanan gedung.
Walhasil, peluru karet pun menembus dada sebelah kiri Kamarudin (16) pelajar Madrasyah
Aliyah Negeri (MAN) Kecamatan Tanjungrambutan, Kampar. M Amin pelajar SMU I Kampar
juga terkena peluru sehingga jari manis kirinya nyaris terputus. Keduanya langsung
dilarikan ke RS Ibnu Sina Bangkinang.
Selain dua pelajar menjadi korban penembakan, lima orang guru juga menjadi sasaran
amukan pihak aparat. Mereka mengalami luka memar bagian wajah dan dada akibat
pentungan polisi. Tak puas dengan itu, aparat terus melakukan pengejaran terhadap
siswa. Sedikitnya lima pelajar setingkat SLTA diamankan pihak Polres Kampar. Pukul
13.00 WIB, aparat baru membubarkan diri dari gedung Mahligai Bungsu. (Ant/Kcm/Dtc)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/