** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Harian Komentar
23 March 2004
Massie: Wacana SI justru ditinggalkan di Malaysia
Yusril: Saatnya Hukum Syariat Islam Diberlakukan
Menteri Kehakiman dan HAM yang juga Ketua Umum DPP PBB, Yusril Ihza
Mahendra, menyatakan bahwa Kitab Undang-Undang Hukum Pi-dana (KUHP) yang
merupakan wa-risan hukum kolonial Belanda, sudah waktunya diganti dengan
sistem hu-kum baru yang memasukkan Syariat Islam (SI) dan dijiwai oleh hukum
adat.
"Dan jangan dianggap hal ini ada-lah diskriminatif, sebab ketika men-jadi
produk hukum, syariat itu akan menjadi produk hukum negara yang adil untuk
semua warga negara," urai Yusril saat berkampanye di la-pangan sepakbola
Labuan, Dong-gala, Sulawesi Tengah.
Yusril sendiri menegaskan bah-wa PBB adalah partai Islam yang moderat dan
terbuka, serta selalu berlandaskan pada nilai-nilai akh-lak yang baik.
Yusril yang tampil menyampaikan pidato politik sekitar 15 menit itu
dielu-elukan oleh tak kurang dari 3.000 massa
pendukung dan simpatisan PBB yang datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten
Donggala dan Kota Palu. Sebelum ke Palu, Yusril meng-gelar kampanye di
Mamuju, Sulawesi Selatan. Adapun seusai dari Dong-gala, Yusril melanjutkan
perjalanan ke Provinsi Gorontalo. Kedatangan Yusril ke Palu untuk ke sekian
kali-nya, ini menumpang pesawat carte-ran milik maskapai penerbangan Pelita
Air Service.
Sementara itu, secara terpisah, Korwil Partai Damai Sejahtera (PDS) Sulut,
Jeffrey Johanes Massie kembali mengingatkan bahwa perjuangan kaum minoritas,
akan semakin berat jika syariat Islam dimasukkan dalam UUD negara. ''Ini
patut kita waspadai bersama,'' tegas caleg DPR RI ini.
Meski begitu, dia menyatakan bahwa PDS akan berjuang sesuai platform partai
dan tetap menjunjung tinggi dasar negara Pancasila dalam wilayah NKRI, serta
menghalau upaya-upaya yang ingin menjadikan negara ini, sesuai sistem negara
agama. Massie menambahkan, untuk masa mendatang, sistem negara agama tidak
lagi sesuai dalam sebuah komunitas masyarakat yang hetero-gen, walau
mayoritas negara tersebut didominasi agama tertentu.
Saya bisa mencontohkan Malaysia, kata Massie, yang menyatakan, berdasarkan
hasil pemilu di negara tetangga tersebut, kelompok yang pro syariah malah
kalah telak di negara Islam. ''Ini menandakan keinginan untuk berdemokrasi
semakin kuat untuk membuka diri, bukannya ma-lah mengisolasi diri dengan
aturan-aturan yang tidak konstitusional yang terbukti tidak 'diminati',
bahkan di negara Islam seperti Malaysia se-kalipun,'' katanya seraya mengacu
pada kekalahan PAS di Malaysia yang disebut-sebut sebagai kekalahan terbesar
partai fundamentalis itu dalam 10 tahun terakhir.(dtc/*)
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/