** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/03/25/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------------------

Bahasa Indonesia di Media Cetak Membingungkan Orang Asing


Minat Mempelajari Menurun Sejak Tahun 1998 

JAKARTA - Bahasa di media cetak ternyata menyulitkan warga negara asing yang sedang 
belajar bahasa Indonesia. Mereka sulit memahaminya bahasa yang ada di media cetak. 
Terlalu banyak singkatan dan akronim yang membingungkan pembaca. Juga terdapat 
kekeliruan penggunaan tata bahasa yang tidak baku dan benar. 

Demikian salah satu persoalan yang dikatakan dua pembicara dalam pertemuan Forum 
Bahasa Media Massa (FBMM) yang diselenggarakan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan 
Nasional (Depdiknas) di Jakarta, Rabu (24/3). 

Kedua pembicara tersebut adalah Koichi Horikawa dari The Japan Foundation dan Mustakim 
dari Pusat Bahasa. 

Menurut Horikawa, kesalahan tata bahasa itu mungkin disebabkan pengaruh dari kemampuan 
pengarang artikel tersebut. "Saya juga melihat media cetak Indonesia mempunyai 
kecenderungan menggunakan kata-kata retorik dan pemakaian yang tidak perlu lagi. 
Lagipula ada kecenderungan membuat kalimat lebih rumit secara sengaja," katanya. 

Senada dengan Horikawa, Mustakim melihat bahwa bahasa media banyak tidak konsisten 
dalam menggunakan kata. "Seperti kata perajin dan pengrajin, perusakan dan pengrusakan 
atau mengampanyekan dan mengkampanyekan. Juga banyak muncul idiom atau ungkapan baru 
seperti ngemplang, utang, mbalelo dan sebagainya," urai Mustakim. 

Untuk itu, Horikawa memberikan saran bagi pembaca asing agar memperhatikan 5W1H (what, 
who, when, where, why, how) apakah cukup jelas atau tidak. Sementara kekeliruan tata 
bahasa jangan terlalu dipermasalahkan. Selain itu, dia berharap peluncuran kamus yang 
mencantumkan istilah singkatan dan akronim yang terbaru, dilakukan setiap tahun. 

Lembaga seperti Pusat Bahasa, katanya, diharapkan mampu meningkatkan kegiatannya lebih 
aktif dalam penelitian, pendidikan, dan mengumpulkan informasi mengenai bahasa 
Indonesia secara keseluruhan. "Dan yang paling penting adalah membagikan informasi 
tersebut pada masyarakat umum," katanya. 

Minimnya pemasyarakatan istilah baru diakui Mustakim. Sebagian besar istilah yang baru 
ditemukan sebenarnya sudah dibukukan. Ada dalam bentuk kamus istilah, dan sebagian 
lagi disusun dalam bentuk glosarium. 

Di sinilah dia melihat media massa sebagai media yang mampu menjangkau seluruh lapisan 
publik, berperan serta dalam memasyarakatkan hasil pengembangan istilah. "Peran serta 
seperti yang diharapkan itu sebenarnya bukan hal baru bagi media massa. Beberapa tahun 
lalu Kompas dan Media Indonesia menyediakan kolom khusus yang berisi istilah baru 
untuk diperkenalkan pada masyarakat," katanya. Dia berharap cara seperti itu 
dihidupkan kembali dan juga media massa lain melakukan hal yang sama. 


Penutur 

Menurut Mustakim, pemerintah seharusnya turun tangan menangani berbagai kendala yang 
dihadapi dalam mempelajari bahasa Indonesia bagi penutur asing. Minat mempelajari 
bahasa Indonesia menurun sejak tahun 1998 sehubungan dengan situasi keamanan dan 
politik yang belum kondusif. 

"Selain itu masalah yang juga muncul adalah kurangnya bahan ajar yang memadai, 
kurangnya pengajar profesional dan keterbatasan dana. Jadi bila kita ingin 
sungguh-sungguh menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan antara bangsa, 
kita harus bekerja keras," katanya. 

Secara umum dapat dikatakan motivasi mempelajari bahasa Indonesia beragam. Orang 
Jepang dan Australia mempelajari untuk kepentingan bisnis, atau untuk memperlancar 
pelaksanaan tugasnya di Indonesia. Meskipun orang Australia mempelajari bahasa 
Indonesia untuk keperluan mencari pekerjaan. "Sementara orang Amerika lebih banyak 
mempelajari bahasa untuk kepentingan politik. Misalnya saat ketika Amerika 
berkonfrontasi dengan negara-negara Arab, banyak orang Amerika mempelajari bahasa 
Arab," ungkapnya. (AS/N-5) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 25/3/04 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke