** Milis Nasional Indonesia ppi-india ** Opini - Artikel 24 Mar 04 00:29 WIB Prospek Imperialisme Amerika WASPADA Online
http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=40965 Oleh: A Fatih Syuhud * Berbeda dengan keyakinan Presiden George W Bush tentang baik dan buruknya manusia atau bangsa, realitas menghadirkan variasi bayangan abu-abu. Tidak hanya hitam putih. Terbukti dunia dapat ko-eksis dengan menjamurnya aksi-aksi teroris dan pada saat yang sama terjadinya perdamaian di tempat-tempat yang selama ini tampak mustahil. Sebagai contoh, terdapat harapan terjadinya permulaan historik perdamaian India-Pakistan dan sinyal harapan dari Turki atas kemauannya untuk mengakhiri pemisahan Siprus. Visi dunia Bush yakni supremasi klaim kebajikan diri (self-righteousness) ditegaskan kembali baru-baru ini oleh wakil presiden Dick Cheney, makhluk asing dalam dunia diplomasi internasional. Semakin lama pemerintahan AS semakin memojokkan kemegahan berbagai perkembangan penuh harapan ini sebagaimana juga perubahan pikiran Iran dan Libia atas ambisi nuklirnya. Bagi Amerika, tidak ada yang dapat menjadi partner, dalam retorika sekalipun. Karena hanya ada satu Tony Blair. Memang, tetek bengek pendudukan Amerika atas Irak dan konsekuensi eksplosif visi terowongan Washington atas konfrontasi Israel-Palestina merupakan langkah korektif atas visi dominasi-dunia-nya Bush. Akan tetapi selama ini mereka telah gagal menutupi ambisi imperialisnya. Doktrin serangan pre-emptive dan preventif-nya Bush terhadap siapapun, organisasi atau bangsa manapun yang ia pilih dan anggap sebagai musuh masih tetap bertahan. Perbedaan antara neokonservatif yang mendominasi dan Presiden Bush sendiri adalah antara mereka yang memakai cara kolonialisme lama dengan mereka yang melewati rute misionaris guna mencapai objektif yang sama. Dunia sedang menghadapi prospek suatu musim dingin panjang karena Presiden Bush telah berhasil mencampur-aduk antara paranoia dan rasa takut akan serangan teroris. Sebelas September telah menanamkan rasa keyakinan pada sikap bawah sadar rakyat Amerika untuk memiliterisasi negaranya dan memperlancar jalannya Bush menuju jabatan kepresidenan kedua. Dalam jangka pendek, tak ada seorangpun yang secara frontal dapat menentang kekuasaan Amerika dan sebuah perubahan, bila itu terjadi, harus timbul dari dalam, seperti dalam kasus Perang Vietnam, yang didukung oleh beruntunnya peti mati yang tiba di Amerika. Tak dapat dihindari lagi, tantangan terhadap desain hegemoni Amerika akan timbul dari Eropa. Robohnya tembok Berlin dan akhir riwayat Uni Soviet telah membebaskan Eropa dari belenggu mata rantai Perang Dingin bahkan juga membebaskan Amerika, dan memungkinkan AS menaikkan status hyperpower dan memproklamirkan doktrin supremasi. Secara historis, Eropa tidak dapat menjatuhkan dirinya menjadi sekadar kumpulan Negara-negara klien yang menundukkan dirinya pada sebuah Kerajaan Tengah yang baru setelah mereka berhasil melepaskan diri dari paksaan Perang Dingin. Awalnya, bahaya itu terletak pada AS yang mendorong terjadinya divisi di Eropa yang disebabkan karena AS merasa kuatir kehilangan dominasinya di benua tua itu melalui NATO (North Atlantic Treaty Organisation) di satu sisi, dan adanya ambisi terciptanya Uni Eropa yang integratif di pihak lain. NATO masih tetap berfungsi sebagai jantung Amerika untuk menanamkan pengaruh kekuatan militernya sementara kerapuhannya pasca-Perang Dingin dibarengi dengan obsesi dominasi AS yang tetap eksis sehingga berusaha keras untuk menjatuhkan segala usaha untuk membentuk kekuatan militer Eropa di luar sistem AS. Ironisnya, dalam penolakan awalnya untuk meminta bantuan NATO dalam invasi ke Afghanistan, kendati usaha unik NATO menawarkan bantuannya, Washington tidak menyembunyikan kecenderungannya pada aliansi a'la carte. AS sedang memainkan permainan berbahaya karena membalik kebajikan tradisionalnya yang mendorong rekonsiliasi, memecah-belah benua Eropa menjadi "baru" (umumnya bekas Negara-negara Komunis dan pemerintahan sayap-kanan) dan "lama" (khususnya Prancis dan Jerman) adalah resep pasti bagi instabilitas, bila bukan bencana. Prancis telah muncul sebagai pemimpin kekuatan yang menentang hegemoni AS karena alasan yang sederhana: ia memiliki sumber daya intelektual dan tokoh-tokoh independen yang berani dan diperhitungkan. Tony Blair dan Partai Buruh Baru-nya, di sisi lain, menghadirkan gambaran menyedihkan tentang bagaimana sebuah bangsa dan kekaisaran yang dulunya membanggakan dapat begitu saja merendahkan dirinya sebagai pengikut setia sebuah negara hyperpower hanya sekadar mendapatkan kekuasaan sebagai seorang sheriff. Memang, ketundukan Inggris pada tujuan-tujuan Amerika membuat prospek terciptanya integrasi Eropa menjadi lebih berat karena ia merupakan negara besar ketiga di Uni Eropa. Sejauh ini, Blair berhasil bermain-main dengan ambisi tradisional Inggris untuk menjadi bagian dari benua Eropa sambil tetap berada di luarnya untuk menekankan posisi yang berbeda dalam hubungan transatlantik. Secara signifikan, hanya Inggris yang berbicara tentang "hubungan khusus" dengan Amerika. Perang Irak merupakan momen menentukan bagi AS dalam avonturir pembangunan kekaisarannya karena hal ini menandai perubahan total dalam sejarah modern AS. Secara historik, AS tidak segan-segan untuk memunculkan boneka-bonekanya di Amerika Latin, berperang melawan "Eropa lama" dan bahkan memerintah koloni unik semacam Filipina pada waktu yang sama. Akan tetapi petualangannya menginvasi dan menduduki tanah di luar hemisphere barat merupakan fenomena baru dalam konteks ia meluas mencapai lingkup geografis dan mendefinisikan imperium baru Amerika. Skup dari empirium Amerika dan luas jangkauannya masih dalam proses pendefinisian. Ia akan didefinisikan sebagian oleh biaya dari pengalaman Irak. Sejumlah faktor akan memainkan peranan. Berapa lama rakyat Amerika akan bangun dan menyadari kuldesak yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintahan Bush ini? Apakah AS memiliki stamina untuk menumpas "perang melawan teror" yang entah kapan berakhir? Berapa lama Eropa akan mengambil pelajaran dari pemecah-belahan dirinya? Faktor geopolitik lain juga akan terlibat. Tujuan jangka pendek Rusia adalah menata kembali rumahnya sendiri sebelum menantang hegemoni Amerika, kendati terdapat inkursi provokatif pemerintahan Bush ke dalam negara tetangga Federasi Rusia, yang terbaru di Georgia. Saat ini Rusia sudah mulai mengumpulkan sumber dayanya dalam ruang geopolitik. Washington tampak lebih respek dan berhati-hati pada tantangan Cina kendati terdapat sejumlah usaha untuk menjatuhkan kemungkinan ancaman jangka panjang Beijing. Pidato Dick Cheney pada World Economic Forum (WEF) di Davos merupakan ekspresi sempurna atas doktrin Bush. Bagaimanapun, seandainya dunia tidak menyukai aksi dan gerakan Amerika, Washington akan tetap jalan terus. Seluruh bangsa dan PBB dipersilahkan membantu Amerika asal tidak menghalangi kehendak Amerika. Presiden Bush sedang bergerak maju menuju sebuah tatanan Dunia menurut definisi Amerika. Masih perlu dilihat apakah AS akan menghentikan ambisi imperialisnya apabila Presiden Bush memenangi pemilu kedua. Untuk sementara ini, sangat tampak seperti sebuah Amerika yang mabuk kekuasaan dengan mengeksploitasi demokrasi guna menundukkan dunia menurut kepentingan dan ambisinya. Presiden Bush masih membutuhkan waktu lagi sebelum ia dapat mendaulatkan dirinya sendiri sebagai raja dunia. * Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra University, India. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

