Perjalanan IV [2]
Yang kedua,
Kuperoleh dari guruku yang kedua.
Di dalam perjalanan kita nanti,
setelah datangnya yang kita sebut KEMATIAN,
maka perlulah daya atau tenaga ekstra atau kekuatan ekstra,
untuk menempuh perjalanannya,
agar dapatlah kiranya nanti,
benar-benar "INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN"
Ingatlah dikatakan di dalam Qur'an,"Hidup dan matimu adalah ujian /perjalanan bagimu"
Daya atau kekuatan ekstra ini,
Baik saat kita masih hidup, maupun nanti setelah kita sudah mati,
merupakan bahan bakar kita untuk meneruskan perjalanan.
Ingatlah kisah tauladan Muhammad masalah Isro'Mi'roj.
Dikatakan dalam Qur'an bahwa Muhammad di perjalankan.......DIPERJALANKAN oleh Alloh
SWT.
Memakai istilah lain,
maka Muhammad melakukan Isro' dan Mi'roj adalah memakai Daya dan Kekuatan Ekstra dari
ALLOH SWT,
atau mudahnya kita sebut sebagai Daya dan Kekuatan Ketuhanan.
Daya atau kekuatan Ketuhanan ini, akan bertingkat-tingkat 'powernya',
sesuai dengan lapis-lapis keghoiban yang ada.
Ada orang yang sudah mengumpulkan daya dan kekuatan Ketuhanannya, hanya cukup sampai
di perjalanan Jasmani Kasar (Jisim Kasyif) saja di alam Insan Kamil.
Ada orang yang sudah mengumpulkan daya dan kekuatan Ketuhanannya, hanya cukup sampai
di perjalanan
Jasamani Halus saja (Jisim Lathif) , di alam Ajsam.
Ada orang yang sudah mengumpulkan daya dan Kekuatan Ketuhanannya, hanya cukup sampai
diperjalanan
alam Mitsal.
Ada orang yang sudah mengumpulkan daya dan kekuatan Ketuhanannya, hanya sampai di
perjalanan alam Arwah saja, atau hanya sampai di alam Malaikat saja, atau di alam
Akherat saja.
Tetapi, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad, satu ketika nanti perjalanan tidak akan
sanggup lagi untuk diantar oleh Malaikat, meskipun itu sekaliber Malaikat Jibril, sang
Pemimpin malaikat.
Begitu Jibril melangkah, maka lenyaplah ia, dan Muhammad menempuh perjalanannya
sendiri. Paadahal, ditingkat itu, jarak Muhammad dengan "Innalillahi wa innailaihi
roji'un", masih ada 70.000 lapis keghoiban.
Maka ketika Daya dan kekuatan Ketuhanan seseorang itu di atas para Malaikat, maka bisa
lah dia meneruskan perjalanan menuju dimana para Auliya, Ulama, Syuhada, Sholihin,
Mukmin, Muslim 'berada'.
Ada yang sampai sini sudah berhenti.
Tetapi bila Daya dan Kekuatan Ketuhanan seseorang itu di atas 'hal' tersebut, maka
teruslah ia menempuh perjalanan ke 'hal' atau maqom para Sahabat, dan ahli baitnya
Nabi yang Suci-suci.
Ada yang sampai disini sudah kehabisan daya,
Maka ketika Daya Ketuhanan dan Kekuatan Ketuhanan seseorang di atas 'hal' itu, maka
dapatlah ia meneruskan perjalanan ke 'tempat' nya para Nabi-Nabi atau para
Rosul-rosul......di Wahidiyyah.
Ada yang berhenti di sini.
Maka ketika Daya dan Kekuatan Ketuhanan seseorang di atas 'hal' itu, maka dapatlah ia
meneruskan perjalanan menuju Muhammad....di Wahdah.
Ada yang berhenti di sini,
Maka ketika Daya dan Kekuatan Ketuhanan Bersih, Murni, dan sampai pada "Laa haula
walaa quwata ilaa billah", maka sampailah ia pada tujuan akhir yaitu Alloh sendiri, di
Ahadiyyah,
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un".
Daya dan Kekuatan Ketuhanan inilah yang kita proses selama kita berada di dunia ini,
mulai kita lahir sampai kita mati nanti.
Maka ingatlah,
Ketika engkau berbuat dosa,
sama artinya engkau merusak dirimu sendiri dengan berkurangnya Daya dan Kekuatan
Ketuhanan yang engkau miliki.
Ketika engkau beribadah pada Alloh,
sama artinya engkau menambah daya dan Kekuatan Ketuhanan pada dirimu.
Ketika engkau melanggar perintah Alloh, sama artinya engkau merusak diri sendiri
dengan mengurangi daya Ketuhanan yang ada dalam dirimu.
Ketika engkau menjalankan perintah Alloh,
sama artinya engkau meningkatkan daya Dan Kekuatan Ketuhanan dirimu sendiri.
Ketika engkau pergunakan daya dan Kekuatan ketuhanan untuk menolong orang lain,
seperti mengobati orang lain, membantu orang lain memecahkan masalah, menolong orang
lain secara ruhaniyyah,
sama artinya engkau mengurangi Daya dan Kekuatan Ketuhanan yang ada dalam dirimu.
Itulah sahabat, saudara semua yang saya sayangi,
Bila engkau belum menempuh perjalanan ini, maka jangan salahkan Alloh bila tempatmu
terpaksa di neraka jahanam,
Bila engkau sudah menempuh perjalanan, maka perhatikanlah, kira-kira,
Daya dan Kekuatan Ketuhanan yang ada dalam dirimu, akan dapat mengantarmu sampai di
mana ???
Hanya di alam Insan Kamil, di alam Ajsam, di alam Mitsal, di alam Malaikat, atau sudah
mampu sampai Wahidiyyah, Wahdah, bahkan Ahadiyyah.
Jangan berhenti di satu 'tempat', jangan...........
Jangan mau kau dipuaskan hanya sampai di'tempat' para Malaikat, jangan.........
Jangan mau kau dipuaskan di 'tempat' para Auliya, Ulama, Syuhada, jangan......
Jangan mau kau dipuaskan di 'tempat'.......jangan........
Alloh-lah tujuanmu.....
WAHAI............... BELUM TIBAKAH BAGIMU UNTUK MEMULAI,
BILA USIA SUDAH MENJELANG,
DAN JAMINAN BISA KEMBALI PADA ALLOH BELUM ENGKAU PEGANG.
DAPATKAH ENGKAU HIDUP TENANG ?????
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/