http://search.jawapos.com/index.php?act=detail_s&f_search=fatih%20syuhud&id=105611
Rabu, 12 Mei 2004
Raja Demokrasi yang Imperialis
Oleh A. Fatih Syuhud *
Imperium tidak pernah belajar dari sejarah. Mereka
roboh atau mundur karena tidak menangkap pesan
sejarah. Kendati demikian, mereka merasa dapat
mengubah sejarah. Amerika Serikat (AS) dalam tahap
tertentu menjadi demokrasi imperial. Mereka percaya
demokrasi dan tidak segan menggunakan kekuatan untuk
memberlakukannya di negara lain. Mereka melakukan itu
di Iraq dan Afghanistan dan secara terbuka menyatakan
akan memberlakukan perubahan rezim di negara yang
dapat menimbulkan ancaman, teroris, atau lainnya,
kepada AS. Negara-negara yang masuk dalam daftar
�poros setan� mereka anggap tidak demokratis.
AS adalah yang pertama mengakui kekuatan nasionalisme
pasca-Perang Dunia II, ketika negara-negara Arab yang
sekarang terbentuk dari kepingan imperium Turki yang
membusuk. Dalam Perang Dunia II nasionalisme didukung
dan didorong di berbagai negara di bawah pendudukan
Nazi, baik Yunani, Prancis, Yugoslavia, maupun negara
Eropa lainnya. Gerakan perlawanan merupakan kelanjutan
dari nasionalisme laten, yang mengemuka ketika
negara-negara itu diduduki Nazi.
Mengapa AS tidak memikirkan resistansi serupa dari
sebuah negara semacam Iraq? Kalangan pembuat kebijakan
AS tentu tidak terlalu naif dengan berpikir bahwa
dengan hanya mengganti Saddam dan mencoba
memberlakukan demokrasi, seluruh populasi Iraq akan
berbaris di belakang AS. AS juga telah menyentuh
sentimen laten perpecahan religius di Iraq antara
Syiah, Sunni, dan Kurdi. Syiah juga menunjukkan
perpecahan di antara mereka sendiri dan berbagai usaha
sedang dilakukan guna menjamin dukungan Grand
Ayatullah Ali al-Sistani. Namun, perang hampir
berkecamuk antara kelompok Syiah militan yang lain dan
pasukan AS.
Rencana pemerintahan Bush membentuk pemerintah interim
baru di Iraq membuat banyak restriksi pada kedaulatan
Iraq, termasuk komando terbatas atas angkatan
bersenjata. Dan, tak ada otoritas untuk membuat hukum
baru. Tak jelas siapa yang akan berkuasa di Baghdad.
Kekuatan lain yang gagal dipahami AS adalah
fundamentalisme Islam. AS mungkin harus bertempur
dengan fenomena ini selama sisa abad ke-21 apabila
ingin tetap menjadi satu-satunya adidaya. Pada akar
anti-Amerikanisme di seluruh dunia, di dunia Islam,
terletak anggapan ketidakadilan pada rakyat Palestina.
Inilah akar penyebabnya. Yang lain adalah gejala.
Dukungan membuta kepada Israel dan kebijakan terorisme
negaranya itulah yang telah, sedang, dan akan
menciptakan puluhan Al Qaidah dan Usamah Bin Laden.
Seluruh isu di atas menjadi berlipat ganda dengan
pendudukan AS atas Iraq.
Afrika memiliki populasi sekitar 700 juta. Sepertiga
adalah muslim. Dari 54 anggota OKI (Organisasi
Konferensi Islam), 27 berada di kawasan Afrika. Dalam
sebuah kajian tentang meningkatnya fundamentalisme
Islam di Afrika, ditemukan bahwa populasi muslim
umumnya anti-Amerika walaupun pemerintahan mereka
tunduk pada IMF dan Bank Dunia. Alasan utamanya adalah
isu Israel-Palestina. Karena itu, baik pendudukan Iraq
maupun keberadaan AS di Afghanistan tidak dapat
diterima oleh mayoritas populasi muslim seluruh dunia.
Abdullah al-Oteibi, mantan fundamentalis dan saat ini
bekerja sebagai periset hukum di Riyadh, mengatakan
kepada seorang wartawan The Herald Tribune (24/04/04)
bahwa ketika menyaksikan operasi Israel di Palestina
dan kekejaman AS di Iraq, para muslim merasa marah dan
frustrasi. Mereka tidak dapat mengontrol kemarahan
mereka dan mereka mengagumi Bin Laden. Semakin banyak
AS mengerahkan pasukan di tempat semacam Iraq, dan
Israel di kawasan pendudukan, akan semakin besar
kemarahan itu. Kalau AS tak menghentikan siklus
kekerasan ini, hanya akan timbul peningkatan kemarahan
di dunia Islam.
Perang Iraq pimpinan AS juga menjadi penyebab utama
terciptanya konflik Aliansi Trans-Atlantik. Menarik
dicatat bahwa sejak akhir Perang Dunia II, inilah kali
pertama Jerman mengambil posisi publik yang secara
terbuka menentang AS. Prancis pernah berbuat serupa
sebelumnya, tetapi bergabungnya Jerman dengan Prancis
betul-betul mengejutkan. Prancis berpenduduk muslim
hampir lima juta, yang merupakan warga negara Prancis.
Prancis tentu tidak ingin memiliki minoritas yang
marah, yang dapat menyebabkan kekacauan internal dalam
lingkup perbatasannya. Ini juga yang menjadi pemikiran
beberapa negara Eropa lain.
Ekspansi Uni Eropa (UE) juga menimbulkan sejumlah
perbedaan dalam isu dukungan atas AS. Delapan dari
sepuluh anggota baru adalah anggota bekas Blok Timur
atau bagian dari bekas Uni Soviet (Estonia, Latvia,
dan lain-lain). Bangsa-bangsa ini mengkhawatirkan
Federasi Rusia dan mencoba bergabung dengan NATO.
Kebanyakan dari mereka adalah anggota NATO. Romania
dan Bulgaria belum bergabung dengan UE, tetapi anggota
dari aliansi militer. Semua negara ini pendukung kuat
AS karena menganggap AS satu-satunya penjamin keamanan
dan perbatasan mereka. Mereka juga menyumbang pasukan
ke Iraq.
Pemerintah baru di Spanyol telah menarik pasukannya
dari Iraq dan bergabung dengan Jerman dan Prancis
dalam perlawanan mereka atas keberadaan AS di negara
itu. Berbagai perbedaan dalam tubuh UE ini membuat
Menhan AS Donald Rumsfeld menjuluki mereka dengan
"Eropa Baru" dan "Eropa Lama". Tampaknya sulit
memecahkan perbedaan-perbedaan itu dalam waktu dekat.
Presiden Prancis Jacques Chirac menyatakan, Prancis
tidak akan mengirim pasukan ke Iraq kendati seandainya
terdapat resolusi baru DK PBB yang memberikan PBB
peran utama dalam pemeliharaan perdamaian dan
rekonstruksi di Iraq. Jerman juga tidak akan mengirim
pasukannya. Begitu juga, terdapat sejumlah perbedaan
antara AS dan "Eropa Lama" soal nasib bangsa
Palestina.
*. A Fatih Syuhud, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik
Agra University, India
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Movies - Buy advance tickets for 'Shrek 2'
http://movies.yahoo.com/showtimes/movie?mid=1808405861
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/