SURAT DARI PARIS: TONI MORRISON SASTRAWAN PEJUANG AFRO-AMERIKA [2]
Ketika memperhatikan kegiatan-kegiatan, pembicaraan publik, akademik dan tulisan-tulisan Toni Morrison, nampak bahwa lingkup peratian Toni sangat luas. Apakah dengan cakupan bidang kegiatan yang begini luas, Tonni secara tersirat ingin menunjukkan bahwa lingkup kegiatan sastra adalah seluas kehidupan itu sendiri? Bahwa sastra adalah anak kandung kehidupan dan sastrawan berkecimpung di tengah-tengahnya untuk memberikan bobot yang intens pada diri dan karyanya sehingga dalam karya sastra akhirnya memantulkan permasalahan hidup dan tawaran jalan keluar yang diberikan oleh sastrawan? Kalau kesan ini benar, maka tidak heran jika Toni tidak menutup mata terhadap masalah politik, masalah tivi, rasialisme , pendidikan, pembangunan, perang dan damai, gerakan komunitas Afro-Amerika serta soal-soal masyarakat lainnya. Terhadap soal tivi di Amerika Serikat, Tonni berkomentar: "Tiga perempat dari terusan-terusan nasional telah membentuk diri sebagai mesin pusat utama dalam sistem pemerintahan. Gerakan-gerakan sosial tidak tercermin melalui tivi.Televisi merupakan bagian integrala dari mesin propaganda Negara. Orang-orang di Eropa Barat tidak bisa membayangkan bagaimana tekanan terhadap kaum demokrat Amerika, terhadap kaum pasifis, kaum radikal, terhadap para gays di negeri ini". "Di Amerika ini kami menjadi orang-orang yang kurang informasi [sous-inform�s]. Kami didustai saban hari. Seandainya tidak ada jaringan internet, maka kami tidak akan tahu banyak tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Irak, juga tidak akan tahu soal gerakan anti-perang. Unjuk rasa pertama menentang politik Bush di Irak telah berhasil menghimpun 500.000 orang di New York. Berapa orang Amerika yang mengetahui hal ini melalui tivi? Semua terusan tivi yang besar-besar telah menyensur semua berita tentang soal-soal ini. Yang ditunjukkan oleh tivi Amerika Serikat hanyalah adanya beberapa ribu orang yang berteriak-teriak di trotoar. Demikianlah cara pemerintah menyulap keadaan dan angka 500.000 menjadi beberapa ribu orang. Tidakkah keadaan ini mencemaskan dan gawat?" Apakah Toni Morrison tidak terlalu politis dalam berbicara, khususnya dalam soal demo anti perang? tanya Joignot dari Majalah Le Monde, Paris. Mulai dari Harian The New York Times sampai kepada organisasi-oorganisasi veteran yang anti perang, hari itu sepakat tentang unjuk rasa raksasa yang membanjiri Manhattan tersebut. Tapi mengapa terusan-terusan tivi bungkam? Pada kenyataannya, unjuk rasa hari itu oleh pihak kepolisian, secara sistematik telah dipotong-potong ke dalam kelompok-kelompok kecil yang tercerai-berai agar tidak mengelompok jadi satu kesatuan raksasa. Edgar Wideman, pengarang Afro-America yang juga layak mendapat hadiah Nobel sastra, warga New York juga ikut serta dalam unjuk rasa anti perang ini. Dengan lesu Wideman memberikan kesaksiannya kepada Joignot: "Sampai hari ini saya masih merasa trauma akan apa yang saya alami hari itu. Bayangkan, cuma dua orang polisi di tengah-tengah V Avenue, mengharuskan ribuan dan ribuan orang berjalan melalui trotoar agar kamera tidak mengambil foto mereka ketika berada di jalan-jalan besar. Kendaraan polisi terdapat di mana-mana dan memencarkan massa ke dalam kelompok-kelompok kecil, memasang barisan penghadang mencegah para demonstran mengelompok. Tidak nampak para pengunjuk rasa melakukan perlawanan. Mereka seperti kerbnau dicocok hidungnya saja. Saya melihat hal ini sebagai lemahnya daya lawan terhadap diskursus nasionalistik Bush, sekaligus memperlihatkan kemampuana pemerintah Bush mengontrol dan memanipulasi televisi". Demikian Wideman. Mengenang kembali kejadian ini, Toni nampak makin marah. Marah pada Bush dan juga dirinya sendiri. Dengan kemarahan ini, Tonni menuturkan apa yang dialaminya pada saat kejadian 11 September, di mana semua orang trauma oleh serangan teror. Orang-orang saling bertanya bagaimana menolong para keluarga korban dan para awak pemadam kebakaran yang luka-luka. " . Tapi di hadapan keadaan demikian, apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Bush dan pimpinan-pimpinan partai Republik? "Saya sangat marah dan tersinggung", ujar Toni karena mendengar dan melihat:" Semua pimpinan kami, mulai pertama-tama dari Bush, melalui Walikota New York sampai kepada pemimpin Partai Republik dengan suara senada mengatakan: Kembalilah ke toko-toko, belanjalah, lakukan konsumasi, belanjakan uangmu, tunjukkan bahwa tidak ada yang berobah dalam hidup kita. Padahal yang kami tunggu adalah kata-kata dorongan dan kasihsayang. Yang kami harapkan sebenarnya terutama kata-kata hiburan dan membesarkan hati seperti: Kembalilah ke rumah masing-masing, hibur sanak-saudaramu dan orang-orang dekatmu, teleponlah teman-temanmu untuk menanyakan apakah mereka selamat semua ataukah adakah yang telah jatuh sebagai korban. Tapi kata-kata begini tidak saya dengar sama sekali diucapkan oleh seorang penanggungjawab politik Amerika. Saya juga tidak mendengar ajakan untuk merenungkan kembali politik Amerika, guna memahami mengapa maka hal ini bisa terjadi. Agar kita merenungi sebab-musabab petaka dan mengelola kedukaan ini. Tidak! Tidak terdengar seruan akan hal demikian. Yang nyaring bergaung hanyalah tentang teratasinya krisis ekonomi dan ekonomi kita mulai tinggal landas lagi. Kami tidak diperlakukan sebagai anak manusia, tidak juga sebagai warganegara yang luka, tetapi semata sebagai agen ekonomi. Saya melihat kata-kata dan sikap begini tidak lain dari ketidaksenonohan belaka". Untuk memahami karya-karya Toni barangkali memahami pandangan dan latar hidup yang membayangi lahirnya pendapat-pendapatnya tentang berbagai soal sangat diperlukan, sekalipun setelah disiarkan, karya-karya menempuh jalan hidupnya sendiri. Karya dan sastrawaan adalah ibu dan anak. Bagaimana Toni melihat komunitas Afro-Amerika? [Bersambung....] Catatan: *Foto terlampir adalah hasil karya Jelitheng. * Pada bagian pertama tulisan ini, terdapat kesalahan yaitu dalam menuliskan nama Tonny Morrison. Semestinya adala Toni Morrison. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

