http://www.suarakarya-online.com/news.html?category_name=Opini
Strategi Menanggulangi Pengangguran Oleh Payaman Simanjuntak Jumlah penganggur dan setengah penganggur sekarang ini cukup mengkhawatirkan. Sekitar 10 juta orang menjadi penganggur dan sekitar 31 juta orang berstatus setengah penganggur. Jumlah ini akan terus meningkat karena angkatan kerja terus bertambah, sementara daya serap ekonomi sangat terbatas. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi seperti dalam zaman Orde Baru tidak otomatis mampu menciptakan kesempatan kerja yang banyak. Apalagi dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah dalam 5-6 tahun terakhir ini, penyerapan kerja menjadi sangat kecil, pengangguran dan setengah pengangguran terus meningkat. Dalam merumuskan kebijakan mengatasi pengangguran ini, kita pertama-tama harus memahami struktur perekonomian Indonesia sekarang ini, yang masih dominan sektor pertanian dan sektor informal. Lebih dari 45% angkatan kerja di sektor pertanian. Hanya sekitar 35% angkatan kerja yang bekerja sebagai penerima upah atau gaji. Sementara sebagian besar atau 65% bekerja di sektor pertanian dan sektor informal sebagai pekerja mandiri atau usaha keluarga. Kedua, kebijakan makro dalam pemerintahan Orde Baru sangat mengutamakan pertumbuhan, pengalokasian sumber-sumber kepada usaha-usaha besar yang padat modal atau spekulatif. Akibatnya, usaha besar padat modal tidak menyerap banyak angkatan kerja. Usaha besar spekulatif meninggalkan permasalahan manipulasi seperti kasus-kasus BLBI. Ketiga, indikator ekonomi makro dalam dua tahun terakhir ini memang cukup baik: laju inflasi relatif rendah, tingkat bunga rendah, dan nilai tukar rupiah relatif stabil. Namun indikator makro tersebut belum mampu mendorong usaha-usaha mandiri dan usaha kecil, sehingga penyerapan tenaga kerja masih tetap terkendala. Usaha-usaha besar juga masih terlihat lesu dan menanti, belum mampu memanfaatkan kondisi ekonomi makro dimaksud. Keempat, kebijakan pertumbuhan ekonomi saja tidak mampu menyelesaikan masalah pengangguran. Pertumbuhan ekonomi 1% dalam 15 tahun terakhir ini hanya mampu menciptakan sekitar 230.000 kesempatan kerja baru. Ini berarti bahwa untuk menampung sekitar 2,5 juta orang angkatan kerja baru setahun, ekonomi harus dipacu bertumbuh lebih dari 10% setahun. Hal ini sukar dicapai dalam 5-10 tahun ini. Oleh sebab itu, yang diperlukan sekarang ini adalah komitmen politik yang menempatkan perluasan kesempatan kerja sebagai strategi pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mikro, terutama peningkatan produktivitas sektor pertanian, sektor informal, usaha-usaha kecil dan mandiri. Perluasan Kesempatan Kerja Sebagaimana diuraikan di atas, prioritas utama dalam penanggulangan pengangguran dan setengah pengangguran adalah melalui penciptaan kesempatan kerja yang produktif dan remuneratif atau decent works. Sesuai dengan kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, penciptaan kesempatan kerja tidak mungkin diandalkan melalui pengembangan usaha besar dan menengah. Strategi penciptaan kesempatan kerja adalah melalui pengembangan usaha mandiri dan usaha keluarga, serta usaha-usaha kecil. Untuk itu, sebagian besar angkatan kerja perlu dipersiapkan dengan kemampuan kewirausahaan supaya dapat bekerja mandiri dan atau membangun usaha keluarga dan usaha kecil. Kewirausahaan dapat dilatihkan dan dikembangkan dengan metodologi dan modul-modul tertentu sesuai dengan kelompok sasaran. Kelompok sasaran dapat dibedakan dalam 5 kelompok: a. Kelompok penganggur b. Kelompok calon penganggur c. Kelompok setengah penganggur sektor pertanian d. Kelompok setengah penganggur sektor informal e. Kelompok pekerja anakKelompok Penganggur Kelompok penganggur terdiri dari dua jenis, yaitu penganggur pemula (new entrants) dan penganggur yang telah berpengalaman kerja. Kelompok penganggur pemula dapat dilatih dalam skill tertentu supaya dapat terserap di sektor formal dan dalam skill tertentu dan kewirausahaan supaya mampu bekerja mandiri atau membangun usaha kecil. Sedangkan kelompok penganggur berpengalaman dapat disalurkan ke perusahaan lain (tanpa latihan), dilatih untuk disalurkan ke perusahaan lain dan dilatih kewirausahaan untuk bekerja mandiri atau membangun usaha kecil. Calon Penganggur Kelompok calon penganggur bersumber dari luaran sekolah dan putus sekolah. Dalam mengantisipasi keterbatasan daya serap sektor formal, mereka dipersiapkan dengan kemampuan kewirausahaan sebelum masuk pasar kerja. Pembinaan kewirausahaan dapat diberikan sebagai kurikulum pilihan, terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran, atau sebagai crash-program, baik di sekolah-sekolah lanjutan maupun di perguruan tinggi. Penganggur Sektor Pertanian Setengah penganggur di sektor pertanian terutama bersumber dari keterbatasan pemilikan lahan. Sebab itu, para petani miskin perlu didukung dengan pengembangan usaha-usaha tambahan, baik dalam bentuk diversifikasi tanaman maupun dalam bentuk usaha pengolahan hasil-hasil pertanian. Sektor Informal Setengah penganggur di sektor informal perlu dibantu melalui: a) peningkatan kewirausahan di bidang usaha yang ditekuni, atau b) mengembangkan industri rumah tangga (home industries). Pekerja Anak Pekerja anak merupakan keterpaksaan karena orangtuanya miskin. Pekerja anak dipersiapkan untuk dapat bekerja setelah mencapai usia kerja 15 tahun. Masa persiapan tersebut biasanya cukup lama, oleh sebab itu sebaiknya dilakukan oleh lembaga-lembaga keagamaan seperti pesantren, mesjid, gereja dan lain-lain. Program ini sudah dimulai sejak tahun 1992 di Indonesia melalui program ILO (Organisasi Buruh Dunia) yang dinamakan International Program on Elimination of Childlabor (IPEC). Untuk Indonesia proyek ini dapat terus dikembangkan. Pengiriman TKW TKW yang diberangkatkan ke luar negeri pada umumnya mengeluarkan dana sekitar 4-6 juta rupiah. Dengan mengembangkan kemampuan kewirausahaan, dengan modal sekitar Rp 2 juta, sudah dapat diciptakan usaha mandiri atau usaha keluarga di desa yang mampu memberikan kehidupan layak. Modul Usaha Mandiri Dalam tahun 1985-1990, Departemen Tenaga Kerja melalui World Bank --funded Project on Human Resource Development telah menyusun sekitar 150 modul untuk usaha mandiri dan usaha kecil yang dapat dipergunakan untuk berbagai sektor kegiatan di kota dan di desa. Disamping dukungan modul, pengembangan usaha mandiri dan usaha kecil ini memerlukan dukungan modal dan dukungan pemasaran. Di samping itu ILO sudah menyusun beberapa modul latihan kewirausahaan dan modul -modul usaha yang telah diterapkan secara berhasil di beberapa negara. Melalui ILO pengalaman negara-negara dimaksud perlu dipelajari, baik melalui Lokakarya dengan mendatangkan expert ILO dan pejabat negara yang telah melaksanakannya, maupun melalui studi banding ke negara dimaksud. Modal dan Pemasaran Pengembangan usaha mandiri dan usaha kecil memang membutuhkan modal usaha dan modal kerja yang pada umumnya dalam jumlah kecil, jauh di bawah skim perbankan untuk usaha kecil menengah (UKM). Skim UKM tersebut tidak dapat menyentuh pekerja mandiri dan pengusaha kecil sektor informal, karena mereka pada umumnya tidak mampu memenuhi prosedur dan persyaratan perbankan seperti mengisi berbagai formulir, menyusun proposal sesuai standar perbankan, penyediaan agunan, dan lain-lain. Oleh sebab itu, perlu diciptakan sistem pendanaan yang sangat sederhana, yaitu dengan sistem modal bergulir (revolving fund) dengan tingkat bunga yang sangat rendah atau tanpa bunga. Fungsi Koperasi perlu ditingkatkan untuk menampung dan kemudian memasarkan hasil-hasil usaha mandiri dan usaha kecil dimaksud. (Prof Dr Payaman Simanjuntak, APU adalah staf ahli Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI). [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

