http://www.iloveblue.com/kampus/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=62

Study di Jerman, siapa takut ...?!!! 
By admin 
Selasa, 17-Februari-2004, 09:49:11 WIB 180 klik   
 
 
Hingga saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di
Jerman tidak menarik biaya studi dari mahasiswanya.
Bagi mahasiswa di Indonesia sebenarnya ini merupakan
peluang menarik untuk menimba ilmu dan mengembangkan
karir. Tantangan kapitalis global di depan mata.  
 
 
Hingga saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di
Jerman tidak menarik biaya studi dari mahasiswanya.
Bagi mahasiswa di Indonesia sebenarnya ini merupakan
peluang menarik untuk menimba ilmu dan mengembangkan
karir. Tantangan kapitalis global di depan mata.
Suka-tidak suka, mau-tidak mau 'cengkraman kapitalis
global' akan menggilas siapapun yang tidak memiliki
standar kompetensi internasional. Lantas mengapa tidak
dari sekarang untuk mempersiapkan diri agar bisa studi
di luar negeri dan 'go international' ? Sekilas
tentang universitas di Jerman 

Secara umum hampir semua universitas di Jerman
berkualifikasi excellent. Standart kualitas pendidikan
tinggi di Jerman sangat ketat sehingga kualitas antara
universitas satu dengan lainnya relatif sama. Memang
benar untuk beberapa universitas tertentu memiliki
program yang sangat prestisius dan menjadi unggulan
tetapi bukan berarti universitas yang bersangkutan
lebih unggul (top rangking) dari universitas lain
dalam segala bidang. Sebagai contoh: RWTH Aachen
(tempat studi-nya Pak Habbibie) memiliki program
unggulan pada bidang mekanika dan elektronika, tetapi
untuk bidang Manajemen RWTH Aachen kalah populer di
bandingkan FHTW Reutlingen. Begitu juga FH Furtwangen
(berdasarkan majalah focus) merupakan universitas
terbaik untuk bidang komputer dan TI, tetapi untuk
bidang lainnya bisa jadi FH Furtwangen kalah populer
dari universitas lain. Jadi, bagi anda yang berminat
studi di Jerman memilih perguruan tinggi bukanlah
suatu pertimbangan yang penting tetapi yang lebih
perlu diperhatikan adalah memilih jurusan yang sesuai
dengan prospek karir dan masa depan anda. 

Sistem pendidikan di Jerman relatif berbeda dengan
sistem pendidikan di Indonesia atau di negara-negara
Anglo-Saxon (USA, UK dan Australia). Di Jerman ada 3
katagori perguruan tinggi: 

Univerit�t dan Technische Universi�t (TU). Sistem
pendidikan di universit�t relatif lebih berorientasi
pada teori dan research. Prosentasi untuk pengajaran
teori mencapai 80%-90% dari kurikulum mata
pelajarannya. 
Fachhochschule (FH) dalam Bahasa Inggris dikenal
dengan University of Applied Science. Di universitas
ini orientasi kurikulum antara teori dengan praktek
relatif berimbang. Prosentase perbandingan antara
teori dengan praktek sekitar 60% teori dan 40% praktek
plus internship di perusahaan. 
Berufsakademie (BA) dalam Bahasa Inggris di kenal
dengan University of Cooperative Education.
Universitas ini merupakan bentuk kerja sama antara
perguruan tinggi dengan industri (seperti KADIN-nya
Jerman). 
Orientasinya sangat praktis yaitu 60% dari
kurikulumnya adalah praktikum dan intership di
perusahaan. 

Nah, pada saat memilih perguruaan tinggi hendaknya
perlu juga dipertimbangkan jenis perguruan tinggi mana
yang sesuai dengan minat studi calon mahasiswa. 
Untuk lebih jelasnya maka para calon mahasiswa
disarankan untuk membuka website:
www.hochshulkompass.de 


Program Internasional 

Banyak para calon mahasiswa terpaksa mengurungkan
niatnya untuk studi di Jerman karena terkendala dengan
keharusan menguasai Bahasa Jerman. Kendala tersebut
tampaknya saat ini lebih mudah diatasi bagi calon
mahasiswa. Dalam 5 tahun terakhir ini perguruan tinggi
di Jerman banyak yang melakukan inovasi dengan membuka
program internasional khususnya untuk jenjang Master
(S-2). Dalam program internasional tersebut
perkuliahan dilakukan dalam 2 bahasa yaitu Bahasa
Jerman dan Bahasa Inggris. Biasanya pada semester awal
perkuliahan menggunakan B.Inggris, baru di semester
akhir menggunakan B.Jerman. Komposisi seperti ini akan
memudahkan para mahasiswa untuk menyelesaikan
studinya. 

Tetapi tentu saja bahasa tetap merupakan persoalan
serius jika ingin studi di perguruan tinggi luar
negeri. Bukan merupakan rahasia umum bahwa kemampuan
rata-rata Bahasa Inggris mahasiswa Indonesia relatif
rendah. Bahkan secara bergurau seorang kolega yang
menjadi Manager Personalia di Mitsubishi Heavy
Industry pernah mengatakan bahwa kemampuan Bahasa
Inggris Insinyur Indonesia tuh lebih rendah
dibandingkan dengan Bahasa Inggris-nya TKW (pembantu)
asal Filipina. Kita boleh saja tersinggung dengan
pernyataan tersebut. Tetapi jika mau jujur ungkapan
tersebut seratus persen benar adanya. 
Tingkat kemampuan rata-rata Bahasa Inggris mahasiswa
Indonesia relatif rendah. Bagi para calon mahasiswa
yang ingin studi di luar negeri persoalan bahasa 
merupakan kendala serius yang perlu diantisipasi sejak
dini. 

Persoalan bahasa akan sedikit bertambah rumit apabila
ingin studi di Jerman. Selain persyaratan Bahasa
Inggris yang excellent yang dinyatakan dengan TOEFL
minimal 550, juga disyaratkan mempunyai sertifikat
kursus B.Jerman untuk level dasar (Grunstuffe) dari
Gothe Institut. Memang kualifikasi B.Jerman yang
dituntut hanyalah tingkat dasar tetapi untuk lulus
sertifikat tingkat dasar tetap dibutuhkan waktu
belajar sekitar 6 bulan. Sebagai catatan untuk di
Yogyakarta terdapat lembaga kursus yang bersertifikat
Gothe Institut. Lembaga tersebut berlokasi di dekat
Tugu dan didirikan oleh Persatuan Guru Bahasa Jerman. 


Keuntungan Studi di Jerman 

Beberapa keuntungan penting studi di Jerman adalah
sebagai berikut: 

Kualifikasi tenaga pengajar yang tinggi. Pengalaman
Penulis selama studi di FH Furtwangen menunjukan bahwa
untuk Program Master of Computer 
Science in Software Business Consulting (M.C.Sc.)
dibimbing oleh 15 orang Professor-Doktor yang
rata-rata mereka memiliki pengalaman sebagai 
Consultant di berbagai perusahaan multinasional.
Menjadi sangat menarik adalah Dosen Professornya
sebanyak 15 orang sementara mahasiswanya 
'hanya' 30 orang. Tentu saja dengan rasio seperti ini
kualitas akademiknya sangat terjamin. 
Fasilitas yang lengkap dan modern. Mahasiswa dapat
mengakses fasilitas perpustakaan secara 'on line'
dengan buku, jurnal, majalah yang sangat lengkap baik
dalam bentuk 'hard copy' maupun CD Room. Selain itu
mahasiswa juga memiliki akses internet bebas selama 15
jam per hari dan gratis. 
Lingkage Industri. Dukungan industri terhadap
perguruan tinggi sangat besar. Pada k*sensor*s FH
Furtwangen misalnya, di semester 3 seluruh mahasiswa
program M.C.Sc. akan kerja praktek di perusahaan
selama 6 bulan. Selama kerja praktek tersebut para
mahasiswa akan mendapatkan gaji dan seluruh biaya
hidupnya dijamin oleh perusahaan. Dan tentu saja bagi
mahasiswa yang cemerlang 'tidak akan pernah lagi'
datang ke kampusnya kecuali hanya untuk pendadaran
thesis, karena mereka sudah secara otomatis
dipromosikan menjadi karyawan tetap perusahaan dimana
mahasiswa yang bersangkutan kerja praktek. 
Biaya kuliah yang sampai saat ini gratis atau relatif
rendah. 
Adanya program internasional sehingga memudahkan untuk
menyelesaikan studi sekaligus menguasai B.Jerman. 

Biaya Kuliah (Tuition Fee) 

Hampir semua perguruan tinggi di Jerman membebaskan
kewajibanya mahasiswanya dalam membayar uang kuliah.
Tetapi tentu saja ada program-program tertentu yang
menetapkan biaya kuliah biasanya Program MBA (Master
of Business Adminitration). Untuk Program MBA bea
kuliahnya berkisar antara Euro 4,000 s.d Euro 20,000
tergantung dari kebijakan masing-masing perguruan
tinggi yang bersangkutan, meskipun tetap ada yang
menyelenggarakan MBA gratis seperti di FH Pforzheim
atau FH Ingolstadt. 

Hanya saja kebijakan untuk kuliah gratis di Program
Internasional bisa saja suatu hari akan berubah. Dari
tahun ke tahun peminat calon mahasiswa untuk studi di
program internasional semakin meningkat. Jadi,
dimungkinkan jika suatu ketika perguruan tinggi di
Jerman akan menerapkan biaya kuliah bagi mahasiswanya
khususnya untuk program internasional. Sebagai contoh
di FH Furtwangen hingga tahun 2002 ini perkuliahnya
gratis, tetapi mulai tahun ajaran 2003 akan 
menetapkan biaya kuliah untuk Program Master of
Computer Science (M.C.Sc.) in Software Business
Consulting sekitar Euro 4,500. Memang biaya kuliah 
tersebut relatif rendah jika dibandingkan dengan
universitas di USA, UK atau Australia. Jika di-kurs
dalam rupiah 'paling hanya' Rp 40 juta-an. Hampir sama
dengan biaya kuliah di MM UGM atau dua kali lebih
mahal dari biaya kuliah di MM UPNVY. Tetapi jika
dibandingkan dengan biaya kuliah di UK (Inggris) yang
rata-rata berkisar diatas Rp 150 juta-an untuk program
umum dan Rp 200 juta-an untuk program MBA, maka biaya
kuliah di Jerman tetap relatif murah. Meskipun begitu,
tetap saja terbuka peluang bagi kita untuk dapat
mendaftar di perguruan tinggi yang menerapkan
kuliahnya gratis tanpa biaya kuliah. 

Ketentuan biaya kuliah tersebut diatas sama sekali
tidak berlaku untuk program Master yang seratus persen
menggunakan B.Jerman. Seluruh program master yang
diselenggarakan dalam B.Jerman (bukan program
internasional), biaya studinya gratis. Ketentuannya
adalah dibutuhkan lulus test sertifikat B.Jerman dari
Gothe Institut untuk level intermediate, ZMP (Zentrale
Mittelstufenpr�fung)Level. 


Persyaratan untuk Mendaftar di Perguruan Tinggi Jerman


Ada beberapa persyaratan administrasi untuk mendaftar
studi di Jerman pada Program Internasional. Beberapa
persyaratan penting yang perlu dipersiapkan adalah: 

Foto kopi legalisir Ijasah S-1 dalam B.Inggris atau
B.Jerman. 
Foto kopi legalisir Transkrip Nilai dalam B.Inggris
atau B.Jerman 
TOEFL B.Inggris 550 
Sertifikat B.Jerman minimal level Grundstuffe 
Dua surat rekomendasi dari Dosen tempat mahasiswa
menyelesaikan studi S-1 dalam hal ini dosen UPNVY. 
Surat pengalaman kerja minimal 2 tahun. 
Khusus untuk surat rekomendasi dari dosen disarankan
untuk mendapatkan rekomendasi dari dosen yang memiliki
kualifikasi akademik minimal Doktor (S-3) dan akan
lebih baik lagi Professor. Sebagai catatan hampir
seluruh dosen di Jerman mempunyai kualifikasi
Professor-Doktor, sehingga apabila calon mahasiswa
hanya direkomendasikan oleh dosen yang berkualifikasi
S-2 maka nilai rekomendasi tersebut akan minimalis
Rekomendasi dari dosen yang berkualifikasi S-2 tetap
punya nilai strategis apabila dosen yang bersangkutan
memiliki jabatan struktural penting di lingkungan
universitas atau fakultas. 


Bea Siswa 

Dimungkinkan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar
beasiswa DAAD. Persayaratan penting untuk mendapatkan
bea siswa DAAD adalah Dosen atau Pegawai Negeri Sipil.
DAAD memang memberikan bea siswa untuk umum tetapi
proporsi bea siswa untuk umum tersebut jumlahnya
sangat terbatas. Untuk 
di Indonesia kantor DAAD beralamatkan di Gedung
Summitmas II, Jl. Sudirman, Jakarta. Hanya untuk
catatan penting tidak mudah untuk mendapatkan beasiswa
dari DAAD. 

Kesempatan mendapatkan bea siswa akan besar jika
mahasiswa sudah berada di Jerman. Banyak lembaga non
profit atau yayasan yang bersedia memberikan bea
siswa. Syaratnya adalah nilai semester yang baik.
Dengan demikian 'apply' bea siswa di Jerman baru
dimungkinkan apabila kita telah studi minimal selama
satu semester. 


Biaya Hidup (Living Cost), Kerja dan 'Free Fall' 

Biaya hidup di Jerman relatif bervariasi. Untuk biaya
hidup di kota besar relatif lebih mahal dari pada
biaya hidup di kota kecil. Sebagai gambaran biaya
hidup di kota besar berkisar antara Euro 600 s.d Euro
800 per bulan. Sedangkan biaya hidup di kota kecil
berkisar antara Euro 450 - Euro 600. Perbedaan biaya
hidup antara kota besar dan kota kecil memang relatif
'significant'. Tetapi keuntungan studi di kota besar
adalah dimungkinkan untuk medapatkan kerja part time
yang pendapatannya relatif lumayan besarnya. 

Kemungkinan kerja sambil kuliah merupakan alternatif
yang menarik. Sebagaimana kita ketahui bersama, sangat
sulit sekali bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan
bea siswa di Indonesia. Untuk itu banyak mahasiswa
yang mengambil alternatif kuliah sambil kerja
mengingat sistem imigrasi di Jerman memungkin untuk
itu. Pada banyak k*sensor*s para rekan mahasiswa dari
India atau Cina banyak yang datang untuk studi di
Jerman dengan uang saku sangat 'pas-pasan' bahkan
hanya cukup untuk biaya hidup 3 bulan. Modal mereka
hanya tekad dan nekad. Pola seperti ini biasanya
disebut dengan 'free fall' (terjun bebas) berjuang
sampai 'titik darah penghabisan' di negeri orang.
Mereka siap hidup prihatin dan 'strugle' dengan kuliah
sambil kerja, syukur-syukur mendapatkan beasiswa. Pola
'free fall' ini akan lebih mudah diterapkan jika
mahasiswa tinggal di kota besar karena mudah untuk
mendapatkan pekerjaan part 
time. Banyak diantaranya yang sukses dengan pola 'free
fall' meskipun tetap ada saja yang gagal. Terlepas
dari beratnya tantangan yang mesti diatasi, pola 
'free fall' tetap merupakan alternatif yang menarik
bagi calon mahasiswa yang memiliki tingkat 'adrenalin'
dan confident yang tinggi tetapi kemampuan financial
resources-nya terbatas. Moral point yang penting dalam
hal ini mengapa pola 'free fall' tidak dicoba ? Toh
banyak sekali mahasiswa yang sukses dengan pola free
fall. 

Jangan pikirkan pengorbanan dan tantangan yang mesti
akan dihadapi, tetapi fokuskan pikiran tentang masa
depan gemilang yang siap menyabut dikemudian hari
dengan penuh senyum tentu saja.... 


Sekilas tentang Penulis. 
Penulis adalah Ferizal Ramli. Alumni Fakultas Ekonomi
UPNVY, Jurusan Manajemen, Angkatan tahun 1990. Pernah
bekerja di Singapura dan Malaysia 
serta mendapatkan bea siswa studi di Program M.C.Sc.,
FH Furtwangen. Selama studi di almamater UPNVY
tercinta, penulis juga aktif di kegiatan kampus,
berpartisipasi mendirikan KOPMA dan pernah menjadi
Ketua Umum KOPMA UPNVY yang pertama periode 1994-1996.
Saat ini Penulis berdomisili di Jerman. Alamat lengkap
penulis: 
Am Gro�hausberg no: 02-07-10 
D-78120 
Furtwangen im Schwarzwald, Germany. 
E-Mail: [EMAIL PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED] 


sumber: http://www.iptek.net.id 


=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India


        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs  
http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke