20.05.2004
Masalah Imigran
Masalah imigran sejak lama menjadi tema politik Internasional. Jumlah
imigran diseluruh dunia saat diperkirakan mencapai 175 juta orang.
Sementara pemerintahan didunia sangat sedikit berhasil mencapai
kesepakatan untuk menangani fenomena ini. Untuk lebih memperjelas
penanganannya, Sekjen PBB Kofi Annan membentuk Komisi Global
Penanganan Masalah Imigran Internasional. Setelah bekerja selama satu
setengah tahun, komisi ini menyampaikan sebuah laporan yang
menyeluruh. Untuk mengumpulkan data dan informasi, sekitar 150 pakar
menghadiri konferensi regional untuk kawasan Asia-Pasifik dari komisi
tersebut, di Ibukota Filipina, Manila. Konferensinya berakhir hari
Rabu kemarin. Ronald Meinardus dari Manila:
Komisi yang dibentuk Sekjen PBB Kofi Annan, mendokumentasikan dampak
positiv dan negativ dari masalah imigran. Dengan demikian negara yang
bersangkutan mendapatkan gambaran, bagaimana menangani masalahnya,
baik ditingkat nasional, regional maupun Internasional, yang dapat
menguntungkan semua pihak. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi
Global Penanangan Masalah Imigran Internasional, Dr Mamphela Ramphel.
Dipilihnya Manila, sebagai tempat pertama konferensi regional dari
komisi ini, bukanlah merupakan suatu kebetulan. Tetapi dengan alasan
bahwa Filipina merupakan negara di Asia yang sangat tergantung
ekonominya dari pengiriman tenaga kerja keluar negeri. Sekitar
delapan juta tenaga kerja Filipina di luar negeri merupakan pendukung
utama bagi perkembangan ekonomi dinegara tersebut. Menteri Tenaga
Kerja Particia Santo Tomas mengatakan, sekitar delapan persen
pendapatan nasional bruto Filipina berasal dari tenaga kerja diluar
negeri. Setiap hari, rata-rata, 2500 warga Filipina berangkat keluar
negeri untuk bekerja. Dan setiap tahunnya mereka memasukkan devisa
mencapai delapan juta dollar. Uang yang dikirimkannya dapat membangun
sejumlah besar rumah,dan sejumlah besar anak dapat pergi kesekolah.
Juga para imigran tersebut, yang tadinya berasal dari kalangan yang
berpenghasilan sangat rendah, meningkat menjadi golongan menengah.
Demikian dikatakan Menteri Tenaga Kerja Particia Santo Tomas. Aspek
penting yang dibahas dalam konferensi di Manila adalah dampak yang
ditimbulkan imigran ditengah masyarakat baik dinegara asalnya, maupun
dinegara tempat mereka bekerja. Terutama harus diusahakan peningkatan
hak para imigran. Meskipun terdapat sejumlah konvensi perlindungan
kerja Internasional namun tidak semua negara mentaatinya. Demikian
dikeluhkan para anggota komisi yang menghadiri konferensinya di
Manila. Dalam konferensinya disepakati bahwa gelombang imigran
internasional bukan merupakan fenomena sementara, melainkan akan
terus berlanjut pada dasawarsa mendatang, akibat meluasnya kemiskinan
dan pertambahan penduduk yang dramatis. Demikian dikatakan pimpinan
komisi Dr Rolf Jenny. Diungkapkannya, pertumbuhan penduduk dinegara-
negara berkembang melampaui kemampuan menciptakan lapangan kerja,
bagi mereka yang lahir 25 tahun mendatang. Ini berarti, gelombang
migran akan terus meningkat. Pada waktu bersamaan diperingatkan agar
tidak mendramatisir gelombang imigran yang melewati tapal perbatasan
negara. Jumlah imigran hanya tiga persen dari keseluruhan penduduk
dunia dan sebagian besar sisanya tetap tinggal dan merasa puas dengan
kondisi kehidupan dinegaranya sendiri.
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/