21.05.2004 Pengaruh Iran atas Irak dan dampaknya bagi AS Hari Minggu lalu menlu AS Colin Powell menjadi tamu dalam acara talkshow televisi berjudul "Meet the press"", yang dalam kesempatan itu ia mengatakan bahwa pemerintah Amerika akhirnya harus dapat menerima keputusan yang diambil oleh rakyat Irak. Pernyataan ini merupakan hasil dari skandal penyiksaan yang dilakukan tentara AS terhadap tahanan Irak dan semakin meningkatnya perlawanan di Irak. Pernyataan itu juga merupakan pengakuan bahwa tidak mungkin menolak pengaruh Iran. Ulrich Pick dari Berlin:.
Bahwa nilai Iran semakin meningkat di kalangan pemerintah AS terutama dalam bidang politik, sudah tampak ketika terjadi gempa bumi di Bam akhir Desember 2003. Karena meski AS sejak seperempat abad tidak punya hubungan diplomatik lagi dengan Teheran, namun tetap mengirimkan lebih dari 80 tenaga penolong ke Iran. Bantuan itu sebenarnya bermotif politik. Karena dengan memberikan bantuan ke Iran, maka kemungkinan Iran juga akan membantu AS di Irak, demikian pendapat para pengamat. Perhitungan itu terus berjalan. Karena selama terjadinya krisis sandera Irak pertengahan April lalu, Teheran tanpa diminta AS mengirimkan seorang juru runding ke Bagdad. Sementara itu tidak hanya situasi di Irak yang semakin memburuk, namun juga terdapat alasan lain yang membuat AS meningkatkan hubungannya dengan Iran. Majalah AS �Newsweek` melaporkan bahwa menurut Ahmad Chalabi, ketua Kongres Nasional Irak, Amerika telah menyampaikan informasi rahasia kepada para Mullah di Teheran. Jika laporan tersebut benar, maka itu merupakan pukulan berat bagi Washington. Karena kelompok Syiah Irak pada akhir perang melawan Saddam Hussein telah dipersiapkan oleh pemerintah AS di Bagdad sebagai penerusnya. Namun Chalabi yang dengan sepengetahuan Washington memiliki sebuah kantor di Teheran, membantah tuduhan spionase itu. Menurut informasi dari Teheran Chalabi memang keluar-masuk Teheran. Namun ia sudah lama tidak punya hubungan dekat dengan AS. Sehingga baru-baru ini ia mengatakan, ingin punya hubungan yang panjang dan bersahabat dengan Iran. Awal Maret lalu Chalabi bersama lima warga Syiah lainnya dari Dewan Transisi menolak menandatangani undang-undang sementara Irak, dengan alasan harus bertanya dulu kepada kedua Ayatollah besar di Nadjaf. Salah satu dari Ayatollah itu adalah Ayatollah Ali As-Sistani. Dan bagi Amerika ia bisa menjadi alasan kedua untuk meningkatkan hubungan dengan Iran. Ali As-Sistani tidak hanya merupakan tokoh berpengaruh di Irak, namun ia juga merupakan tokoh yang belum secara terbuka melawan pendudukan AS di negaranya. Terutama yang penting dalam hubungan ini bahwa Sistani, meski sejak tahun 1950an tinggal di Nadjaf, adalah seorang Persia dan bukan Arab. Menurut informasi dari Iran, ia merupakan orang Teheran yang berada di Irak. Maka tidak heran jika menlu AS mengatakan harus dapat menerima keputusan rakyat Irak. Karena Colin Powell meski mendapat dukungan dari Chalabi juga menyadari bahwa pengaruh Iran terhadap negara tetangganya lebih besar dari yang diterima Washington. ================================================================== (Indonesia juga perlu menancapkan pengaruhnya di dunia, walaupun untuk itu kita masih harus banyak belajar) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

