http://www.rnw.nl/in/berita/gemawarta.html#4019212
Radio Nederland Wereldomroep Hilversum, Selasa 25 Mei 2004 08:30 WIB Uskup Mandagi Menduga Kelompok Wiranto Di balik Ledakan Bom di Ambon Ahad Lalu Intro: Ahad lalu Ambon tegang lagi menyusul kerusuhan 25 April lalu gara-gara kasus penaikan bendera Republik Maluku Selatan RMS. Pelbagai bom meledak antara lain di kampung Halong Baru. Akibatnya tujuh orang terluka dan salah satu di antaranya tangannya harus diamputasi. Demikian tegas Uskup Amboina, Mgr Mandagi, kepada Radio Nederland. Selanjutnya pemimpin rohani Katolik ini menyangka Wirantolah yang berada di balik peristiwa ini. Capres Golkar ini berkepentingan untuk menjegal dua capres lain yaitu Megawati Sukarnoputri sebagai presiden sipil dan juga Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai pendukung perjanjian Malino, katanya. Selain bom di Halong Baru itu, menurut Mgr Mandagi, ada juga bom-bom lain meledak hari Ahad itu. Berikut keterangannya. Mandagi: Juga pada jam sebelas ditemukan juga bom di Batu Merah, tapi bom itu tidak meledak. Kemudian juga di Karang Panjang Bawah ditemukan juga satu bom, tapi tidak meledak. Jadi yang hanya meledak adalah bom yang terdapat di desa Halong Baru. Radio Nederland (RN): Anda mempunyai dugaan pihak mana yang melakukan atau yang meletakkan bom-bom seperti itu? Mandagi: Saya punya dugaan orang yang membuat ini terdapat dalam sebuah kelompok. Dan kelompok itu tidak berkaitan dengan agama, Kristen atau agama muslim. Ini kelompok yang bagi saya berusaha menciptakan lagi koflik dan kekerasan di kota Ambon dan dengan konflik itu mendapat keuntungan politik. Sehingga adanya konflik dan kekerasan di kota Ambon, termasuk pengeboman ini, terkait dengan pemilihan presiden. Ini saya punya pandangan. Maksudnya bahwa Ambon ini dibuat sedemikian rupa, dalam keadaan kacau, untuk menyatakan bahwa pemerintahan sekarang ini tidak mampu menciptakan kedamaian di kota Ambon ini, khususnya di Maluku, sudah sejak tahun 1999. Itu berarti bahwa pemerintah sekarang ini musti diganti. Musti ada pemerintahan yang baru. Musti ada presiden baru yang lebih kuat. Mungkin orang yang membuat ini dari kelompok penunjang calon presiden yang baru. RN: Orang kuat itu orang yang berlatar belakang militer maksudnya? Mandagi: Ya saya sangka. Ini persangkaan saya saja. RN: Persangkaan begitu ya. Tapi ada logikanya juga? Mandagi: Persangkaannya adalah pemerintahan sekarang itu kan sipil. Dia tidak mampu menciptakan kedamaian di Maluku. Karena pemerintahan ini lemah. Buktinya ada konflik di sini terus menerus dari tahun 1999. Jadi perlu pemimpin yang baru dan pemimpin yang baru bukan dari sipil, tapi dari bekas militer. RN: Tapi ada dua bekas militer. Jadi yang mana? Wirantokah kira-kira? Mandagi: Ya, saya tidak bisa menentukan. Saya sangka beliau. RN: Tapi sebenarnya itu kan cerita lama. Dulu juga begitu kan? Mandagi: Dulu juga saya sangka begitu. Karena ini ada kaitan dengan Orde Baru. Bagi saya, ini bangkitnya Orde Baru. Dan bagi saya, Wiranto juga dari Orde Baru. RN: Tapi apakah bukan Susilo Bambang Yudhoyono SBY? Mandagi: Tidak. Saya lebih cendrung kepada yang lain. SBY justru dulu sama dengan Yusuf Kalla menciptakan Perjanjian Malino toh. Bisa juga terkait dengan mau menyatakan kepada mereka yang akan memilih SBY, jangan pilih dia. Karena toh usahanya, Perjanjian Malino toh, gagal. Jadi pilihlah yang lain, yang lebih kuat. RN: Menurut Anda bagaimana masyarakat Maluku menyikapi peristiwa ini? Mandagi: Saya lihat masyarakat di sini, baik muslim maupun kristen, sudah makin dewasa. Mereka sekarang makin tahu bahwa masyarakat muslim dan kristen ini dipermainkan saja, dipergunakan saja untuk kepentingan politik. Jadi, walau ada bom, konflik atau kerusuhan tidak terjadi lagi. Memang ada ketegangan, tapi tidak seperti dulu mungkin langsung serang menyerang antara satu dengan yang lain. Tetapi masyarakat Maluku, baik muslim maupun kristen, itu sudah makin dewasa dan makin tahu bahwa mereka hanya dipakai untuk kepentingan politik, kepentingan sesaat saja, dengan mengorbankan masyarakat yang ada di sini. Demikian Uskup Amboina, Mgr Mandagi. Berita tertulis yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep. � Hak cipta 2004 Radio Nederland Wereldomroep [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

