Salam,
 
Sedikit nambah komentar buat bung Anton,
 
Saya sendiri masih meragukan pendapat yang mengatakan bahwa tinta itu beracun dan 
sebagainya. Tinta tersebut kan dibeli dari India, dan kita-kita yang di Delhi tahu kok 
kalo pejabat KPU itu datang ke India untuk membeli tinta-tinta India tersebut. Dan 
tinta-tinta tersebut juga digunakan oleh masyarakat India pada saat Pemilu di India 
tanggal 10 kemaren. Dan tinta itu tak pernah dipermasalahkan di India.
 
Hanya saja, sekali lagi hanya saja, bahwa dengan adanya tinta tersebut, maka peluang 
KPU untuk melakukan tindakan kejahatan KORUPSI semakin terbuka LEBAAAAARRRRR.
 
Tengoklah, pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang berantakan, demokratsi memang, tapi 
jalan untuk menncapai yang 'demokratis' tersebut yang tidak melalui jalan yang 
demokrasi. Sehingga sekami lama Pemilu, maka semakin lama pulalah KPU berkorupsi-ria.
 
Sekian dulu, soalnya saya takut bercerita panjang, soalnya di India, intel-intel dari 
Indonesia sedang berkeliaran, ngeri ah..ngeri....memang.
 
Wassalam,
 
IzaM
 
antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dear all

pertama : terimakasih kembali, sama-sama bapak/ibu Listy.
semoga para tokoh masyarakat berkenan pula memafhuminya.

kalau main sepakbola ada yang nakal, kena kartu kuning bahkan merah.
tetapi lain lagi KPU (saya tak percaya mereka akademisi sejati) dalam 
urusan tinta. Sudah jelas para PRODUSEN TINTA Pemilu Caleg 2004 yll 
berbuat jahat : kepada negara, lembaga pemerintah, dan masyarakat, 
karena memakai TINTA B3 ... dan sudah ramai di media, kok KPU mau 
pakai lagi para pelaksana jahanam yang telah menebar racun-kanker ke 
tubuh-tubuh manusia indonesia (ingat : TEMBUS KULIT & efek bisa 
bertahun baru muncul). Di dunia, bahkan oleh PBB, tinta violert 
begitu TERLARANG (BANNED).
jadi, mustahil kita masing2 melindungi diri. kasihan khalayak.
para ilmuwan kimia-biologi-medis, masih belum tampil, apakah karena 
kurang info iptek ?
yang pasti : sangat jahat (LEGAL/kriminal maupun ETIK/moral) kalau 
pendusta-penyebar-bencana kesehatan dan uang, dibiarkan ikut pasok 
tinta lagi untuk tahap pilpres 2004.
mereka niscaya dihukum, bukan malah disuruh cari untung, bukan.

inilah tantangan di depan mata kita sekalian.
jangan biarkan bahan-bahan toksik kanker mutagen iritan beredar 
bebas, malah diedarkan oleh (langsung/taklangsung) KPU.

ibu VALINA (ketua tinta KPU baru, menggantikan RUSADI yang belum 
diproses kesalahan menyebarluaskan bahan beracun) diharapkan dapat 
mendengar dan mengetahui hal ini. para pelaku kejahatan mestilah 
dihukum, jangan diumbar bermain semau jidat.

segenap bangsa mesti melihat dan mendengar.
perhatikan mulai hari ini apa yang dilakukan ibu VALINA di KPU itu.
jangan mempermalukan para cendekia Indonesia dan UI khususnya ya ?

terimakasih. 
wasalam.


Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi, India
Website: http://jmi.nic.in 
Website KBRI: http://www.kbri-newdelhi.org 
 
 


Yahoo! India Matrimony: Find your partner online.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke